Sulitnya mendapatkan BBM,DPRD Beltim Gelar Rapat
Sulitnya mendapatkan BBM,DPRD Beltim Gelar Rapat
Belitung Timur,Berita Indonesia Raya -Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) diwilayah Belitung Timur(Beltim) menyebabkan keresahan bagi warga pemakai BBM di Kabupaten Belitung Timur, menyikapi hal ini DPRD Kabupaten Beltim menggelar rapat dan mengundang Jober PT Pertamina dan mitra Pertamina sebagai pendistribusian BBM PT Patra Niaga,para Pengelola SPBU se-Kabupaten Beltim serta para instansi terkait di ruang Rapat Besar DPRD Kabupaten Beltim.Senin 11/2.Dalam rapat ini hadir Asisten II Kabupaten Beltim Ir Khaidir Lutfi,Kepala Ekbang Kabupaten Beltim Hendri,Kasat polpp Kabupaten Beltim Ronny S,perwakilan Polres Beltim Saragih,Supervisor Jober PT Pertamina Tanjungpandan Adhi ,Perwakilan PT Patra Niaga Andi Marwanto dan Diky,Perwakilan Pengelola SPBU se-Kabupaten Beltim,Tokoh Masyarakat Kabupaten Beltim Baharan dan Para Anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur.
Ketua DPRD Kabupaten Beltim Tom Haryono saat membuka rapat mengatakan pertemuan ini sebagai tindak lanjut pertemuan yang sudah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu berkaitan dengan kondisi BBM di wilayah Kabupaten Belitung Timur ini.
"Nah jadi berkaitan dengan hal tersebutlah maka Kami dari DPRD Setelah mendengar masukan masukan dari masyarakat juga hujat hujatan lewat medsos,jadi kami melaksanakan tugas pokok dan fungsi kami dalam hal ini pengawasan,untuk itu kami kirimlah undangan kepada bapak bapak untuk menggelar rapat dengar pendapat." ujar Tom Haryono.
SelanjutnyaTom Haryono memberikan kesempatan pertama kepada Rohalba Anggota Komisi II untuk menyampaikan hal hal yang berkaitan dengan pembahasan permasalahan BBM yang terjadi di wilayah Kabupaten Belitung Timur.
Rohalba menuturkan Rapat dengar pendapat masalah BBM ini merupakan rapat yang kedua kalinya.rapat pertama kali dilakukan pada tanggal 15 Januari 2019.
"Kenapa dilakukan pada tanggal 15 Januari 2019,karena pada saat itu betul betul dimana situasi dan kondisi untuk distribusi minyak yang ada di Belitung Timur sangat betul betul kurang kondusif."kata Rohalba dengan suara lantangnya.
Selain Rohalba,Anggota DPRD Beltim yang lainnya juga mempertanyakan kendala apa yang menjadi Kelangkaan BBM.
Menjawab pertanyaan pertanyaan para Anggota DPRD Kabupaten Beltim terkait permasalahan BBM di Kabupaten Beltim Supervisor Jober PT Pertamina Tanjung Pandan Adhi menyebutkan patner PT Pertamina yaitu PT Patra Niaga sebagai pendistribusian pengelola mobil tangki mengalami keterlambatan dikarenakan mobil angkutan mengalami problem tekhnis.
"memang ada problem tekhnis pada mobil angkutan kami,memang itu mengakibat kan keterlambatan,mengatasi hal itu hari libur dan hari minggu kami melakukan penyaluran."jelas Adhi
Sementara perwakilan PT Patra Niaga Diky mengungkapkan pertanggal satu Januari 2019 mendapatkan pekerjaan dari PT Pertamina untuk melakukan Penyaluran BBM dengan Kontrak 10 Mobil.
"Kita dikontrak pertamina itu hanya 10 mobil yang awalnya sebelum kita pegang itu memang sekitar 22 mobil."sebut Diky
Katanya,yang tadinya ada 22 mobil,dengan 10 mobil otomatis harus merubah lagi pola pengiriman ke SPBU supaya menghindari SPBU itu jangan ada yang kekosongan.
"Jadi kita memaksimalkan 10 mobil ini untuk mengirimkan ke semua lembaga penyalur."tandas Diky
Ketua DPRD Kabupaten Belitung Timur Tom Haryono disaat usai rapat kepada Wartawan mengatakan DPRD Kabupaten Beltim menggelar rapat hari ini supaya jelas apa penyebabnya BBM susah.
"Tadi kan sudah ketahuan,yang pertama itu karena keterbatasan armada dari Jober ke SPBU SPBU maupun ke penyalur,kalau dulu 22 kendaraan yang dipakai,sekarang kan ada kontrak baru dengan anak perusahaan daripada Pertamina yaitu Patra Niaga itu syarat kontraknya hanya boleh 10 kendaraan yang boleh dioperasionalkan,jelaslah kan tersendat ini kan"kata Tom Haryono.
"Berdasarkan pertemuan hari ini mereka juga akan melaporkan bahwasannya pokok permasalahan adalah transportasi atau armada dan kami juga akan datang melakukan koordinasi dengan pihak Pertamina yang ada di Palembang." pungkas Ketua DPRD Kabupaten Beltim.(Red)
0 komentar:
Posting Komentar