Breaking News
Loading...

Redaksi

PT Simpoer Belitong www.bir.web.id Komisaris Utama : Lisa Devianty Penasehat Hukum : Muhammad Yusuf M.H. Dewan Penasehat : Samsul Arifin P.hd Dewan Redaksi : Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Sahrus Salis Wakil Pemimpin Redaksi/Redaktur: Fendi Kuswandi Fotografer : Supardi Staf Redaksi&Periklana : Nining yuli Tata Letak/Grafis : Hadi Bidang IT : Ahmad Syaifullah Kepala Biro/Wartawan Propinsi Bangkabelitung : Ayirah, Ade, Eric Amd, Hadi, Supardi, Hadi Kamal, Nining. Hermanzah, Alexander. Propinsi Sumatera Selatan : Rouzie Agus Propinsi Kalimantan Barat : Thalud SE Propinsi Jawa Barat & DKI Jakarta : Ayu Cahyani Vawitri,Anggun Vabella Putri S.Pd,Ahmad Saifullah Propinsi Jawa Timur : Muhammad Yusuf M.H.
  • New Movies
  • Recent Games
  • Tech Review

REDAKSI

PT Simpoer Belitong www.bir.web.id Komisaris Utama : Lisa Devianty Penasehat Hukum : Muhammad Yusuf M.H. Dewan Penasehat : Samsul Arifin P.hd Dewan Redaksi : Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Sahrus Salis Wakil Pemimpin Redaksi/Redaktur: Fendi Kuswandi Fotografer : Supardi Staf Redaksi&Periklana : Nining yuli Tata Letak/Grafis : Hadi Bidang IT : Ahmad Syaifullah Kepala Biro/Wartawan Propinsi Bangkabelitung : Ayirah, Ade, Eric Amd, Hadi, Supardi, Hadi Kamal, Nining. Hermanzah, Alexander. Propinsi Sumatera Selatan : Rouzie Agus Propinsi Kalimantan Barat : Thalud SE Propinsi Jawa Barat & DKI Jakarta : Ayu Cahyani Vawitri,Anggun Vabella Putri S.Pd,Ahmad Saifullah Propinsi Jawa Timur : Muhammad Yusuf M.H.

Recent Post

Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 29 Agustus 2026
Golkar Belitung Timur Pamer Kekompakan dalam Pawai Pembangunan HUT RI ke-81

Golkar Belitung Timur Pamer Kekompakan dalam Pawai Pembangunan HUT RI ke-81


Berita Indonesia Raya
, Belitung Timur — Ratusan kader Partai Golongan Karya atau Golkar Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, turun ke jalan mengikuti Pawai Pembangunan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Barisan kader Golkar datang dari berbagai wilayah di Belitung Timur. Mereka terdiri atas pengurus Dewan Pimpinan Daerah, pengurus kecamatan, hingga anggota organisasi sayap partai.

Peserta pawai terbagi dalam sejumlah kelompok. Sebagian berjalan kaki, sementara lainnya menggunakan kendaraan hias. Tak seluruh peserta tampil dengan atribut Golkar. Beberapa di antaranya mengenakan pakaian dengan warna dan model berbeda, membuat barisan partai itu tampil lebih beragam di tengah arak-arakan.

Ketua DPD Partai Golkar Belitung Timur, Nadiarsyah, mengatakan keikutsertaan partainya bukan sekadar meramaikan agenda peringatan kemerdekaan. Menurut dia, pawai menjadi kesempatan untuk menunjukkan keberadaan Golkar di daerah sekaligus membangun kepercayaan diri menghadapi partai politik lain.

"Tujuannya adalah kita agar lebih eksis dilihat di Belitung Timur khususnya ini kita eksis serta ada semacam unjuk gigi kepada sahabat-sahabat partai lain," kata Nadiarsyah seusai mengikuti pawai di Diosa Cafe, Jalan Simpang Mudong, Desa Lalang Jaya, Kecamatan Manggar.

Nadiarsyah mengatakan Golkar ingin kembali menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan di Belitung Timur. Salah satu targetnya adalah menambah jumlah kursi di lembaga legislatif.

"Semoga kita kedepannya menjadi partai yang diperhitungkan di dalam kita menggapai cita-cita untuk memperjuangkan penambahan kursi di legislatif serta merebut kekuasaan kembali di Belitung Timur," ujarnya.



Dari Tujuh Kecamatan

Barisan Golkar dalam pawai itu melibatkan kader dari tujuh kecamatan. Mereka datang dari Dendang, Simpang Pesak, Gantung, Manggar, Simpang Renggiang, Damar, dan Kelapa Kampit.

Organisasi sayap partai juga ikut turun. Di antaranya Angkatan Muda Partai Golkar atau AMPG, Pasukan AMPG, serta Kesatuan Perempuan Partai Golkar atau KPPG.

"Ada AMPG, pasukan AMPG, KPPG, terus kader-kader partai Golkar di seluruh kecamatan yang ada di Belitung Timur ini," kata Nadiarsyah.

Bagi Nadiarsyah, berkumpulnya kader dari berbagai wilayah menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan internal partai. Setelah pawai selesai, rombongan Golkar tidak langsung membubarkan diri.

Mereka berkumpul di Diosa Cafe. Suasananya lebih santai. Para kader menikmati musik dan makan bersama.

Nadiarsyah mengatakan pertemuan itu sengaja dilakukan untuk menjaga kekompakan kader.

"Di akhir acara kita sengaja ngumpul di tempat ini untuk kembali mengingatkan kepada kader bahwasanya kita harus selalu kompak di dalam melaksanakan kegiatan dan semoga juga apa yang kita cita-citakan bisa tercapai dengan baik," ujarnya.

Ia menyebut pertemuan tersebut sebagai bagian dari silaturahmi antar-kader dan komponen Partai Golkar.

"Ini adalah silaturahmi dari seluruh partai, dari kader-kader partai Golkar dan komponennya sambil kita tadi menikmati musik serta makan sore bersama di tempat ini, di Diosa Cafe," kata Nadiarsyah.

Ia juga menyampaikan harapan agar partai yang dipimpinnya semakin kuat.

"Kami Partai Golkar dalam hal ini sudah berpartisipasi untuk memperingati HUT RI ke-81. Semoga Partai Golkar semakin hari semakin jaya," ujarnya.







Target Kursi Legislatif

Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari Partai Golkar, Maisinun, turut mengapresiasi keterlibatan kader Golkar Beltim dalam pawai tersebut.

Menurut Maisinun, partisipasi kader yang terlihat dari jajaran pengurus hingga tingkat bawah menunjukkan antusiasme yang cukup besar.

"Saya selaku anggota DPRD Provinsi Partai Golkar perwakilan dari Belitung dan Belitung Timur sangat merasa apresiasi dengan ketua dan pengurus jajaran Partai Golkar sampai ke paling bawah karena kelihatan sekali pada hari ini partisipasinya sangat luar biasa," kata Maisinun.

Maisinun berharap geliat konsolidasi tersebut berlanjut menjadi kekuatan politik di pemilihan legislatif berikutnya. Ia berharap Golkar mampu meningkatkan jumlah kursi di setiap daerah pemilihan.

"Saya berharap mudah-mudahan ini memang semacam ya ada perubahan bahwa Golkar yang sekarang lebih baik daripada yang kemarin dan mudah-mudahan ke depan akan lebih banyak mendapat kursi di perwakilan dapil masing-masing," ujarnya.

Pawai Pembangunan HUT ke-81 RI akhirnya menjadi panggung bagi Golkar Beltim untuk memperlihatkan barisan kadernya. Di balik kemeriahan pawai dan suasana santai setelahnya, partai ini membawa satu pesan: memperkuat kekompakan sembari menyiapkan target politik berikutnya.



Kamis, 27 Agustus 2026
Dosen Pulang Kampung IPB Hadir di Desa Lassar, Dorong UMKM Naik Kelas lewat Inovasi Ikan Pouch

Dosen Pulang Kampung IPB Hadir di Desa Lassar, Dorong UMKM Naik Kelas lewat Inovasi Ikan Pouch


Berita Indonesia Raya
, Belitung — Inovasi pengolahan hasil perikanan diperkenalkan kepada masyarakat Desa Lassar, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, melalui Program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB University 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Lassar, Rabu (26/8/2026), itu diikuti 30 peserta yang terdiri atas ibu-ibu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta masyarakat setempat.

Program tersebut diketuai Dr. Ir. Bustami Ibrahim, M.Sc., dosen IPB University yang merupakan putra asli Belitung. Melalui kegiatan itu, Bustami membawa pengetahuan dan inovasi dari perguruan tinggi untuk diterapkan dalam pengembangan potensi hasil perikanan masyarakat desa.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah pengolahan gangan tumis berbahan ikan ke dalam kemasan pouch tahan panas.

Gangan merupakan salah satu kuliner yang lekat dengan masyarakat Belitung. Dalam pelatihan tersebut, cita rasa makanan lokal itu tidak diubah, tetapi dikembangkan melalui teknologi pengolahan dan pengemasan agar lebih praktis dan memiliki peluang pasar yang lebih luas.



Gangan Tumis Dikemas Lebih Modern

Peserta mengikuti secara langsung proses pengolahan produk, mulai dari persiapan bahan baku, pengolahan bumbu, proses pemasakan, pengisian ke dalam pouch, penyegelan menggunakan vacuum sealer, hingga proses pemanasan bertekanan.

Melalui praktik tersebut, peserta diperkenalkan pada sejumlah aspek yang menentukan kualitas produk, seperti kebersihan, mutu bahan baku, konsistensi proses produksi, ketepatan pengemasan, dan tampilan produk.

Bustami mengatakan inovasi pengolahan pangan tidak selalu harus menghasilkan makanan yang sepenuhnya baru. Produk tradisional juga dapat dikembangkan dengan teknologi sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Inovasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Lassar untuk mengembangkan produk olahan ikan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” kata Bustami.

Kemasan pouch menjadi salah satu pilihan karena memiliki bentuk yang praktis dan ringan. Teknologi tersebut juga membuka peluang bagi makanan khas Belitung untuk dipasarkan dalam bentuk yang lebih mudah dibawa dan didistribusikan.

Namun, pengembangan produk pangan dalam kemasan tahan panas tetap membutuhkan pengujian dan validasi lebih lanjut, terutama terkait keamanan pangan dan umur simpan sebelum diproduksi secara komersial.


Peserta Antusias Mengikuti Praktik

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka tidak hanya mendengarkan pemaparan materi, tetapi juga terlibat dalam proses pembuatan produk.

Gangan tumis yang selama ini lebih dikenal sebagai makanan rumahan diperlihatkan dalam bentuk produk dengan kemasan yang lebih rapi dan modern.

Bagi pelaku UMKM, pengenalan teknologi tersebut memberikan gambaran mengenai peluang mengembangkan ikan lokal menjadi produk bernilai tambah.

Kuliner tradisional pun tidak harus kehilangan identitasnya ketika masuk ke dalam bentuk usaha yang lebih modern. Justru, teknologi pengolahan dan pengemasan dapat menjadi sarana untuk mempertahankan karakter makanan sekaligus memperluas pasarnya.

Program tersebut juga memberikan pemahaman bahwa peningkatan daya saing UMKM tidak hanya berkaitan dengan rasa. Kebersihan proses, kualitas bahan baku, konsistensi produksi, kemasan, serta tampilan produk menjadi bagian yang tidak terpisahkan.


Dorong Produk Unggulan Desa

Desa Lassar memiliki potensi sumber daya perikanan yang dapat dikembangkan menjadi basis usaha masyarakat. Kondisi tersebut membuka peluang bagi pengembangan produk olahan ikan yang tidak hanya dikonsumsi secara langsung, tetapi juga memiliki nilai jual sebagai produk UMKM.

Dengan inovasi ikan pouch, gangan tumis berpeluang dikembangkan sebagai produk khas desa, oleh-oleh, maupun produk olahan yang dapat dipasarkan ke wilayah yang lebih luas.

Program Dospulkam IPB University menjadi salah satu upaya menghubungkan pengetahuan perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat. Dosen didorong membawa ilmu pengetahuan, teknologi, dan hasil riset untuk diterapkan di daerah yang memiliki kedekatan historis maupun sosial.

Pelaksanaan kegiatan di Desa Lassar mendapat dukungan Dinas Perikanan Kabupaten Belitung dan Pemerintah Desa Lassar.

Kegiatan dibuka Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung yang diwakili Kepala Bidang Usaha Perikanan, Susanto, S.Pi., M.Si.

Kepala Desa Lassar, Triska Arafad, S.Ag., turut mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus mengembangkan potensi ekonomi desa berbasis sumber daya lokal.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan.

Bustami berharap masyarakat dapat melanjutkan pengembangan produk dengan memperbaiki mutu dan proses produksi sehingga inovasi yang diperkenalkan dapat memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.

“Ilmu pengetahuan akan lebih berarti ketika dapat kembali memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dari Desa Lassar, pengolahan ikan lokal dipertemukan dengan teknologi pengemasan. Gangan tumis tetap mempertahankan cita rasa Belitung, tetapi hadir dalam bentuk yang lebih praktis dan membuka peluang baru bagi pengembangan UMKM masyarakat setempat.

Putra Belitung Pulang Membawa Inovasi, IPB University Latih UMKM Desa Lassar Mengolah Ikan Pouch

Putra Belitung Pulang Membawa Inovasi, IPB University Latih UMKM Desa Lassar Mengolah Ikan Pouch


Berita Indonesia Raya, Belitung — Kepulangan seorang akademisi ke daerah asal tidak sekadar menjadi perjalanan pulang. Di Desa Lassar, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, kepulangan itu diwujudkan dalam bentuk transfer pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat.

Hal tersebut dilakukan Dr. Ir. Bustami Ibrahim, M.Sc., dosen IPB University sekaligus putra asli Belitung melalui Program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB University 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Lassar pada 26 Agustus 2026 itu diikuti sekitar 30 peserta yang terdiri atas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya ibu-ibu, serta masyarakat setempat.

Pelatihan tersebut mengangkat tema “Inovasi Ikan Pouch dan Pemanfaatan Minyak Hasil Precooking sebagai Strategi Peningkatan Nilai Tambah Usaha Perikanan Masyarakat Pesisir Desa Lassar, Belitung”.


Dalam kegiatan itu, peserta diajak mengembangkan olahan ikan lokal menjadi produk yang dikemas menggunakan pouch tahan panas. Salah satu produk yang dipraktikkan ialah gangan tumis, makanan berbahan dasar ikan yang telah akrab dengan cita rasa masyarakat Belitung.

Peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teori. Mereka juga mengikuti langsung proses pengolahan, mulai dari menyiapkan bahan, meracik bumbu, memasak, memasukkan produk ke dalam kemasan pouch, melakukan penutupan menggunakan vacuum sealer, hingga proses pemanasan bertekanan.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa inovasi produk pangan lokal tidak harus menghilangkan karakter tradisionalnya. Teknologi justru dapat digunakan untuk memperpanjang peluang pemasaran dan meningkatkan nilai jual produk.

Produk yang sebelumnya identik dengan olahan rumah tangga dapat dikembangkan dalam kemasan yang lebih praktis dan menarik sehingga berpeluang menjangkau konsumen yang lebih luas.

Program Dospulkam IPB University merupakan salah satu sarana untuk mendiseminasikan ilmu pengetahuan, menerapkan teknologi, sekaligus mendorong hilirisasi inovasi di tengah masyarakat.

Melalui program tersebut, dosen didorong kembali ke daerah yang memiliki kedekatan historis maupun sosial untuk menerapkan keilmuan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan di Desa Lassar turut mendapat dukungan Dinas Perikanan Kabupaten Belitung. Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung yang diwakili Kepala Bidang Usaha Perikanan, Susanto, S.Pi., M.Si.

Pemerintah Desa Lassar juga terlibat sebagai mitra dalam pelaksanaan program. Kepala Desa Lassar, Triska Arafad, S.Ag., mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus mengembangkan potensi ekonomi desa berbasis sumber daya perikanan.

Keterlibatan pemerintah desa dinilai penting untuk memastikan inovasi yang diperkenalkan tidak berhenti setelah pelatihan selesai.

Bagi pelaku UMKM, teknologi pengemasan pouch juga memberikan pengetahuan baru mengenai pentingnya kualitas bahan baku, kebersihan selama proses produksi, konsistensi pengolahan, kualitas penutupan kemasan, hingga tampilan produk.

Antusiasme peserta terlihat ketika mereka mengikuti setiap tahapan praktik. Gangan tumis yang selama ini lebih banyak dikenal sebagai makanan rumahan diperkenalkan dalam bentuk produk kemasan yang lebih modern.

Pengembangan tersebut membuka peluang bagi makanan khas daerah untuk tidak hanya dikonsumsi dalam kondisi segar, tetapi juga dikembangkan sebagai produk usaha yang memiliki nilai tambah.

“Inovasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Lassar untuk mengembangkan produk olahan ikan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” kata Bustami dalam kegiatan tersebut.

Menurut dia, potensi hasil perikanan di daerah perlu diikuti dengan kemampuan masyarakat dalam mengolah dan mengemas produk sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.

Dukungan pemerintah desa dan Dinas Perikanan, ditambah pendampingan dari perguruan tinggi, diharapkan dapat menjaga keberlanjutan pengembangan produk tersebut.

Bagi Bustami, Program Dosen Pulang Kampung bukan hanya menjadi kesempatan untuk kembali ke daerah asal. Program itu sekaligus menjadi ruang untuk membawa ilmu pengetahuan agar dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“Ilmu pengetahuan akan lebih berarti ketika dapat kembali memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dari Desa Lassar, inovasi pengolahan ikan mempertemukan tiga hal sekaligus: cita rasa lokal, penerapan teknologi, dan peluang pengembangan usaha. Produk sederhana berbasis hasil perikanan itu pun berpeluang menjadi bagian dari identitas baru UMKM perikanan di Belitung.

Selasa, 11 Agustus 2026
Beltim Jadi Daerah Pertama di Babel yang Lantik Pengurus Kecamatan Golkar Secara Serentak

Beltim Jadi Daerah Pertama di Babel yang Lantik Pengurus Kecamatan Golkar Secara Serentak


Berita Indonesia Raya, Belitung Timur — Belitung Timur menjadi daerah pertama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang melaksanakan pelantikan pengurus kecamatan Partai Golkar secara serentak. Pelantikan tujuh pengurus kecamatan itu menjadi bagian dari konsolidasi organisasi untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat desa dan kelurahan.

Pelantikan berlangsung di halaman Sekretariat DPD II Partai Golkar Kabupaten Belitung Timur, Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Algafry Rahman dan Bendahara DPD I Golkar Babel Basit Cinda Sucipto.

Kedatangan kedua pengurus DPD I Golkar Babel disambut dengan pemasangan kain sal dan songket tradisional Belitong. Penyambutan juga dimeriahkan penampilan drumband.

Sejumlah unsur penyelenggara pemilu dan partai politik turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Ketua KPU Belitung Timur, Ketua Bawaslu Belitung Timur, anggota KPU Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta perwakilan Partai Hanura, Gerindra, PKS dan PAN.


Hadir pula Wakil Bupati Belitung Timur Khairil Anwar, Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Belitung Aly Satikin, sesepuh Golkar Belitung Timur, jajaran pengurus DPD II Golkar Beltim, serta organisasi kemasyarakatan AMPI Belitung Timur.


Tindak lanjut instruksi DPP

Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Algafry Rahman mengatakan pelantikan tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi DPP Partai Golkar Nomor 11 Tahun 2026.

Instruksi itu mengarahkan jajaran Partai Golkar di daerah untuk melaksanakan musyawarah daerah, musyawarah kecamatan, serta musyawarah kelurahan dan desa yang dilanjutkan dengan pelantikan kepengurusan.

“Alhamdulillah ini yang pertama kalinya DPD kabupaten yang melaksanakan pelantikan sekabupaten,” kata Algafry seusai kegiatan.

Menurut Algafry, langkah yang dilakukan Golkar Belitung Timur menjadi bagian dari upaya mempercepat konsolidasi organisasi. Setelah kepengurusan tingkat kecamatan terbentuk, konsolidasi akan dilanjutkan ke tingkat desa dan kelurahan.

“Unsur kecamatan sebentar lagi akan melaksanakan muslur maupun musyawarah desa untuk melengkapi susunan pengurus. Sehingga konsolidasi daerah ini bisa berjalan sesuai dengan arahan dan petunjuk dari DPP,” ujarnya.

Algafry juga menyampaikan arahan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani agar kepengurusan partai di seluruh tingkatan dapat semakin solid.

Menurut dia, konsolidasi organisasi tidak hanya ditujukan untuk melengkapi struktur partai, tetapi juga memastikan kader lebih aktif berada di tengah masyarakat.

“Ini bentuk bagaimana beliau betul-betul ingin bersama-sama dengan seluruh kepengurusan ini, bersama-sama terjun ke masyarakat, bersama-sama membangun Partai Golkar ini supaya lebih solid, lebih maju, dan lebih bagus ke depannya,” kata Algafry.



Bidik tambahan kursi DPRD

Konsolidasi struktur tersebut juga dibarengi dengan target politik Partai Golkar Belitung Timur. Ketua DPD II Partai Golkar Beltim Nadiarsyah mengatakan penguatan kepengurusan hingga tingkat bawah diharapkan dapat meningkatkan soliditas partai dalam menghadapi agenda politik mendatang.

“Harapan ke depan ini untuk DPD Belitung Timur kita makin solid untuk segera memenangkan pelaksanaan pilkada maupun legislatif dan pilpres serta DPR pusat,” kata Nadiarsyah.

Nadiarsyah mengatakan Partai Golkar akan melanjutkan konsolidasi hingga tingkat desa dan kelurahan. Langkah tersebut diharapkan membuat partai semakin dekat dengan masyarakat.

“Kita terus melaksanakan konsolidasi. Ini juga wujud daripada keseriusan kita selaku pengurus dalam rangka untuk lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Algafry optimistis penguatan struktur organisasi di bawah kepemimpinan Nadiarsyah dapat berdampak terhadap perolehan kursi Partai Golkar di DPRD Belitung Timur.

Saat ini, Golkar memiliki tiga kursi di DPRD Belitung Timur. Partai tersebut menargetkan peningkatan perolehan kursi menjadi lima, bahkan enam kursi.

“Saya yakin optimis bahwasannya di bawah kepemimpinan Bang Nadi, DPD Golkar Belitung Timur akan mengalami perubahan yang luar biasa. Saya yakin dari tiga kursi, tadi target beliau lima kursi bahkan bisa jadi enam kursi. Ini yang harus kita kejar,” kata Algafry.

Ia menilai target tersebut membutuhkan kesamaan langkah seluruh jajaran partai. Pengurus di setiap tingkatan diminta memperkuat konsolidasi dan membangun kedekatan dengan masyarakat.

“Tidak ada alasan dan kata lain kecuali kita berjuang bersama untuk merebut hati rakyat ini supaya Partai Golkar bisa dipilih oleh rakyat,” ujar Algafry.


Tujuh pengurus kecamatan

Dalam pelantikan tersebut, tujuh ketua dan jajaran pengurus kecamatan Partai Golkar Beltim resmi dilantik.

Mereka adalah Zukariwanda sebagai Ketua PK Golkar Kecamatan Manggar, Yuli Pelandi sebagai Ketua PK Golkar Kecamatan Gantung, Thamrin sebagai Ketua PK Golkar Kecamatan Simpang Pesak, Selvi Dwi Yanti, S.Sy., M.MKmt sebagai Ketua PK Golkar Kecamatan Dendang, Harliandi sebagai Ketua PK Golkar Kecamatan Damar, Herawadi sebagai Ketua PK Golkar Kecamatan Kelapa Kampit, dan Edi Suryadi sebagai Ketua PK Golkar Kecamatan Simpang Renggiang.

Rangkaian pelantikan diawali pembacaan teks Pancasila oleh kader muda Golkar dari SOKSI dan pembacaan Ikrar Panca Bhakti Partai Golkar.

Surat keputusan penetapan pengurus kecamatan dibacakan secara bergantian oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD II Golkar Beltim Dwi Nanda Putra, Bendahara DPD II Golkar Beltim Zulchaidir, dan Sekretaris DPD II Golkar Beltim Sarjana.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh pengurus, kader, dan tamu undangan.

Pelantikan tersebut menjadi langkah awal konsolidasi Partai Golkar Belitung Timur untuk memperkuat struktur organisasi hingga tingkat akar rumput sekaligus mempersiapkan diri menghadapi agenda politik mendatang.


Senin, 13 April 2020
Temukan BB Miras Ilegal di Warkop Kawasan Pelabuhan Batu Aer, Zikril : DM Terancam Diproses Hukum Sesuai Perda

Temukan BB Miras Ilegal di Warkop Kawasan Pelabuhan Batu Aer, Zikril : DM Terancam Diproses Hukum Sesuai Perda

Temukan BB Miras Ilegal di Warkop Kawasan Pelabuhan Batu Aer, Zikril : DM Terancam Diproses Hukum Sesuai Perda



Belitung Timur, Berita Indonesia Raya-Tim Operasi Gabungan Satpol PP,  Polres Beltim, KUPP Manggar beserta Aparat Kecamatan Simpang Pesak,  Kades Batu Itam dan Kades Tanjung Batu Itam  berhasil  menemukan Barang Bukti (BB) peredaran dan penjualan Miras ilegal berupa setengah jerigen ukuran  20 liter, bir putih 14 botol dan bir hitam sebanyak 10 botol di warkop Dm warga Desa Batu Penyu yang  membuka Warkop di lokasi kawasan Pelabuhan Batu Aer Desa Tanjung Batu Itam Kecamatan Simpang Pesak.Senin (13/04/2020).

Dm (40 tahun) tak berkutik  kepergok petugas gabungan yang langsung dipimpin Kasat Pol PP Zikril didampingi Kasat Sabhara Polres Beltim  AKP Suseno Joko Waluyo seizin Kapolres Beltim AKBP Jojo Sutarjo.S.IK.,M.H  Sekda Kabupaten Beltim Drs Ikhwan Fahrozi.Camat Simpang Pesak Shoufian S.AP dan  Agung Suryadi  petugas Faspel KUPP mewakili Pimpinan KUPP Manggar.

Atas temuan  kasus tersebut Kasat Pol PP Beltim meminta terduga diproses hukum sesuai Perda yang akan disangkakan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di Satpol PP dan meminta petugas menutup Warkop milik Dm tersebut  hingga proses hukum penegakkan Perda berlanjut.

“Kami ucapkan terima kasih kepada  warga setempat beserta aparat Desa Tanjung Batu Itam dan Camat Simpang Pesak  yang secara rutin membangun komunikasi dan koordinasi yang kondusif efektif dengan  aparat keamanan, sehingga keluhan warga tidak sampai terjadi mengambil langkah bertindak di luar prosedur terhadap keluhan masyarakat tentang aktivitas beberapa warkop di lokasi tersebut,”kata Zikril.

Selain itu Kasat Pol PP dan Kasat Sabhara Polres Beltim juga menyempatkan Sosialisasi Protokol agar membatasi waktu dan jumlah perkumpulan orang, tidak melakukan transaksi jual beli barang-barang terlarang, penampungan orang-orang/pegawai warkop yang disinyalir warga meresahkan masyarakat.

“Warkop di wilayah ini sudah beberapa kali ditertibkan Satpol PP maupun Aparat Keamanan setempat dan belum menunjukkan itikad baiknya terhadap tindakan preventif dan persuasif yang selama ini telah dilakukan oleh Aparat Pemerintah dan Keamanan setempat,"ujar Kasat Pol PP ini.

Tim Gabungan di saat Sosialisasi Protokol ini juga meminta untuk mematuhi protokol keluar rumah maupun ditempat umum kepada warga sekitar dan warkop-warkop target penertiban, seperti kewajiban memakai masker, mengatur jarak, mencuci tangan dengan handsanitizer, serta selalu memeriksakan kesehatan diri dan keluarga dan menghimbau agar melaporkan kepada Aparat Desa setempat bila ada saudara sanak family maupun pendatang yang baru masuk di wilayah desa setempat dengan cara yang baik, menjunjung tinggi asas harmonisasi dan humanisasi kehidupan bermasyarakat agar tidak terjadi konflik horizontal dalam suasana duka bersama , mengantisipasi dan melawan penyebaran virus corona-19.(*/Salis)
Kamis, 25 April 2019
Dinas Perkim Babel Akan Bangun 69 Unit lanjutan Rumah Rekonstruksi dan Rehabilitasi di Beltim

Dinas Perkim Babel Akan Bangun 69 Unit lanjutan Rumah Rekonstruksi dan Rehabilitasi di Beltim

Dinas Perkim Babel Akan Bangun 69 Unit lanjutan Rumah Rekonstruksi Rehabilitasi di Beltim

Kepala Dinas Perkim Provinsi Kepulauan Bangkabelitung Rakhmadi S.Pd,MA
Bangkabelitung,Berita Indonesia Raya -Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Kepulauan Bangkabelitung (Babel) pada tahun 2019 ini akan melanjutkan pembangunan lanjutan rumah rekonstruksi dan rehabilitasi korban banjir di Dusun Merante Desa Selinsing serta Dusun Canggu Desa Lenggang Kecamatan Gantung Kabupaten Belitung Timur Provinsi Bangkabelitung.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Babel Rakhmadi S.Pd,MA kepada wartawan ini mengatakan Dinas Perkim Babel Akan membangun sebanyak 69 unit lanjutan rumah rekonstruksi dan rehabilitasi di Dusun Merante dan Dusun Canggu.

"Untuk di lokasi Dusun Merante ada 40 unit rumah yang akan dibangun tahun 2019 ini dalam satu hamparan dengan 60 unit rumah yang telah dibangun di tahun 2018, sehingga nantinya total ada 100 unit rumah rekonstruksi di Merante dan di Dusun Canggu yang memenuhi klasifikasi kita ada 29 unit rumah,jadi tahun ini lanjutan rumah rekonstruksi dan rehabilitasi jumlahnya ada 69 unit rumah,"ungkap Rakhmadi S.Pd,MA.Kamis (25/04/2019).


Kepala Dinas Perkim Babel menyebutkan pada tahun 2020 Dinas Perkim Babel merencanakan akan melanjutkan kembali pembangunan di daerah kawasan rumah rekonstruksi dan rehabilitasi korban banjir ini dengan membangun prasarana,sarana dan utilitas (PSU).

"PSU seperti fasilitas umum,air,jalan lingkungan dan drainasenya Insyaallah akan dibangun tahun 2020,jadi tidak bersamaan karena anggaran juga terbatas,artinya bertahap kita membangunnya" beber Rakhmadi.

Selain pembangunan lanjutan rumah rekonstruksi dan rehabilitasi Rakhmadi S.Pd,MA juga mengatakan ada pembangunan bantuan rumah tidak layak huni(RTLH) sebanyak 68 unit rumah se-Babel.

"Khusus Bantuan RTLH diberikan kepada masyarakat yang tidak memiliki kemampuan sama sekali untuk membangun memperbaiki rumahnya dan pada tahun 2019 ini bantuan rumah RTLH di Kabupaten Beltim ada 10 unit RTLH dan 4 unit di Kabupaten Belitung,jumlah keseluruhan se-Provinsi Kepulauan Bangkabelitung ada 68 unit rumah RTLH,"kata Kepala Dinas Perkim Provinsi Kepulauan Bangkabelitung Rakhmadi S.Pd,MA.(Red)

Senin, 08 April 2019
Lalai Laporkan LHKN, 94 Pejabat Terancam Ditunda Mendapatkan TPP

Lalai Laporkan LHKN, 94 Pejabat Terancam Ditunda Mendapatkan TPP

Lalai Laporkan LHKN,94 Pejabat Terancam Ditunda Mendapatkan TPP 

Belitung Timur,Berita Indonesia Raya -Pemerintah Kabupaten Belitung Timur mulai menerapkan sangsi bagi para pejabat esselon, pejabat pembuat komitmen serta bendahara yang lalai dalam melaporkan harta kekayaannya melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Sangsi administrasi tersebut berupa penundaan pemberian Tunjangan Penambahan Pendapatan atau TPP selama minimal satu bulan.

Data laporan LHKPN tahun 2018 yang harus dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI paling 31 Maret 2019 lalu. Jika biasanya menggunakan manual atau kertas, tahun 2019 ini sudah menggunakan aplikasi on-line.  
          
Sekretaris Daerah Beltim, Ikhwan Fahrozi menegaskan sangsi yang diberikan merupakan amanat dari KPK RI. Tujuannya untuk mengingatkan dan mendisiplinkan pejabat agar menjalankan tanggungjawabnya.
          
“Kita perlu sosialisasi dan intervensi mengenai LHKPN ini. Banyak dari mereka yang belum melaporkan karena merasa belum wajib mengisi LHKPN,” tegas Ikhwan kepada Diskominfo Beltim, Senin (8/4/19).
          
Ikhwan menyebut di Kabupaten Beltim setidaknya ada 488 orang pejabat yang diwajibkan melaporkan LHKPN. Dari jumlah tersebut, 94 orang diantaranya kedapatan belum mengisi LHKPN.
          
“Data itu hasil rekapitulasi per 1 April 2019 kemarin. Target kita 100 persen, yang sudah mengisi sekitar 81 persen,” kata Ikhwan.
          
Meski begitu, Ikhwan pencapaian 81 persen sudah cukup baik. Mengingat Kabupaten Beltim merupakan Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung yang paling banyak mewajibkan pejabatnya mengisi LHKPN.
          
“Jumlah kita paling banyak karena bukan hanya pejabat esselon II dan III saja yang wajib mengisi LHKPN. Namun juga esselon IV, PPK serta bendahara pendapatan dan pengeluaran,” jelas Ikhwan.  
          
Data dari administrator LHKPN di Inspektorat Kabupaten Beltim hingga 8 April 2019, sudah 455 pejabat yang selesai mengisi LHKPN. Terdapat perbedaan jumlah dengan data rekaputulasi mengingat beberapa pejabat ada yang sudah pensiun dan tidak memiliki jabatan sebagai bendahara.
          
“Kalau data terakhir itu yang wajib LHKPN 480 orang. 455 orang itu jumlah tambahan setelah tanggal 31 Maret sampai dengan hari ini,” terang Administrator LHKPN Inspektorat, Leni.      
           
Sementara itu, Al salah seorang pejabat yang akan terkena sangsi mengatakan siap menerima hukuman yang akan diberikan. Diakuinya ia lalai untuk mengisi LHKPN.
          
“Awalnya saat Bulan Januari sampai Februari masih santai. Terus pas Maret kemarin saya diklat PIM. Pas mau ngisi diujung-ujung bulan Maret sudah penuh servernya,” ungkap Al.(*/Red)
Senin, 11 Maret 2019
UNPAD Bandung dan BKPSDM Kabupaten Beltim Tandatangani Perjanjian Kerjasama Tugas Belajar S2 PNS Pemkab Beltim

UNPAD Bandung dan BKPSDM Kabupaten Beltim Tandatangani Perjanjian Kerjasama Tugas Belajar S2 PNS Pemkab Beltim

UNPAD Bandung dan BKPSDM Kabupaten Beltim Tandatangani Perjanjian Kerjasama Tugas Belajar S2 PNS Pemkab Beltim 

Bupati Beltim Yuslih Ihza dan para PNS Pemkab Beltim saat mengikuti perkuliahan Perdana di UNPAD Bandung
Bandung Jawa Barat,Berita Indonesia Raya - Waktu dan tempat tidak menjadi halangan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Belitung Timur(Beltim) dalam melanjutkan S2,Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung siap menerima PNS Pemkab Beltim.

Dekan Sekolah Pasca Sarjana UNPAD Bandung dan Kepala BKPSDM Kabupaten Beltim menandatangani Perjanjian Kerja Sama tugas Belajar S2 PNS Pemkab Beltim di Sekolah Pasca Sarjana UNPAD Bandung disaksikan oleh Bupati Beltim Yuslih Ihza. Senin 11/03/2019,

Bupati Beltim Yuslih Ihza mengatakan perjanjian kerjasama tugas belajar S2 ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Beltim untuk peningkatan pembangunan dan mutu Sumber Daya Manusia para PNS di Kabupaten Belitung Timur.

Yuslih berharap dengan melaksanakan S2 ini pihak sekolah Pascasarjana UNPAD Bandung dapat menyiapkan PNS Beltim untuk memperoleh pendidikan dan pengetahuan sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah,sehingga nantinya mereka bisa menghadapi dan mengatasi masalah-masalah pembangunan daerah dan melayani masyarakat dengan lebih baik.

"Pegawai Negeri Sipil Kabupaten Belitung Timur yang telah siap mengikuti tugas belajar dapat benar-benar diberikan bimbingan dan dapat diberikan kompetensi secara optimal kepada SDM Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kabupaten Belitung Timur."tambahnya 

Sementar,Dekan Sekolah Pasca Sarjana UNPAD Bandung Prof Hendrawan menyebutkan Perkuliahan S2 ini juga tidak terhambat waktu dan tempat, karena bisa dilakukan secara fleksibel atau geogle class.Oleh karena itu, para PNS di Pemkab Beltim bisa berkuliah dengan nyaman, dengan memberikan tugas secara terstruktur tapi mandiri.

"Ada beberapa kabupaten, perguruan tinggi dan dari luar negeri yang mengadakan kerjasama S2 ini dan bisa diikuti dari berbagai jurusan, jadi dilaksanakan secara Multi entrik", beber Prof Hendrawan.

"Para mahasiswa harus aktif, perkuliahan di tahun pertama dilakukan seperti biasa, kemudian tahun kedua sudah melakukan Sidang Usulan Riset (SUR) dengan didampingi dosen pembimbing dan mahasiswa sudah menyusun proposal tesis."katanya 

Perkuliahan perdana dimulai pada hari Senin 11 Maret 2019 dengan program studi regional inovasi dan pariwisata berkelanjutan yang dikuti oleh Bupati Beltim, Sekda serta beberapa PNS Beltim yg ikut hadir,sedangkan materi perkuliahan disampaikan oleh Prof Hendrawan, Awaludin Nugraha,Rusdin Tahir dan ute lies Siti Khadijah.
(*/Red)
Rabu, 06 Maret 2019
Awas Buang Puntung Rokok Akan Kena Denda,Isyak Meirobie: Ada Seratus Titik CCTV Yang Akan dipasang

Awas Buang Puntung Rokok Akan Kena Denda,Isyak Meirobie: Ada Seratus Titik CCTV Yang Akan dipasang

Awas Buang Puntung Rokok Akan Kena Denda,Isyak Meirobie : Ada Seratus Titik CCTV Yang Akan dipasang

Wabup Belitung Isyak Meirobie S.Sn saat mengunjungi Posko Satuan Petugas Khusus Patroli Kebersihan Jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung .
Tanjungpandan,Berita Indonesia Raya -- Pembuang sampah sembarangan akan dikenakan sanksi atau denda,termasuk pembuang puntung rokok sembarangan yang dianggap sama dengan sampah lainnya akan diancam dengan denda minimal hukuman sosial berupa ikut menyapu,hal ini dilontarkan Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie S.Sn kepada Wartawan ini saat mengunjungi Posko Satuan Petugas Khusus Patroli Kebersihan  Belitung di belakang Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung.Selasa 5/3/2019.

Isyak Meirobie menyebutkan Pemerintah Kabupaten Belitung sudah mempersiapkan Peraturan Bupati untuk melaksanakan tindakan bagi masyarakat yang tidak patuh membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

Bahkan Wabup mengatakan akhir tahun ini akan mewujudkan seratus titik CCTV dan TV Layar besar.

"Tadi kita juga sudah rapat dengan sistem smart,akhir tahun ini kita wujudkan ada CCTV seratus titik ditambah dengan layar besar,jadi bukan lagi Wabup atau Bupati yang menangkap orang tapi CCTV yang akan merekam semua itu."beber Wabup

lanjut Wabup,Pemerintah akan mensosialisasikan aturannya dengan memasang spanduk dan meminta Satpol PP untuk mengingatkan bahwa ada aturannya.

"Berharap minggu depan kita sosialisasikan karena permintaan Sosialisasi banyak,kita pasang spanduk,kita akan minta Pol PP mengingatkan bahwa ada aturan seperti ini dan seterusnya tapi setelah itu eksekusi."kata Isyak

Isyak juga menambahkan bahwa Perda Persampahan sudah ada di Kabupaten Belitung.

"Kita sudah mempunyai Perda Persampahan loh,hukumannya 50 juta,iya kan,50 juta itu mengerikan,gak mungkin orang buang sampah saya tangkap sidang 50 juta,proses nya panjang,kita pikirkan yang lebih simpel seperti Singapura dan Jepang."pungkasnya

"Termasuk Istri,anak saya buang(red,membuang sampah sembarangan) saya denda, itu catatan,penting,sudah saya beritahu semalam(red,pada keluarganya) "tegasnya lagi

Isyak Meirobie juga menyampaikan membuang sampah sembarangan adalah perbuatan yang tidak baik,apalagi sudah ada aturannya dan bagi masyarakat yang membantu melaporkan orang yang membuang sampah sembarangan akan mendapat reward (hadiah) dari Pemerintah.(Red)

Selasa, 05 Maret 2019
Isyak Meirobie Kunjungi Markas Satgas KPK Belitung

Isyak Meirobie Kunjungi Markas Satgas KPK Belitung

Isyak Meirobie Kunjungi Markas Satgas KPK Belitung 

Tanjungpandan,Berita Indonesia Raya -Wakil Bupati (Wabup)Belitung Isyak Meirobie S.Sn mengunjungi Posko Satuan Petugas(Satgas) Khusus Patroli Kebersihan(KPK) di belakang Kantor Dinas Lingkungan Hidup(DLH) Kabupaten Belitung Jalan Yos Sudarso Kecamatan Tanjung Pandan Kabupaten Belitung Provinsi Bangkabelitung,Selasa sore 5/3/2019.

Wabup dalam kunjungan nya setelah  menuju ruang Rapat DLH Kabupaten Belitung langsung menuju Posko Satgas khusus Patroli Kebersihan yang sudah ditunggu oleh pasukan Dinas Lingkungan Hidup ini.

Isyak Meirobie saat memberikan arahannya mengatakan sangat mengapresiasi kinerja para pasukan petugas Kebersihan.

"ini pasukan luar biasa,saya apresiasi,nanti siapa saja yang membuang sampah akan di berikan sanksi,sanksinya bayar, yang gak   punya uang kita hukum sosial mereka ikut nyapu supaya merasakan bahwa menjaga kebersihan itu tidak mudah."kata Wabup

Wabup juga menyebutkan barangsiapa nanti masyarakat yang membantu melaporkan orang yang membuang sampah sembarangan akan diberi Reward (hadiah).(Red)


Kesepakatan Bersama Antara Kejari Belitung Dengan Pemkab dan Pemdes serta Diskominfo Belitung

Kesepakatan Bersama Antara Kejari Belitung Dengan Pemkab dan Pemdes serta Diskominfo Belitung

Kesepakatan Bersama Antara Kejari Belitung Dengan Pemkab danPemdes serta Diskominfo Belitung 
Saat Penandatanganan kesepakatan bersama Bupati Belitung Sahani Saleh S.Sos(kiri) Kepala Kejaksaan Negeri Belitung Sekti Anggraini S.H,M.H(kanan)

Belitung,Berita Indonesia Raya -Pemerintah Kabupaten(Pemkab)Belitung dan Pemerintahan Desa se-Kabupaten Belitung serta Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belitung membuat Kesepakatan Bersama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung di ruang Sidang Sekretariat Kabupaten Belitung Provinsi Bangkabelitung.Selasa 5/3/2019.

Dalam acara Kesepakatan Bersama tersebut hadir Bupati Belitung H.Sahani Saleh S.Sos, Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie S.Sn,Plt Sekda Belitung Jasagung  Hariyadi,Kajari Belitung Sekti Anggraini S.H,M.H,Kepala Dinas Kominfo Belitung M.Iqbal,perwakilan Beacukai Pelabuhan Tanjung Pandan Zubair Ali dan Eka,Kasat Reskrim Polres Belitung Bagus Krisna,Kadis Ops HAS Hananjoeddin Mayor arbiter,Pas Intel Kodim Belitung letda agus,Danpos TNI AL lettu Dimun,Kepala Imigrasi Belitung Dewanto Wisnu,Camat se-Kabupaten Belitung,Kepala Desa se-Kabupaten Belitung serta para Undangan lainnya.

Kesepakatan Bersama ini tentang Kerjasama di bidang Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara serta Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D).

Penandatanganan kesepakatan antara Kejari Belitung dengan Pemkab Belitung ditandatangani oleh Bupati Belitung Sahani Saleh S.Sos sedangkan dari Pemerintahan Desa diwakili oleh Lima Pemdes yaitu Kepala Desa (Kades)Juru seberang Darsono Mewakili desa se-kecamatan Tanjungpandan,Kades air Seruk Prasastia Yoga mewakili Desa se-Kecamatan Sijuk,Kades Badau  mewakili Desa se-Kecamatan Badau,Kades Goal Yusuf Kamarudin mewakili Desa se-Kecamatan Selat nasik,Kades Padang Kandis Sumantri mewakili Desa se-Kecamatan Membalong.

Bupati Belitung Sahani Saleh S.Sos didampingi Kajari Belitung saat usai acara kepada Wartawan mengatakan Adanya Kesepakatan Bersama ini untuk membuat  suatu kesadaran dan upaya pencegahan terjadinya kerugian Negara.

"jadi adanya Muo TP4D  ini adalah yang paling utama membuat suatu kesadaran dan didasari pemahaman bahwa TP4D ini adalah upaya suatu  pecegahan dari segala sesuatu perbuatan dari hal hal yang merugikan Negara."ucap Bupati Belitung

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Belitung Sekti Anggraini S.H,M.H  menyebutkan Kesepakatan Bersama antara Kejari Belitung dengan Pemkab,Pemdes dan Diskominfo Belitung ini untuk mendorong pembangunan di Kabupaten Belitung.

"kami sangat ingin ikut mendorong pembangunan Kabupaten Belitung,sangat ingin ikut mendorong memperkecil adanya pelanggaran pelanggaran yang artinya bermuara pada tujuan TP4D,memang kita diharap sebagai pengaman dan pengawal program program Pemerintah,artinya program pemerintah bisa berjalan dengan lancar,pengelola keuangan tepat sasaran untuk pembangunan Kabupaten Belitung."beber Kepala Kejaksaan Negeri Belitung  yang dibawa kepemimpinan nya meraih predikat dua Wilayah Bebas Korupsi (WBK) ini.(Red)
Rabu, 27 Februari 2019
Pajak Sumbang 60 Persen Ke APBD Beltim, Uang Pajak Yang Kembali Ke Beltim Lebih Besar Dari Yang Dibayarkan

Pajak Sumbang 60 Persen Ke APBD Beltim, Uang Pajak Yang Kembali Ke Beltim Lebih Besar Dari Yang Dibayarkan

Pajak Sumbang 60 Persen Ke  APBD Beltim,Uang Pajak Yang Kembali Ke Beltim Lebih Besar Dari Yang Dibayarkan

Belitung Timur,Berita Indonesia Raya  Sebesar 60 persen sumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Belitung Timur(Beltim) berasal dari Pajak. Dari jumlah APBD Kabupaten Beltim tahun 2019 yang hampir mencapai Rp 1 triliyun, Rp 600 milyarnya berasal dari Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus dan Dana Bagi Hasil.

Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tanjungpandan, Sugeng Pamilu Karyawan menyatakan penerimaan pajak dari Kabupaten Beltim mencapai Rp 110 milyar. Jumlah itu menandakan uang pajak yang kembali ke Kabupaten Beltim jauh lebih besar dari yang dibayarkan.
  
“Tahun ini kami tergetkan penerimaan pajak tumbuh menjadi 25 persen, oleh karena itu kami berharap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat juga tumbuh. Jika perekonomian tumbuh maka penerimaan pajak pun akan tumbuh,” kata Sugeng seusai menghadiri Pekan Panutan 2019 terkait Penyampaian SPT Tahunan 2018 di Ruang Satu Hati Bangun Negeri, Kantor Bupati Beltim, Rabu (27/2/19).
          
Sugeng yang didampingi Kepala Kantor Pelayanan Pajak Kantor Pembantu (KP2KP) Manggar, Edi Purwanto mengungkapkan bahwa tingkat kepatuhan membayar pajak di Kabupaten Beltim cukup tinggi. Meski begitu diakuinya masih ada segelintir pengemplang pajak.   

          “Selama 25 tahun saya di Pajak, untuk Kabupaten Belitung dan Beltim sudah cukup baik, penunggak pajak masih ada cuman bisa dikatakan sedikit. Untuk menunjang target, kita akan yang belum bayar ini akan terus kita pepet,” tegas Sugeng.

Sementara Kepala KP2KP Manggar Edi Purwanto menambahkan, untuk itulah Kantor Pajak berupaya menekan jumlah penunggak pajak melalui Pekan Panutan. Hal ini bertujuan meningkatkan kesadaran untuk lapor pajak melalui keteladanan para pimpinan daerah, dan juga apresiasi kepada para Wajib Pajak yang telah membayar pajak dan patuh melaporkannya.

"Kepada Wajib Pajak, kami membuat sarana komunikasi yang banyak. Sebagai contoh, untuk para bendaharawan di Pemkab Beltim Beltim, kami punya grup WhatsappSahabat Pajak Beltim. Harapan kami, itu semua semakin memudahkan Wajib Pajak untuk memenuhi hak dan kewajiban perpajakannya,” ujar Edi.(*/Afriani )


Targetkan Pendapatan Pajak Dari Perusahaan

Targetkan Pendapatan Pajak Dari Perusahaan

Targetkan Pendapatan Pajak Dari Perusahaan

Belitung Timur,Berita Indonesia Raya -Wakil Bupati Belitung Timur (Beltim), Burhanudin menekankan masih banyak perusahaan yang mengambil sumber daya alam di Kabupaten Beltim namun tidak membayarkan pajaknya di KP2KP Manggar. Hal itu lantaran perusahaan berkantor Pusat di Jakarta atau daerah lain.

Pendapatan pajak dari pembayaran wajib pajak perusahaan sendiri menyumbang 60 persen lebih dari pembayaran di Kabupaten Beltim. Meski mayoritas pembayar pajak di Kabupaten Beltim didominasi oleh wajib pajak perorangan.

Nah perusahaan ini nanti kita minta agar dapat buka kantor di sini. Biar mereka dapat bayar pajak juga di sini,” kata Aan, sapaan Burhanudin.

Menurut Aan dengan adanya pembayaran pajak dari perusahaan tersebut secara otomatis akan menambah pendapatan pajak di Kabupaten Beltim, sehingga membuat porsi anggaran untuk pembangunan di Kabupaten Beltim juga meningkat.

“Sebagai gambaran, PAD kita hanya sekitar Rp 120 milyaran, dan target penerimaan Pajak PBB Rp 2,5 Milyar. Bayangkan dengan penerimaan Pajak sekitar Rp 110 milyar, saja kita dapat sekitar Rp 600 milyar. Otomatis dana bagi hasil, DAK atau DAU kita juga akan meningkat,” ungkap Aan.

Ditambahkannya penerimaan pajak dari Kabupaten Beltim sendiri menyumbang sepertiga dari penerimaan KPP Pratama Tanjung Pandan. Di mana total penerimaan Pajak se-Pulau Belitung mencapai Rp 444 milyar.

Kesadaran masyarat untuk membayar pajak pada daerah sangat penting. Karena untuk kontribusi pembangunan di daerah. Oleh karena itu saya mengajak untuk aktif membayar pajak,” ajak Aan.  

Porsi penerimaan dari unsur pajak di APBN mencapai 75%, sehingga tidak berlebihan jika pajak disebut sebagai urat nadi pembangunan. Oleh karena itu,  kepatuhan dan realisasi penerimaan dari target yang ditetapkan harus mendapatkan dukungan semua pihak, baik Ditjen Pajak maupun pihak lain.(*/Red)
Jumat, 22 Februari 2019
Wabup Belitung Sidak Ke Terminal Tanjung Pandan,Terminal Bukan TPA

Wabup Belitung Sidak Ke Terminal Tanjung Pandan,Terminal Bukan TPA

Wabup Belitung Sidak Ke Terminal Tanjung Pandan,Terminal Bukan TPA


Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie saat melakukan sidak ke Terminal Tanjung Pandan

Tanjung Pandan,Berita Indonesia Raya -Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie S.Sn melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) ke Terminal Bus Tanjung Pandan yang berada di Kelurahan Lesung Batang Kecamatan Tanjung Pandan Kabupaten Belitung Provinsi Bangkabelitung.Kamis 21/2/2019.

Wakil Bupati Belitung(Wabup)dalam melakukan aksi Sidaknya melibatkan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah(BPKAD) terkait pengelolaan aset, Jajaran Satpol PP serta Penanggung jawab Terminal Tanjungpandan,dalam hal ini Dinas Perhubungan.

Saat di Terminal Tanjung Pandan, Wabup banyak sekali menemukan masalah yang tidak sepantasnya terjadi, seperti masalah sampah dan juga banyaknya kios/lapak yang tidak diaktifkan (tutup) serta tidak digunakan sesuai peruntukkannya.

"Banyak sekali aset yang terlantar disini. Atas permasalahan-permasalahan tersebut, saya meminta jajaran Satpol PP bergerak cepat bersama Dinas Lingkungan Hidup untuk membersihkan terminal dalam kurun waktu 10 hari ke depan, serta akan dilakukan penataan kembali terhadap para penyewa yang tidak aktif."kata Isyak Meirobie.

Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie berharap Terminal ke depan adalah wadah penghubung transportasi yang nyaman dan aman, bukan tempat yang mirip dengan tempat pembuangan akhir sampah (TPA).(*/Red)
Pemprov Babel Kucurkan Dana Hibah,Penerima Hibah Harus Paham Apa Yang harus Dilengkapi

Pemprov Babel Kucurkan Dana Hibah,Penerima Hibah Harus Paham Apa Yang harus Dilengkapi

Pemprov Babel Kucurkan Dana Hibah,Penerima Hibah Harus Paham Apa yang Harus Dilengkapi

Tampak penerima bantuan Hibah Pemprov Babel TA 2019 di Ruang Pasir Padi Kantor Gubernur Babel.
Bangkabelitung,Berita Indonesia Raya - Gubernur Kepulauan Bangka Babel, Erzaldi Rosman, melalui sambutannya yang disampaikan Asisten Bidang Administrasi dan Umum Sekretariat Daerah (Setda), Darlan, mengatakan, Penerima Hibah, khususnya dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangkabelitung(Babel), harus mengerti dan paham apa yang harus dilengkapi sebagai penerima hibah.
Untuk memahami hal tersebut, kata Asisten Administrasi dan Umum, perlu adanya Sosialisasi. “Dengan adanya sosialisasi ini, penerima mengerti segala proses yang telah ditentukan mulai dari surat menyurat, proses SPJ, peruntukkannya, serta konsolidasi yang harus dilakukan antar pengurus dengan yayasan yang menerima hibah,” ungkapnya, saat membuka Sosialisasi Penerapan Hibah Tahun 2019, di Ruang Pasir Padi Lantai III Kantor Gubernur Babel, Kamis (21/2/2019).
Selain itu, kata Darlan, Penerima Hibah agar melakukan pengawasan dan evaluasi mulai dari proses dan penyelenggaraan kegiatan, serta menyampaikan laporan pertanggungjawabannya pada tahun berikutnya.
“Harapan Pemprov Babel, tahun mendatang dapat memberikan bantuan hibah lebih banyak lagi, sehingga dengan adanya bantuan hibah yang disampaikan tersebut, tersebar merata di seluruh daerah yang ada di Babel,” tutup Darlan.
Sementara itu, Kepala Biro Kesra Setda Babel, Asyraf Suryadin, dalam paparannya menjelaskan, hibah yang akan disampaikan pada Tahun Anggaran 2019 berupa hibah organisasi kemasyarakatan kepada masyarakat Babel.
Dalam proses penerimaan hibah pada tahun 2019 tersebut, diuraikan Asyraf, memiliki persyaratan, yaitu: a) memiliki akte pendirian yang dikeluarkan oleh notaris; b) telah terdaftar pada kementerian yang membidangi urusan hukum dan hak asasi manusia paling singkat 3 tahun yang dibuktikan dengan surat tanda pengesahan badan hukum; c) memiliki surat keterangan domisili dari lurah atau kepala desa setempat; d) memiliki sekretariat tetap yang berkedudukan dalam wilayah administrasi Provinsi, kecuali masyarakat yang memiliki hubungan dengan Provinsi dan berada diluar Provinsi; dan e) memiliki nomor rekening bank.
Asyraf berharap, dengan adanya persyarakatn yang telah ditentukan tersebut, seluruh penerima hibah dapat melengkapi surat - surat dan persyaratan yang dibutuhkan.
Turut hadir dalam sosialisasi itu, Perwakilan Baznas Babel, dan Penerima Hibah Pemprov Babel TA 2019 yang ada di Babel.(*/Eric)
Pemprov Babel Akan Rehab Dan Bangun Rumah Korban Pasca Banjir Tahap II

Pemprov Babel Akan Rehab Dan Bangun Rumah Korban Pasca Banjir Tahap II

Pemprov Babel Akan Rehab Dan Bangun Rumah Korban Pasca Banjir Tahap II

Para calon penerima bantuan saat sosialisasi di Gedung Pertemuan Kantor Desa Selinsing Kecamatan Gantung
Gantung,Berita Indonesia Raya – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali akan merekonstruksi, merehabilitasi, dan merelokasi 75 unit rumah di Desa Selinsing dan Lenggang Kecamatan Gantung. Bantuan rumah type 36 itu diberikan bagi rumah korban pasca bencana banjir tahun 2017 lalu.

Sebanyak 40 unit rumah di Dusun Trans Merenate Desa Selinsing akan direlokasi atau dibangunkan yang baru lengkap bersama setifikatnya. Sedangkan 35 unit lainnya di Desa Lenggang hanya sekedar direhabilitasi atau diperbaiki, masuk program peningkatan kualitas rumah tidak layak huni (RTLH).
          
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Mathur Noviansyah mengemukakan program Rekonstruksi, Rehabilitasi dan Relokasi Rumah Pasca Bencana tahun anggaran 2019 ini merupakan tahap II. Tahun 2018 lalu, sudah diserahkan 60 unit rumah program relokasi pasca bencana.
         
“Kalau yang di Trans Merante memang target awalnya program relokasinya 100 unit, yang sudah dibangun tahun lalu sebanyak 60 unit. Program ini menyelesaikan yang sisanya, yakni 40 unit,” ungkap Mathur saat ditemui di kegiatan Sosialiasi kepada calon penerima bantuan di Gedung Pertemuan Kantor Desa Selinsing Kecamatan Gantung Kabupaten Beltim Kamis (21/2/19).
         
 Untuk 35 unit rumah di Desa Lenggang, ditekankan Mathur bukan merupakan Program Relokasi, namun dimasukkan dalam program peningkatan peningkatan RTLH. Khusus di Desa Lenggang, calon penerima bantuan akan melakukan kesepakatan bersama dengan Dinas Perkim Provinisi Kepulauan Babel.
          
“Sebanyak 35 unit ini banyak yang belum memenuhi syarat, mengingat kondisinya tidak rusak total. Jadi hanya direhabilitasi, namun dilakukan berjenjang juga, tergantung dampak kerusakannya,” jelas Mathur.
          
Mathur mengatakan pekerjaan proyek bangunan akan segera dilaksanakan pada April 2019 mendatang. Saat ini Dinas Perkim Provinsi sedang melaksanakan tahap lelang pengerjaan proyek.
          
“Proyek ini dianggarkan dari APBD Pemrov Babel. Kita di Kabupaten hanya sebatas membantu memfasilitasi termasuk kegiatan sosialisasi hari ini,” kata Mathur.

Sementara Wakil Bupati Beltim Burhanudin meminta agar calon penerima bantuan rumah pasca banjir khususnya program relokasi agar dapat menjaga dengan baik rumah yang akan diberikan. Rumah harus benar-benar ditinggali dan jangan sekali-sekali diperjual belikan.

“Jaga baik-baik, jangan dilepas apalagi sampai diperjual belikan. Sudah ada kasusnya, rumahnya dijual uangnya buat hal-hal yang tidak jelas,” beber Aan sapaan Wabup.

Aan meminta agar masyarakat dapat turut mengawasi pembangunan. Jika ditemukan ada masalah, ia meminta agar terlebih dulu menyelesaikannya dengan RT, Kepala Dusun atau pun Pemerintah Desa.

“Diomongkan dan didiskusikan dulu bersama dengan perangkat desa cari penyelesaian terbaik. Jangan bentar-bentar diekspos di media sosial, nanti malah nambah masalah,” pinta Aan.

Wabup juga berpesan saat nanti sudah jadi, masyarakat yang tinggal di permukiman dapat menjaga kebersihan dan estetika. Sehingga rumah dan kawasan pemukiman jadi tempat yang asri untuk ditinggali.

“Untuk pemilik rumah, kalau nanti sudah diserah-terimakan silahkan kalau mau ada penambahan mau bikin apa terserah. Masyarakatlah yang harus mikirkan bagaimana menatanya,” tukasnya.(*/Red)     
Copyright © 2014 Berita Indonesia Raya All Right Reserved