Breaking News
Loading...

Redaksi

PT Simpoer Belitong www.bir.web.id Komisaris Utama : Lisa Devianty Penasehat Hukum : Muhammad Yusuf M.H. Dewan Penasehat : Samsul Arifin P.hd Dewan Redaksi : Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Sahrus Salis Wakil Pemimpin Redaksi/Redaktur: Fendi Kuswandi Fotografer : Supardi Staf Redaksi&Periklana : Nining yuli Tata Letak/Grafis : Hadi Bidang IT : Ahmad Syaifullah Kepala Biro/Wartawan Propinsi Bangkabelitung : Ayirah, Ade, Eric Amd, Hadi, Supardi, Hadi Kamal, Nining. Hermanzah, Alexander. Propinsi Sumatera Selatan : Rouzie Agus Propinsi Kalimantan Barat : Thalud SE Propinsi Jawa Barat & DKI Jakarta : Ayu Cahyani Vawitri,Anggun Vabella Putri S.Pd,Ahmad Saifullah Propinsi Jawa Timur : Muhammad Yusuf M.H.
  • New Movies
  • Recent Games
  • Tech Review

REDAKSI

PT Simpoer Belitong www.bir.web.id Komisaris Utama : Lisa Devianty Penasehat Hukum : Muhammad Yusuf M.H. Dewan Penasehat : Samsul Arifin P.hd Dewan Redaksi : Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Sahrus Salis Wakil Pemimpin Redaksi/Redaktur: Fendi Kuswandi Fotografer : Supardi Staf Redaksi&Periklana : Nining yuli Tata Letak/Grafis : Hadi Bidang IT : Ahmad Syaifullah Kepala Biro/Wartawan Propinsi Bangkabelitung : Ayirah, Ade, Eric Amd, Hadi, Supardi, Hadi Kamal, Nining. Hermanzah, Alexander. Propinsi Sumatera Selatan : Rouzie Agus Propinsi Kalimantan Barat : Thalud SE Propinsi Jawa Barat & DKI Jakarta : Ayu Cahyani Vawitri,Anggun Vabella Putri S.Pd,Ahmad Saifullah Propinsi Jawa Timur : Muhammad Yusuf M.H.

Recent Post

Sabtu, 29 Agustus 2026
Golkar Belitung Timur Pamer Kekompakan dalam Pawai Pembangunan HUT RI ke-81

Golkar Belitung Timur Pamer Kekompakan dalam Pawai Pembangunan HUT RI ke-81


Berita Indonesia Raya
, Belitung Timur — Ratusan kader Partai Golongan Karya atau Golkar Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, turun ke jalan mengikuti Pawai Pembangunan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Barisan kader Golkar datang dari berbagai wilayah di Belitung Timur. Mereka terdiri atas pengurus Dewan Pimpinan Daerah, pengurus kecamatan, hingga anggota organisasi sayap partai.

Peserta pawai terbagi dalam sejumlah kelompok. Sebagian berjalan kaki, sementara lainnya menggunakan kendaraan hias. Tak seluruh peserta tampil dengan atribut Golkar. Beberapa di antaranya mengenakan pakaian dengan warna dan model berbeda, membuat barisan partai itu tampil lebih beragam di tengah arak-arakan.

Ketua DPD Partai Golkar Belitung Timur, Nadiarsyah, mengatakan keikutsertaan partainya bukan sekadar meramaikan agenda peringatan kemerdekaan. Menurut dia, pawai menjadi kesempatan untuk menunjukkan keberadaan Golkar di daerah sekaligus membangun kepercayaan diri menghadapi partai politik lain.

"Tujuannya adalah kita agar lebih eksis dilihat di Belitung Timur khususnya ini kita eksis serta ada semacam unjuk gigi kepada sahabat-sahabat partai lain," kata Nadiarsyah seusai mengikuti pawai di Diosa Cafe, Jalan Simpang Mudong, Desa Lalang Jaya, Kecamatan Manggar.

Nadiarsyah mengatakan Golkar ingin kembali menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan di Belitung Timur. Salah satu targetnya adalah menambah jumlah kursi di lembaga legislatif.

"Semoga kita kedepannya menjadi partai yang diperhitungkan di dalam kita menggapai cita-cita untuk memperjuangkan penambahan kursi di legislatif serta merebut kekuasaan kembali di Belitung Timur," ujarnya.



Dari Tujuh Kecamatan

Barisan Golkar dalam pawai itu melibatkan kader dari tujuh kecamatan. Mereka datang dari Dendang, Simpang Pesak, Gantung, Manggar, Simpang Renggiang, Damar, dan Kelapa Kampit.

Organisasi sayap partai juga ikut turun. Di antaranya Angkatan Muda Partai Golkar atau AMPG, Pasukan AMPG, serta Kesatuan Perempuan Partai Golkar atau KPPG.

"Ada AMPG, pasukan AMPG, KPPG, terus kader-kader partai Golkar di seluruh kecamatan yang ada di Belitung Timur ini," kata Nadiarsyah.

Bagi Nadiarsyah, berkumpulnya kader dari berbagai wilayah menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan internal partai. Setelah pawai selesai, rombongan Golkar tidak langsung membubarkan diri.

Mereka berkumpul di Diosa Cafe. Suasananya lebih santai. Para kader menikmati musik dan makan bersama.

Nadiarsyah mengatakan pertemuan itu sengaja dilakukan untuk menjaga kekompakan kader.

"Di akhir acara kita sengaja ngumpul di tempat ini untuk kembali mengingatkan kepada kader bahwasanya kita harus selalu kompak di dalam melaksanakan kegiatan dan semoga juga apa yang kita cita-citakan bisa tercapai dengan baik," ujarnya.

Ia menyebut pertemuan tersebut sebagai bagian dari silaturahmi antar-kader dan komponen Partai Golkar.

"Ini adalah silaturahmi dari seluruh partai, dari kader-kader partai Golkar dan komponennya sambil kita tadi menikmati musik serta makan sore bersama di tempat ini, di Diosa Cafe," kata Nadiarsyah.

Ia juga menyampaikan harapan agar partai yang dipimpinnya semakin kuat.

"Kami Partai Golkar dalam hal ini sudah berpartisipasi untuk memperingati HUT RI ke-81. Semoga Partai Golkar semakin hari semakin jaya," ujarnya.







Target Kursi Legislatif

Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari Partai Golkar, Maisinun, turut mengapresiasi keterlibatan kader Golkar Beltim dalam pawai tersebut.

Menurut Maisinun, partisipasi kader yang terlihat dari jajaran pengurus hingga tingkat bawah menunjukkan antusiasme yang cukup besar.

"Saya selaku anggota DPRD Provinsi Partai Golkar perwakilan dari Belitung dan Belitung Timur sangat merasa apresiasi dengan ketua dan pengurus jajaran Partai Golkar sampai ke paling bawah karena kelihatan sekali pada hari ini partisipasinya sangat luar biasa," kata Maisinun.

Maisinun berharap geliat konsolidasi tersebut berlanjut menjadi kekuatan politik di pemilihan legislatif berikutnya. Ia berharap Golkar mampu meningkatkan jumlah kursi di setiap daerah pemilihan.

"Saya berharap mudah-mudahan ini memang semacam ya ada perubahan bahwa Golkar yang sekarang lebih baik daripada yang kemarin dan mudah-mudahan ke depan akan lebih banyak mendapat kursi di perwakilan dapil masing-masing," ujarnya.

Pawai Pembangunan HUT ke-81 RI akhirnya menjadi panggung bagi Golkar Beltim untuk memperlihatkan barisan kadernya. Di balik kemeriahan pawai dan suasana santai setelahnya, partai ini membawa satu pesan: memperkuat kekompakan sembari menyiapkan target politik berikutnya.



Kamis, 27 Agustus 2026
Dosen Pulang Kampung IPB Hadir di Desa Lassar, Dorong UMKM Naik Kelas lewat Inovasi Ikan Pouch

Dosen Pulang Kampung IPB Hadir di Desa Lassar, Dorong UMKM Naik Kelas lewat Inovasi Ikan Pouch


Berita Indonesia Raya
, Belitung — Inovasi pengolahan hasil perikanan diperkenalkan kepada masyarakat Desa Lassar, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, melalui Program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB University 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Lassar, Rabu (26/8/2026), itu diikuti 30 peserta yang terdiri atas ibu-ibu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta masyarakat setempat.

Program tersebut diketuai Dr. Ir. Bustami Ibrahim, M.Sc., dosen IPB University yang merupakan putra asli Belitung. Melalui kegiatan itu, Bustami membawa pengetahuan dan inovasi dari perguruan tinggi untuk diterapkan dalam pengembangan potensi hasil perikanan masyarakat desa.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah pengolahan gangan tumis berbahan ikan ke dalam kemasan pouch tahan panas.

Gangan merupakan salah satu kuliner yang lekat dengan masyarakat Belitung. Dalam pelatihan tersebut, cita rasa makanan lokal itu tidak diubah, tetapi dikembangkan melalui teknologi pengolahan dan pengemasan agar lebih praktis dan memiliki peluang pasar yang lebih luas.



Gangan Tumis Dikemas Lebih Modern

Peserta mengikuti secara langsung proses pengolahan produk, mulai dari persiapan bahan baku, pengolahan bumbu, proses pemasakan, pengisian ke dalam pouch, penyegelan menggunakan vacuum sealer, hingga proses pemanasan bertekanan.

Melalui praktik tersebut, peserta diperkenalkan pada sejumlah aspek yang menentukan kualitas produk, seperti kebersihan, mutu bahan baku, konsistensi proses produksi, ketepatan pengemasan, dan tampilan produk.

Bustami mengatakan inovasi pengolahan pangan tidak selalu harus menghasilkan makanan yang sepenuhnya baru. Produk tradisional juga dapat dikembangkan dengan teknologi sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Inovasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Lassar untuk mengembangkan produk olahan ikan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” kata Bustami.

Kemasan pouch menjadi salah satu pilihan karena memiliki bentuk yang praktis dan ringan. Teknologi tersebut juga membuka peluang bagi makanan khas Belitung untuk dipasarkan dalam bentuk yang lebih mudah dibawa dan didistribusikan.

Namun, pengembangan produk pangan dalam kemasan tahan panas tetap membutuhkan pengujian dan validasi lebih lanjut, terutama terkait keamanan pangan dan umur simpan sebelum diproduksi secara komersial.


Peserta Antusias Mengikuti Praktik

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka tidak hanya mendengarkan pemaparan materi, tetapi juga terlibat dalam proses pembuatan produk.

Gangan tumis yang selama ini lebih dikenal sebagai makanan rumahan diperlihatkan dalam bentuk produk dengan kemasan yang lebih rapi dan modern.

Bagi pelaku UMKM, pengenalan teknologi tersebut memberikan gambaran mengenai peluang mengembangkan ikan lokal menjadi produk bernilai tambah.

Kuliner tradisional pun tidak harus kehilangan identitasnya ketika masuk ke dalam bentuk usaha yang lebih modern. Justru, teknologi pengolahan dan pengemasan dapat menjadi sarana untuk mempertahankan karakter makanan sekaligus memperluas pasarnya.

Program tersebut juga memberikan pemahaman bahwa peningkatan daya saing UMKM tidak hanya berkaitan dengan rasa. Kebersihan proses, kualitas bahan baku, konsistensi produksi, kemasan, serta tampilan produk menjadi bagian yang tidak terpisahkan.


Dorong Produk Unggulan Desa

Desa Lassar memiliki potensi sumber daya perikanan yang dapat dikembangkan menjadi basis usaha masyarakat. Kondisi tersebut membuka peluang bagi pengembangan produk olahan ikan yang tidak hanya dikonsumsi secara langsung, tetapi juga memiliki nilai jual sebagai produk UMKM.

Dengan inovasi ikan pouch, gangan tumis berpeluang dikembangkan sebagai produk khas desa, oleh-oleh, maupun produk olahan yang dapat dipasarkan ke wilayah yang lebih luas.

Program Dospulkam IPB University menjadi salah satu upaya menghubungkan pengetahuan perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat. Dosen didorong membawa ilmu pengetahuan, teknologi, dan hasil riset untuk diterapkan di daerah yang memiliki kedekatan historis maupun sosial.

Pelaksanaan kegiatan di Desa Lassar mendapat dukungan Dinas Perikanan Kabupaten Belitung dan Pemerintah Desa Lassar.

Kegiatan dibuka Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung yang diwakili Kepala Bidang Usaha Perikanan, Susanto, S.Pi., M.Si.

Kepala Desa Lassar, Triska Arafad, S.Ag., turut mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus mengembangkan potensi ekonomi desa berbasis sumber daya lokal.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan.

Bustami berharap masyarakat dapat melanjutkan pengembangan produk dengan memperbaiki mutu dan proses produksi sehingga inovasi yang diperkenalkan dapat memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.

“Ilmu pengetahuan akan lebih berarti ketika dapat kembali memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dari Desa Lassar, pengolahan ikan lokal dipertemukan dengan teknologi pengemasan. Gangan tumis tetap mempertahankan cita rasa Belitung, tetapi hadir dalam bentuk yang lebih praktis dan membuka peluang baru bagi pengembangan UMKM masyarakat setempat.

Putra Belitung Pulang Membawa Inovasi, IPB University Latih UMKM Desa Lassar Mengolah Ikan Pouch

Putra Belitung Pulang Membawa Inovasi, IPB University Latih UMKM Desa Lassar Mengolah Ikan Pouch


Berita Indonesia Raya, Belitung — Kepulangan seorang akademisi ke daerah asal tidak sekadar menjadi perjalanan pulang. Di Desa Lassar, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, kepulangan itu diwujudkan dalam bentuk transfer pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat.

Hal tersebut dilakukan Dr. Ir. Bustami Ibrahim, M.Sc., dosen IPB University sekaligus putra asli Belitung melalui Program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB University 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Lassar pada 26 Agustus 2026 itu diikuti sekitar 30 peserta yang terdiri atas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya ibu-ibu, serta masyarakat setempat.

Pelatihan tersebut mengangkat tema “Inovasi Ikan Pouch dan Pemanfaatan Minyak Hasil Precooking sebagai Strategi Peningkatan Nilai Tambah Usaha Perikanan Masyarakat Pesisir Desa Lassar, Belitung”.


Dalam kegiatan itu, peserta diajak mengembangkan olahan ikan lokal menjadi produk yang dikemas menggunakan pouch tahan panas. Salah satu produk yang dipraktikkan ialah gangan tumis, makanan berbahan dasar ikan yang telah akrab dengan cita rasa masyarakat Belitung.

Peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teori. Mereka juga mengikuti langsung proses pengolahan, mulai dari menyiapkan bahan, meracik bumbu, memasak, memasukkan produk ke dalam kemasan pouch, melakukan penutupan menggunakan vacuum sealer, hingga proses pemanasan bertekanan.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa inovasi produk pangan lokal tidak harus menghilangkan karakter tradisionalnya. Teknologi justru dapat digunakan untuk memperpanjang peluang pemasaran dan meningkatkan nilai jual produk.

Produk yang sebelumnya identik dengan olahan rumah tangga dapat dikembangkan dalam kemasan yang lebih praktis dan menarik sehingga berpeluang menjangkau konsumen yang lebih luas.

Program Dospulkam IPB University merupakan salah satu sarana untuk mendiseminasikan ilmu pengetahuan, menerapkan teknologi, sekaligus mendorong hilirisasi inovasi di tengah masyarakat.

Melalui program tersebut, dosen didorong kembali ke daerah yang memiliki kedekatan historis maupun sosial untuk menerapkan keilmuan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan di Desa Lassar turut mendapat dukungan Dinas Perikanan Kabupaten Belitung. Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung yang diwakili Kepala Bidang Usaha Perikanan, Susanto, S.Pi., M.Si.

Pemerintah Desa Lassar juga terlibat sebagai mitra dalam pelaksanaan program. Kepala Desa Lassar, Triska Arafad, S.Ag., mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus mengembangkan potensi ekonomi desa berbasis sumber daya perikanan.

Keterlibatan pemerintah desa dinilai penting untuk memastikan inovasi yang diperkenalkan tidak berhenti setelah pelatihan selesai.

Bagi pelaku UMKM, teknologi pengemasan pouch juga memberikan pengetahuan baru mengenai pentingnya kualitas bahan baku, kebersihan selama proses produksi, konsistensi pengolahan, kualitas penutupan kemasan, hingga tampilan produk.

Antusiasme peserta terlihat ketika mereka mengikuti setiap tahapan praktik. Gangan tumis yang selama ini lebih banyak dikenal sebagai makanan rumahan diperkenalkan dalam bentuk produk kemasan yang lebih modern.

Pengembangan tersebut membuka peluang bagi makanan khas daerah untuk tidak hanya dikonsumsi dalam kondisi segar, tetapi juga dikembangkan sebagai produk usaha yang memiliki nilai tambah.

“Inovasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Lassar untuk mengembangkan produk olahan ikan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” kata Bustami dalam kegiatan tersebut.

Menurut dia, potensi hasil perikanan di daerah perlu diikuti dengan kemampuan masyarakat dalam mengolah dan mengemas produk sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.

Dukungan pemerintah desa dan Dinas Perikanan, ditambah pendampingan dari perguruan tinggi, diharapkan dapat menjaga keberlanjutan pengembangan produk tersebut.

Bagi Bustami, Program Dosen Pulang Kampung bukan hanya menjadi kesempatan untuk kembali ke daerah asal. Program itu sekaligus menjadi ruang untuk membawa ilmu pengetahuan agar dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“Ilmu pengetahuan akan lebih berarti ketika dapat kembali memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dari Desa Lassar, inovasi pengolahan ikan mempertemukan tiga hal sekaligus: cita rasa lokal, penerapan teknologi, dan peluang pengembangan usaha. Produk sederhana berbasis hasil perikanan itu pun berpeluang menjadi bagian dari identitas baru UMKM perikanan di Belitung.

Kamis, 20 Agustus 2026
Golkar Beltim Rayakan HUT ke-81 RI, Tegaskan Komitmen Hadir di Tengah Masyarakat

Golkar Beltim Rayakan HUT ke-81 RI, Tegaskan Komitmen Hadir di Tengah Masyarakat


Berita Indonesia Raya, Belitung Timur — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Belitung Timur menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bersama para kader se-Kabupaten Belitung Timur.

Kegiatan yang berlangsung sederhana di Sekretariat DPD Partai Golkar Beltim, Rabu malam (19/8/2026), diisi dengan pemotongan nasi tumpeng, makan malam bersama, serta pembagian beras dan bingkisan kepada kader.


Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Belitung Timur, Nadiarsyah, mengatakan peringatan HUT RI menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat komitmen partai agar semakin dekat dengan masyarakat.

“Kami dari Partai Golkar Kabupaten Belitung Timur malam hari ini dengan kesederhanaan dan keterbatasan melaksanakan peringatan HUT RI ke-81. Kami tadi ada pembagian tumpeng, makan malam bersama, serta bingkisan untuk kader-kader Partai Golkar,” ujar Nadiarsyah.

Nadiarsyah berharap Golkar dapat menjadi partai yang mampu mengayomi dan diterima masyarakat Belitung Timur. Menurutnya, partai harus terus menghadirkan aspirasi, ide, dan gagasan untuk mendorong perbaikan di berbagai sektor.

“Tentunya kami ingin mengharapkan kepada masyarakat yang ada di Belitung Timur agar Partai Golkar bisa menjadi partai yang mengayomi serta diinginkan dan diterima oleh masyarakat sebagai partai yang aspiratif,” katanya.

Sementara itu, kader Golkar yang juga aktivis Belitung Timur, Muhammad Noor Masese, menilai peringatan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar kegiatan seremonial.


Menurutnya, pemotongan tumpeng dan pemberian bantuan kepada kader merupakan bentuk rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia sekaligus penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan.

“Tugas kita sekarang adalah bagaimana mengisi kemerdekaan ini agar masyarakat ke depan lebih maju dan lebih sejahtera. Rasa syukur itu harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sekadar ucapan atau seremonial,” ujar Muhammad Noor Masese.

Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Kecamatan Manggar, H. Adi. Ia mengapresiasi langkah DPD Golkar Beltim yang untuk pertama kalinya menggelar peringatan HUT RI di kantor partai tersebut.

Ia berharap momentum tersebut menjadi awal perubahan bagi Golkar Beltim, terutama dalam menghadapi dinamika politik menuju tahun 2029.

“Semoga ke depannya, menjelang tahun kontestasi 2029 nanti, Golkar memberikan warna baru. Saya yakin pasti ada perubahan,” kata H. Adi.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kelapa Kampit, Samsudin, menilai kepemimpinan baru di tubuh DPD Golkar Beltim mulai menunjukkan semangat perubahan.

Menurutnya, perubahan tersebut sejalan dengan tagline yang diusung kepengurusan baru.

“Semenjak dipimpin ketua DPD Golkar Kabupaten Belitung Timur yang baru, ini ada sesuatu yang sesuai dengan tagline-nya, yaitu ada perubahan,” ujar Samsudin.

Peringatan HUT ke-81 RI tersebut pun menjadi momentum bagi Golkar Beltim untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.

Bagi para kader dan tokoh masyarakat yang hadir, kemerdekaan tidak berhenti pada perayaan. Semangat kemerdekaan diharapkan diterjemahkan melalui kerja nyata, perubahan, serta kontribusi untuk mewujudkan masyarakat Belitung Timur yang semakin maju dan sejahtera.


Rabu, 12 Agustus 2026
Pesepak Bola Muda Beltim Dzakki Althafa Tampil di Piala Soeratin U-17 Jatim

Pesepak Bola Muda Beltim Dzakki Althafa Tampil di Piala Soeratin U-17 Jatim


Berita Indonesia Raya, LUMAJANG, Jawa Timur — Pesepak bola muda asal Kabupaten Belitung Timur, Dzakki Althafa, mendapat kesempatan menunjukkan kemampuannya pada ajang Piala Soeratin U-17 Jawa Timur bersama ArekMalang Indonesia.

Dzakki yang merupakan pemain SSB Mengkubang United, Kecamatan Damar, Belitung Timur, berhasil lolos seleksi dan masuk dalam skuad ArekMalang Indonesia, klub yang sebelumnya dikenal dengan nama Arema Indonesia.

Pemain berusia 16 tahun yang duduk di kelas XI MAN Kota Batu tersebut menjadikan keikutsertaannya dalam kompetisi itu sebagai kesempatan untuk menambah pengalaman dan mengembangkan kemampuan di level yang lebih tinggi.

Kecintaan Dzakki terhadap sepak bola telah tumbuh sejak usia dini. Ia memiliki kenangan bersama sang ayah yang kerap mengajaknya menyaksikan latihan klub Arema di Malang.

Pengalaman tersebut turut membentuk keinginannya untuk suatu saat bisa menjadi bagian dari perjalanan sepak bola di Kota Malang.

Kini, kesempatan itu datang ketika Dzakki dipercaya memperkuat ArekMalang Indonesia dalam Piala Soeratin U-17 Jawa Timur.

Dalam kompetisi tersebut, ArekMalang Indonesia berada di Grup D bersama Gen B Mojokerto, PSIL Lumajang sebagai tuan rumah, dan Persema Malang.

Seluruh pertandingan grup dijadwalkan berlangsung di Stadion Semeru, Kabupaten Lumajang, pada 12 hingga 15 Agustus 2026.

ArekMalang Indonesia telah tiba di Lumajang pada Selasa (11/8) untuk mempersiapkan pertandingan perdana. Mereka dijadwalkan menghadapi Persema Malang pada Rabu (12/8) pukul 13.00 WIB.

Pertandingan tersebut sekaligus menjadi laga derby bagi kedua tim yang sama-sama berasal dari Kota Malang.

Bagi Dzakki, kesempatan tampil di Piala Soeratin U-17 merupakan pengalaman berharga dalam perjalanan mengejar cita-citanya di dunia sepak bola. Ia berharap kompetisi tersebut dapat menjadi modal untuk terus berkembang dan meningkatkan kepercayaan dirinya.

“Semoga pengalaman pertama ini bisa menjadi motivasi besar bagi saya untuk terus berkembang dan merintis cita-cita sejak kecil bersama keluarga tercinta di Belitung Timur,” kata Dzakki.

Dari Belitung Timur, Dzakki kini membawa harapan untuk berkembang di tengah persaingan sepak bola usia muda di Jawa Timur.

Keikutsertaannya di Piala Soeratin U-17 menjadi salah satu tahapan yang diharapkan dapat membuka jalan bagi pemain muda tersebut untuk terus mengejar impian menjadi pesepak bola profesional.


Selasa, 11 Agustus 2026
Beltim Jadi Daerah Pertama di Babel yang Lantik Pengurus Kecamatan Golkar Secara Serentak

Beltim Jadi Daerah Pertama di Babel yang Lantik Pengurus Kecamatan Golkar Secara Serentak


Berita Indonesia Raya, Belitung Timur — Belitung Timur menjadi daerah pertama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang melaksanakan pelantikan pengurus kecamatan Partai Golkar secara serentak. Pelantikan tujuh pengurus kecamatan itu menjadi bagian dari konsolidasi organisasi untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat desa dan kelurahan.

Pelantikan berlangsung di halaman Sekretariat DPD II Partai Golkar Kabupaten Belitung Timur, Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Algafry Rahman dan Bendahara DPD I Golkar Babel Basit Cinda Sucipto.

Kedatangan kedua pengurus DPD I Golkar Babel disambut dengan pemasangan kain sal dan songket tradisional Belitong. Penyambutan juga dimeriahkan penampilan drumband.

Sejumlah unsur penyelenggara pemilu dan partai politik turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Ketua KPU Belitung Timur, Ketua Bawaslu Belitung Timur, anggota KPU Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta perwakilan Partai Hanura, Gerindra, PKS dan PAN.


Hadir pula Wakil Bupati Belitung Timur Khairil Anwar, Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Belitung Aly Satikin, sesepuh Golkar Belitung Timur, jajaran pengurus DPD II Golkar Beltim, serta organisasi kemasyarakatan AMPI Belitung Timur.


Tindak lanjut instruksi DPP

Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Algafry Rahman mengatakan pelantikan tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi DPP Partai Golkar Nomor 11 Tahun 2026.

Instruksi itu mengarahkan jajaran Partai Golkar di daerah untuk melaksanakan musyawarah daerah, musyawarah kecamatan, serta musyawarah kelurahan dan desa yang dilanjutkan dengan pelantikan kepengurusan.

“Alhamdulillah ini yang pertama kalinya DPD kabupaten yang melaksanakan pelantikan sekabupaten,” kata Algafry seusai kegiatan.

Menurut Algafry, langkah yang dilakukan Golkar Belitung Timur menjadi bagian dari upaya mempercepat konsolidasi organisasi. Setelah kepengurusan tingkat kecamatan terbentuk, konsolidasi akan dilanjutkan ke tingkat desa dan kelurahan.

“Unsur kecamatan sebentar lagi akan melaksanakan muslur maupun musyawarah desa untuk melengkapi susunan pengurus. Sehingga konsolidasi daerah ini bisa berjalan sesuai dengan arahan dan petunjuk dari DPP,” ujarnya.

Algafry juga menyampaikan arahan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani agar kepengurusan partai di seluruh tingkatan dapat semakin solid.

Menurut dia, konsolidasi organisasi tidak hanya ditujukan untuk melengkapi struktur partai, tetapi juga memastikan kader lebih aktif berada di tengah masyarakat.

“Ini bentuk bagaimana beliau betul-betul ingin bersama-sama dengan seluruh kepengurusan ini, bersama-sama terjun ke masyarakat, bersama-sama membangun Partai Golkar ini supaya lebih solid, lebih maju, dan lebih bagus ke depannya,” kata Algafry.



Bidik tambahan kursi DPRD

Konsolidasi struktur tersebut juga dibarengi dengan target politik Partai Golkar Belitung Timur. Ketua DPD II Partai Golkar Beltim Nadiarsyah mengatakan penguatan kepengurusan hingga tingkat bawah diharapkan dapat meningkatkan soliditas partai dalam menghadapi agenda politik mendatang.

“Harapan ke depan ini untuk DPD Belitung Timur kita makin solid untuk segera memenangkan pelaksanaan pilkada maupun legislatif dan pilpres serta DPR pusat,” kata Nadiarsyah.

Nadiarsyah mengatakan Partai Golkar akan melanjutkan konsolidasi hingga tingkat desa dan kelurahan. Langkah tersebut diharapkan membuat partai semakin dekat dengan masyarakat.

“Kita terus melaksanakan konsolidasi. Ini juga wujud daripada keseriusan kita selaku pengurus dalam rangka untuk lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Algafry optimistis penguatan struktur organisasi di bawah kepemimpinan Nadiarsyah dapat berdampak terhadap perolehan kursi Partai Golkar di DPRD Belitung Timur.

Saat ini, Golkar memiliki tiga kursi di DPRD Belitung Timur. Partai tersebut menargetkan peningkatan perolehan kursi menjadi lima, bahkan enam kursi.

“Saya yakin optimis bahwasannya di bawah kepemimpinan Bang Nadi, DPD Golkar Belitung Timur akan mengalami perubahan yang luar biasa. Saya yakin dari tiga kursi, tadi target beliau lima kursi bahkan bisa jadi enam kursi. Ini yang harus kita kejar,” kata Algafry.

Ia menilai target tersebut membutuhkan kesamaan langkah seluruh jajaran partai. Pengurus di setiap tingkatan diminta memperkuat konsolidasi dan membangun kedekatan dengan masyarakat.

“Tidak ada alasan dan kata lain kecuali kita berjuang bersama untuk merebut hati rakyat ini supaya Partai Golkar bisa dipilih oleh rakyat,” ujar Algafry.


Tujuh pengurus kecamatan

Dalam pelantikan tersebut, tujuh ketua dan jajaran pengurus kecamatan Partai Golkar Beltim resmi dilantik.

Mereka adalah Zukariwanda sebagai Ketua PK Golkar Kecamatan Manggar, Yuli Pelandi sebagai Ketua PK Golkar Kecamatan Gantung, Thamrin sebagai Ketua PK Golkar Kecamatan Simpang Pesak, Selvi Dwi Yanti, S.Sy., M.MKmt sebagai Ketua PK Golkar Kecamatan Dendang, Harliandi sebagai Ketua PK Golkar Kecamatan Damar, Herawadi sebagai Ketua PK Golkar Kecamatan Kelapa Kampit, dan Edi Suryadi sebagai Ketua PK Golkar Kecamatan Simpang Renggiang.

Rangkaian pelantikan diawali pembacaan teks Pancasila oleh kader muda Golkar dari SOKSI dan pembacaan Ikrar Panca Bhakti Partai Golkar.

Surat keputusan penetapan pengurus kecamatan dibacakan secara bergantian oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD II Golkar Beltim Dwi Nanda Putra, Bendahara DPD II Golkar Beltim Zulchaidir, dan Sekretaris DPD II Golkar Beltim Sarjana.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh pengurus, kader, dan tamu undangan.

Pelantikan tersebut menjadi langkah awal konsolidasi Partai Golkar Belitung Timur untuk memperkuat struktur organisasi hingga tingkat akar rumput sekaligus mempersiapkan diri menghadapi agenda politik mendatang.


Jumat, 07 Agustus 2026
DPD II Golkar Belitung Timur Rayakan HUT Ke-50 Bahlil Lahadalia dengan Syukuran dan Santunan Anak Yatim

DPD II Golkar Belitung Timur Rayakan HUT Ke-50 Bahlil Lahadalia dengan Syukuran dan Santunan Anak Yatim



Berita Indonesia Raya, Belitung Timur – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Belitung Timur memaknai peringatan Hari Ulang Tahun ke-50 Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dengan menggelar syukuran yang dibarengi aksi kepedulian sosial. Melalui doa bersama, pemotongan tumpeng, serta penyaluran paket sembako kepada anak-anak yatim, jajaran pengurus Golkar Belitung Timur berharap momentum ulang tahun tersebut menjadi wujud rasa syukur sekaligus memperkuat semangat berbagi kepada sesama, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor DPD II Partai Golkar Belitung Timur itu dihadiri oleh jajaran pengurus partai bersama anak-anak yatim. Acara diawali dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas bertambahnya usia Bahlil Lahadalia yang genap berusia 50 tahun.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Setelah doa bersama, prosesi dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan bersama anak-anak yatim. Potongan tumpeng kemudian dibagikan kepada para pengurus sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

Momentum tersebut juga diisi dengan penyerahan paket sembako kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial. Dalam kesempatan yang sama, anak-anak yatim bersama keluarga besar Partai Golkar Belitung Timur turut menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Bahlil Lahadalia, seraya mendoakan agar Ketua Umum DPP Partai Golkar itu senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, dan kesuksesan dalam mengemban amanah.

Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD II Partai Golkar Belitung Timur, Dwi Nanda Putra, didampingi Sekretaris DPD II Partai Golkar Belitung Timur Sarjana, Bendahara DPD II Partai Golkar Belitung Timur Zulchaidir, serta Wakil Ketua Bidang Humas dan Hubungan Antar Lembaga Muhammad Noor Masese, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus ungkapan syukur dari seluruh jajaran pengurus kepada Ketua Umum Partai Golkar.

"Alhamdulillah pada hari Jumat ini kami segenap pengurus DPD II Partai Golongan Karya Kabupaten Belitung Timur mengucapkan kepada Bapak Ketua Umum kami dalam rangka ulang tahun beliau yang ke-50. Semoga beliau sukses dan sehat selalu. Ada pun sebelum kami melakukan acara tersebut, kami ada acara yaitu bingkisan, bingkisan serta doa bersama. Salah satunya pemotongan tumpeng tanda penghargaan untuk beliau dalam rangka ulang tahun tersebut dan santunan sembako kepada fakir dan miskin. Itu yang dapat kami laksanakan untuk DPD II Kabupaten Belitung Timur hari ini," kata Dwi Nanda Putra yang akrab disapa Erwin.

Menurut Erwin, peringatan ulang tahun Ketua Umum DPP Partai Golkar tidak hanya menjadi momentum untuk menyampaikan doa dan ucapan selamat, tetapi juga menjadi kesempatan bagi pengurus di daerah untuk menebarkan manfaat melalui kegiatan sosial. Ia berharap semangat berbagi dan kepedulian terhadap masyarakat terus menjadi bagian dari pengabdian Partai Golkar, sehingga kehadiran partai dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Rabu, 05 Agustus 2026
no image

Redaksi

 PT Simpoer Belitong 

www.bir.web.id


Komisaris Utama : 

Lisa Devianty

Penasehat Hukum : 

Muhammad Yusuf M.H.

Dewan Penasehat :

Samsul Arifin P.hd


Dewan Redaksi :      

                    

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Sahrus Salis 

Wakil Pemimpin Redaksi/Redaktur: Fendi Kuswandi                      

Fotografer : Supardi

Staf Redaksi&Periklana : 

Nining yuli

Tata Letak/Grafis : 

Hadi 

Bidang IT : 

Ahmad Syaifullah


Kepala Biro/Wartawan 

                   

Propinsi Bangkabelitung      : Ayirah, Ade, Eric Amd, Hadi, Supardi, Hadi Kamal, Nining. Hermanzah, Alexander.


Propinsi Sumatera Selatan     : Rouzie Agus


Propinsi Kalimantan Barat     : Thalud SE


Propinsi Jawa Barat & DKI Jakarta : Ayu Cahyani Vawitri,Anggun Vabella Putri S.Pd,Ahmad Saifullah


Propinsi Jawa Timur           : Muhammad Yusuf M.H.


Selasa, 04 Agustus 2026
Reskiansyah Targetkan IPR Belitung Timur Terbit 2026, Tegaskan Administrasi Jadi Syarat Utama

Reskiansyah Targetkan IPR Belitung Timur Terbit 2026, Tegaskan Administrasi Jadi Syarat Utama

Berita Indonesia Raya, Belitung Timur – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ir. Reskiansyah, ST, MM, menekankan bahwa penyelesaian administrasi merupakan tahapan yang tidak dapat diabaikan dalam proses penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) di Kabupaten Belitung Timur. Menurutnya, administrasi yang tertib menjadi dasar agar aktivitas pertambangan rakyat berjalan sesuai ketentuan dan memiliki kepastian hukum.

"Yang paling utama yang kita utamakan adalah terkait tata tertib administrasinya dulu. Tata tertib administrasinya selesai baru kita masuk ke teknis, masuk ke finansial, masuk ke yang utama lagi lingkungan," ujar Reskiansyah usai menghadiri Sosialisasi Rencana Penerbitan dan Pengelolaan IPR di Ruang Pertemuan Kantor Camat Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Selasa (4/8/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan sosialisasi tersebut merupakan tindak lanjut setelah Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menetapkan dan mengumumkan blok Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) pada 22 Juli 2026. Tahapan berikutnya difokuskan pada penyampaian informasi kepada masyarakat mengenai mekanisme pengajuan IPR beserta persyaratan yang harus dipenuhi.

Menurut Reskiansyah, pemerintah berupaya memastikan seluruh proses berlangsung secara tertib, mulai dari aspek legalitas, administrasi hingga ketentuan teknis agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

"Kami mencoba memenuhi semuanya agar proses ini berjalan dengan lancar, aman, tertib, dan nyaman. Harapan kami tentunya potensi-potensi hukum tidak terjadi pada kita semua. Itu yang paling utama," katanya.

Ia menambahkan, percepatan penerbitan IPR di Belitung Timur mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Belitung Timur. Langkah tersebut juga merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dan Bupati Belitung Timur agar wilayah WPR yang telah ditetapkan pemerintah pusat segera dapat dimanfaatkan masyarakat secara sah.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, lanjut dia, menargetkan sebagian izin pertambangan rakyat dapat diterbitkan sebelum akhir tahun 2026.

"Kami punya target juga di akhir tahun 2026 mudah-mudahan ada yang bisa diterbitkan. Karena itu seluruh dokumen pendukung sebagai persyaratan perizinan harus diselesaikan terlebih dahulu," ujarnya.

Reskiansyah mengatakan proses pengajuan IPR tidak lagi dilakukan secara manual, melainkan melalui sistem Online Single Submission (OSS). Oleh sebab itu, seluruh dokumen administrasi harus dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku agar permohonan izin dapat diproses.

"Proses ini bukan melalui manual, tetapi melalui sistem OSS. Artinya semuanya tersistem di dalam aplikasi. Nah, ini harus kita penuhi semua," ucapnya.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan memberikan pendampingan kepada masyarakat maupun koperasi yang mengajukan IPR. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu pemohon memahami seluruh tahapan perizinan hingga izin diterbitkan.

Reskiansyah menegaskan bahwa penerbitan IPR tidak hanya bertujuan memberikan kepastian hukum bagi penambang rakyat, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Belitung Timur.

"Kita tidak hanya memikirkan hari ini, tetapi juga masa depan Belitung Timur. Mudah-mudahan ini bisa mensejahterakan masyarakat dan memberikan dampak ekonomi bagi kita semua," katanya.

Sosialisasi itu menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Kepala DPMPTSP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Hardian SE, Kepala Bidang Pertambangan Bukan Logam dan Batuan Noprial Riady, Pengawas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Abdul Hadi SE, serta Kepala Dinas PUPR Kabupaten Belitung Timur Idwan Fikri ST. Kegiatan dipandu Kepala Cabang Wilayah Belitung ESDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Martoni ST sebagai moderator.

Acara tersebut juga dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, anggota Komisi II DPRD Belitung Timur, Camat Gantung, Camat Manggar, para kepala desa di wilayah pertambangan rakyat, pengurus koperasi produsen pertambangan timah, serta masyarakat yang mengajukan permohonan IPR.

Menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan kerja sama antara pemegang IPR dengan pihak lain, Reskiansyah menyebut pengaturannya masih menunggu regulasi lanjutan.

"Nanti diatur lagi di peraturan selanjutnya," kata Reskiansyah.

Sabtu, 18 Juli 2026
Rudianto Tjen: Pengurus Ranting Harus Jadi Garda Terdepan Rakyat

Rudianto Tjen: Pengurus Ranting Harus Jadi Garda Terdepan Rakyat

Ir Rudianto Tjen 


Bir.web.id, Belitung Timur — Wakil Bendahara Umum PDI Perjuangan, Rudianto Tjen, meminta seluruh pengurus ranting menjadi garda terdepan partai dalam melayani masyarakat dan mengawal aspirasi warga hingga ke tingkat pusat. Pesan itu disampaikan saat menghadiri pelantikan Pengurus Ranting PDI Perjuangan se-Kabupaten Belitung Timur di aula kediaman pribadi Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, Jumat (17/7/2026).

Pelantikan diikuti pengurus ranting dari 39 desa di tujuh kecamatan. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Didit Srigusjaya, Bendahara DPD PDI Perjuangan Babel Dessy Ayutrisna, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Belitung Taufik Mardin, Ketua DPC PDI Perjuangan Belitung Timur Fezzi Uktolseja, Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Belitung Timur, serta jajaran pengurus partai.

Rudianto mengatakan konsolidasi dilakukan untuk menyamakan arah gerak seluruh kader agar mampu menjalankan fungsi partai sebagai pelayan masyarakat.

"Yang kita pastikan hari ini adalah seluruh pengurus memiliki kesepahaman dan tekad yang sama. Pengurus ranting harus menjadi agen partai yang mampu menyalurkan aspirasi masyarakat secara berjenjang hingga ke tingkat pusat," kata Rudianto.

Menurut dia, kader PDI Perjuangan harus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar mengisi struktur organisasi.

"Semua kader harus bergerak dan benar-benar bermanfaat bagi rakyat," ujarnya.

Ketua DPD PDI Perjuangan Bangka Belitung Didit Srigusjaya mengatakan konsolidasi merupakan agenda rutin yang terus dijalankan karena PDI Perjuangan merupakan partai kader.

"Pemilu ataupun tidak, PDI Perjuangan tetap melakukan konsolidasi. Setelah kepengurusan tingkat pusat, provinsi, kabupaten, dan kecamatan terbentuk, kini penguatan dilakukan hingga tingkat ranting," kata Didit.

Ia mengatakan pengurus ranting selanjutnya akan membentuk kepengurusan anak ranting di tingkat dusun maupun lingkungan. Menurut Didit, struktur tersebut diperlukan agar penyerapan aspirasi masyarakat dapat berjalan lebih efektif.

"Pengurus ranting akan membentuk anak ranting sekaligus menjadi penghubung aspirasi masyarakat di tingkat desa maupun dusun agar dapat diperjuangkan melalui mekanisme partai," ujarnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Belitung Timur Fezzi Uktolseja menyebut pelantikan kali ini mencakup seluruh pengurus ranting dari 39 desa di tujuh kecamatan.

Menurut Fezzi, pengurus ranting menjadi ujung tombak partai karena berhadapan langsung dengan masyarakat.

"Ranting menjadi mata dan telinga partai di desa. Kami berharap seluruh pengurus tetap solid, kompak, dan mampu menyerap berbagai persoalan masyarakat untuk diteruskan ke tingkat kabupaten," kata Fezzi.

Ia menambahkan, pembentukan kepengurusan anak ranting di setiap dusun menjadi target berikutnya. Kepengurusan tersebut akan bertugas selama lima tahun sebagai bagian dari penguatan organisasi hingga tingkat paling bawah.

Melalui konsolidasi berjenjang, PDI Perjuangan berharap mampu memperkuat struktur partai sekaligus meningkatkan pelayanan politik dan penyerapan aspirasi masyarakat di Belitung Timur. (Salis)

Selasa, 14 April 2026
69 Kader dan Simpatisan Golkar Beltim Siap Ramaikan Pelantikan di Pangkalpinang

69 Kader dan Simpatisan Golkar Beltim Siap Ramaikan Pelantikan di Pangkalpinang



Berita Indonesia Raya, Belitung Timur — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Belitung Timur, Dwi Nanda Putra, mengungkapkan bahwa sebanyak 69 kader dan simpatisan Partai Golkar akan berangkat ke Pangkalpinang untuk mengikuti dan menyaksikan pelantikan pengurus DPD II Partai Golkar Belitung Timur.

Hal tersebut disampaikan Dwi usai menghadiri rapat koordinasi yang digelar DPD II Partai Golkar Beltim pada Selasa (14/4/2026).

“Acara hari ini seizin dari Ketua DPD II Partai Golong Karya Belitung Timur. Kami rapat koordinasi berkaitan dengan pelantikan pengurus DPD II Partai Golong Karya Belitung Timur di Pangkal Pinang,” ujar Dwi Nanda Putra.

Ia menjelaskan, rapat tersebut bertujuan untuk menyusun dan memastikan kesiapan peserta dari tujuh kecamatan yang akan menghadiri pelantikan yang dijadwalkan berlangsung pada 26 April 2026 mendatang.

“Di tujuh kecamatan kami koordinasikan siapa saja yang ingin menghadiri. Alhamdulillah, kader-kader dan simpatisan yang akan berangkat lebih kurang berjumlah sekitar 60-an orang, tepatnya 69 orang,” jelasnya.

Tak hanya fokus pada agenda pelantikan, rapat koordinasi juga membahas pelaksanaan musyawarah kecamatan (muscam) sebagai bagian dari penguatan struktur partai di tingkat kecamatan.

Dwi menyebut, Kecamatan Gantung telah lebih dulu melaksanakan muscam dan kini tinggal menunggu proses pelantikan pengurus sebagai tahap lanjutan.

“Sebagai sampel, yang telah dilaksanakan oleh pengurus pimpinan kecamatan di Kecamatan Gantung, itu sudah selesai dan tinggal menunggu pelantikan. Itu menjadi contoh tata cara pelaksanaan muscam di kecamatan lain,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen partai dalam mengimplementasikan semangat perubahan yang diusung.

“Karena kami menjunjung tinggi apa yang disampaikan pimpinan, bahwa tagline Partai Golongan Karya Belitung Timur adalah ‘pasti ada perubahan’, dan ini adalah bentuk implementasinya,” tegasnya.

Setelah seluruh muscam di tingkat kecamatan selesai, DPD II Golkar Beltim akan melanjutkan pembentukan kepengurusan hingga ke tingkat desa guna memperkuat basis organisasi.

“Setelah kecamatan selesai, kami juga akan merekrut pengurus pimpinan desa untuk Partai Golkar,” pungkas Dwi.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri jajaran pengurus DPD II Golkar Beltim, termasuk Sekretaris Sarjana, Bendahara Zulchaidir, serta para pengurus pimpinan kecamatan.


Dinas Perikanan Beltim Belum Terima Informasi Pemangkasan BBM, Yoo Gunadi: Tidak Ada Konfirmasi dari Pertamina

Dinas Perikanan Beltim Belum Terima Informasi Pemangkasan BBM, Yoo Gunadi: Tidak Ada Konfirmasi dari Pertamina

Kanan Yoo Gunadi 


Berita Indonesia Raya, Belitung Timur — Dinas Perikanan Kabupaten Belitung Timur menyatakan belum mengetahui adanya pengurangan kuota bahan bakar minyak (BBM) untuk nelayan di SPDN PT Surga Belitung Indah. Staf Bidang Pengelola Produksi Perikanan Tangkap (P3T), Yoo Gunadi, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada pemberitahuan resmi dari pihak Pertamina terkait hal tersebut.


“Jadi begini Pak, terkait ini tanggapan kami untuk rekom BBM itu dari dinas mengeluarkan untuk bulan kemarin itu berjumlah 313 ton jumlah BBM. Itu kita keluarkan berdasarkan dari permintaan nelayan untuk BBM mereka ke laut. Nah soal terkait pemotongan yang berjumlah 80 ton ya, 80 ton itu kami tidak mengetahui dan juga dari pihak Pertamina pun tidak ada informasi ataupun konfirmasi terkait ini,” ujarnya, Senin (13/4/2026).


Ia menjelaskan bahwa jumlah nelayan yang menjadi dasar pengajuan BBM masih tetap, tidak mengalami perubahan, yakni sebanyak 275 kapal. Data tersebut telah disampaikan melalui aplikasi X-Star milik Pertamina. “Dari jumlah nelayan itu tidak ada mengalami perubahan ataupun pengurangan jumlah nelayan, masih tetap sama di 275 jumlah nelayan, kapalnya yang dipakai, 275 berdasarkan data yang kami ajukan melalui aplikasi X-Star Pertamina,” jelasnya.


Terkait adanya laporan dari nelayan, Yoo Gunadi menyebut hingga kini belum ada pengaduan resmi yang diterima oleh dinas. “Tidak ada. Jadi selama ini tidak ada. Yang kami tahu, kami menggunakan rekomendasi untuk BBM di SPDN PT SBI ini berjumlah 313 ton per bulan. Itu tidak mengetahui bahwa adanya pemotongan ataupun pengurangan dari pihak Pertamina. Kalau dari nelayan sendiri sampai saat ini belum ada. Belum ada yang melaporkan terkait pengurangan kuota jumlah BBM yang biasa mereka ambil di POM tersebut,” katanya.


Meski belum menerima laporan, pihaknya tetap akan mengambil langkah koordinasi apabila pengurangan kuota tersebut terbukti signifikan. Ia menyebut dinas akan melakukan pengecekan langsung ke Pertamina untuk mengetahui penyebabnya. “Kalau memang ini nantinya pengurangan yang terjadi terlalu signifikan hampir 80 ton, mungkin dari dinas akan melakukan cross-check ke Pertamina apa yang menjadi kendala sehingga rekomendasi yang kita keluarkan itu jauh berkurangnya hampir dari 80 ton. Ya kita cek ke Pertamina lagi gimana permasalahannya, apakah memang ada pemotongan kuota dari Pertamina sana atau ada teknis lainnya,” pungkasnya.


Pasokan BBM Nelayan Manggar Berkurang, Aktivis Soroti Dampak dan Minta Klarifikasi Pertamina

Pasokan BBM Nelayan Manggar Berkurang, Aktivis Soroti Dampak dan Minta Klarifikasi Pertamina

Muhammad Noor Masese 


Berita Indonesia Raya, Belitung Timur — Pengurangan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bagi nelayan di Manggar, Kabupaten Belitung Timur, menuai sorotan dari aktivis pemerhati nelayan, Muhammad Noor Masese. Ia menilai penurunan distribusi dari 300 ton menjadi 220 ton per bulan berpotensi mengganggu aktivitas melaut dan memicu keresahan di kalangan nelayan.

M Nur, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa kebutuhan BBM nelayan telah dihitung berdasarkan rekomendasi Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Belitung Timur, yakni sekitar 313 ton per bulan untuk melayani 275 kapal dengan ukuran yang bervariasi. “Realisasi dari Pertamina sebelumnya berada di angka 300 ton dan berjalan lancar. Namun beberapa bulan terakhir, pasokan yang masuk ke SPDN PT Surga Belitung Indah hanya 220 ton. Artinya terjadi pengurangan sekitar 80 ton, dan ini sangat signifikan,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Ia mempertanyakan alasan di balik pengurangan tersebut, mengingat kebutuhan nelayan tidak mengalami penurunan. Bahkan, menurutnya, kondisi di lapangan justru menuntut nelayan melaut lebih jauh. “Pertanyaan kami, ke mana 80 ton itu? Kenapa dipotong? Ini harus ditelusuri karena potensi gejolak di nelayan sudah mulai terlihat. Jangan sampai berdampak negatif,” tegasnya.

Menurut M Nur, keterbatasan BBM akan langsung memengaruhi produktivitas nelayan, karena tidak ada alternatif pembelian bahan bakar saat berada di laut. “Nelayan tidak bisa membeli solar di tengah laut. Artinya, jika pasokan dikurangi, ini seperti membatasi mereka untuk melaut dan bekerja,” katanya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah dan DPRD Belitung Timur untuk segera merespons persoalan ini agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Ia menilai langkah cepat sangat diperlukan sebelum muncul reaksi luas dari nelayan. “Apa yang direkomendasikan DKP itu sudah melalui proses verifikasi dan merupakan kebutuhan layak nelayan. Jadi harus menjadi acuan,” jelasnya.

Selain itu, M Nur menekankan pentingnya keterbukaan dari pihak Pertamina agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan. “Jangan sampai muncul anggapan bahwa DKP atau pihak SPDN yang memotong. Padahal ini berasal dari Pertamina. Minimal harus ada penjelasan resmi, baik ke DKP maupun ke pihak SPDN, terkait alasan pengurangan tersebut,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan bahwa transparansi menjadi hal penting dalam menjaga stabilitas di kalangan nelayan. “Jangan ada pembiaran. Jika memang ada pengurangan, sampaikan alasannya secara terbuka agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di kalangan nelayan,” pungkasnya.


Senin, 13 April 2026
DPRD Beltim Dorong Penyelesaian Kasus Pemutusan Listrik, Husaini Rasyid Tekankan Solusi dan Evaluasi Layanan

DPRD Beltim Dorong Penyelesaian Kasus Pemutusan Listrik, Husaini Rasyid Tekankan Solusi dan Evaluasi Layanan



Berita Indonesia Raya, Belitung Timur — DPRD Kabupaten Belitung Timur mengupayakan penyelesaian yang adil dan solutif atas kasus pemutusan aliran listrik yang menimpa warga Desa Lalang Jaya. Komitmen tersebut disampaikan Husaini Rasyid saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak PLN ULP Manggar, Camat Manggar, serta pelanggan yang mengadukan persoalan tersebut, Senin (13/4/2026).

“Jadi, intinya dalam rapat dengar pendapat ini, kami memintakan kepada pihak PLN memberikan sebuah solusi. Mungkin dalam kesempatan ini sebuah kebijakan kepada pelanggan, karena memang persoalan ini cukup rumit,” ujar Husaini Rasyid.

RDP tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan Aspuria, pelanggan PLN yang mengalami pemutusan listrik di kediamannya. Pertemuan itu turut dihadiri jajaran Komisi I dan II DPRD Beltim, pihak PLN ULP Manggar, Camat Manggar, serta Aspuria bersama pendamping.

Dalam arahannya, Husaini menegaskan pentingnya dialog konstruktif antara kedua pihak dengan melibatkan pemerintah kecamatan sebagai pendamping guna mencari titik temu penyelesaian.

“Jadi kami memintakan kedua belah pihak ini bagaimana melakukan dwi partit, bahkan tripartit. Kami juga akan mendisposisikan kepada pihak kecamatan untuk mendampingi pelanggan, mendampingi Bu Aspuria ini,” lanjutnya.

Ia juga menilai persoalan ini harus dijadikan bahan evaluasi bagi PLN, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pembenahan administrasi pelanggan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Dan kami berharap mungkin dalam kesempatan ini menjadi sebuah pembelajaran dari pihak PLN agar pos pelayanan-pos pelayanan, kemudian merapikan administrasi pelanggan-pelanggan ini sehingga tidak terjadi lagi. Sesungguhnya sebenarnya masih banyak persoalan-persoalan terpendam yang belum muncul ke permukaan terkait dengan persoalan pelanggan-pelanggan PLN. Semoga ini menjadi titik tolak bagaimana melakukan pembenahan-pembenahan terhadap pelanggan,” tegasnya.

Sementara itu, Aspuria menjelaskan bahwa langkahnya mengadu ke DPRD dilatarbelakangi keberatan atas kebijakan yang diterimanya setelah listrik di rumahnya diputus.

“Alasan ini dibawa ke DPR karena dari pihak PLN sudah memutuskan listrik, terus kita numpang sama tetangga dipermasalahkan lagi. Mereka ingin rumah kita itu diputus dengan harus membayar administrasi 36 juta baru bisa terpasang kembali. Dengan keberatan kayak gitu akhirnya aku minta tolong dengan DPR supaya rakyatnya bisa terbantulah,” kata Aspuria.

Ia berharap pemasangan listrik dapat kembali dilakukan dengan biaya sesuai ketentuan resmi tanpa adanya beban denda yang tinggi.

“Solusinya aku minta rumah aku dipasang listriknya dengan biaya tertera di PLN. Jangan sampai diminta denda sampai Rp36 juta, itu kan keberatan. Nah itulah solusinya,” ujarnya.

Namun demikian, Aspuria mengaku hasil RDP belum memenuhi harapannya karena belum menghasilkan keputusan final.

“Dengan hasil yang tadi itu, kurang puas. Belum ada keputusan. Jadi masih tindak lanjut. Dikirain akan selesai hari ini. Tapi kita ngikutin prosedur yang ada,” tambahnya.

Di sisi lain, Kepala ULP Manggar, Budiman, menyampaikan bahwa jalannya RDP berlangsung kondusif dan menghasilkan kesepakatan untuk melanjutkan proses mediasi.

“Saya dari PLN ULP Manggar menyampaikan dari kesimpulan hasil rapat RDP di DPR Kabupaten Belitung Timur, yang mana hasil pada siang hari ini cukup baik berjalan lancar. Dari sisi kesimpulan, baik dari DPRD, pihak pelanggan, Camat Manggar dan PLN, secara mediasinya cukup baik dan untuk akhirnya akan dilanjutkan dengan mediasi serta kemungkinan keringanan di sisi pelanggan,” kata Budiman.

Terkait dugaan pelanggaran, ia menegaskan bahwa tindakan PLN telah sesuai dengan standar operasional yang berlaku.

“Intinya kalau di sisi PLN terkait dengan temuan itu sesuai dengan SOP saja. Sesuai dengan SOP standarnya, itu berjalan dengan baik. Dari sisi pelanggan mendampingi dan dari hasil lapangan pun cukup baik dan tidak ada apa-apa, dan itu pelanggan kooperatif juga,” jelasnya.

DPRD Beltim Masuki Pembahasan Raperda, Fezzi Sebut Jawaban Bupati Telah Lengkap

DPRD Beltim Masuki Pembahasan Raperda, Fezzi Sebut Jawaban Bupati Telah Lengkap









Berita Indonesia Raya, Belitung Timur — Ketua DPRD Kabupaten Belitung Timur, Fezzi Uktolseja, menyatakan bahwa jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD mengenai dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) telah disampaikan secara menyeluruh dan kini menjadi dasar untuk melanjutkan ke tahap pembahasan. Hal ini diungkapkannya usai Rapat Paripurna XVII Masa Persidangan II Tahun 2025–2026 yang digelar di ruang sidang DPRD Beltim, Senin (13/4/2026).

“Ya, hari ini kan jawaban Bupati terhadap pandangan umum fraksi. Itu memang pandangan umum fraksi kan seminggu yang lalu, dan hari ini sudah dijawab semua oleh Pak Wakil Bupati yang mewakili Bupati Belitung Timur,” ujar Fezzi kepada awak media.

Rapat paripurna tersebut mengagendakan penyampaian jawaban Bupati terhadap pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terkait dua Raperda Kabupaten Belitung Timur. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Beltim, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, kepala OPD, serta undangan lainnya.

Menurut Fezzi, DPRD akan segera menindaklanjuti dengan pembahasan mendalam terhadap kedua Raperda tersebut, termasuk melibatkan perangkat daerah terkait untuk memberikan penjelasan lebih rinci.

“Setelah ini kami akan melakukan pembahasan terhadap dua peraturan daerah ini. Nanti dalam pembahasan mungkin akan memanggil pihak-pihak pemerintah daerah terkait dua raperda ini. Mudah-mudahan kegiatan pembahasan raperda ini bisa berjalan baik dan lancar,” lanjutnya.

Ia juga menekankan bahwa keberadaan peraturan daerah sangat dibutuhkan sebagai landasan dalam menjalankan roda pemerintahan di daerah.

“Karena memang peraturan daerah ini sangat diperlukan,” tutup Fezzi.


Polisi Mulai Panggil Pihak Pihak Terkait Sengketa Lahan di HGU PT Rebinmas Jaya

Polisi Mulai Panggil Pihak Pihak Terkait Sengketa Lahan di HGU PT Rebinmas Jaya



Berita Indonesia Raya, Belitung Timur – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Belitung Timur mulai melakukan penyelidikan atas laporan PT Rebinmas Jaya terkait dugaan penyerobotan dan pengolahan lahan tanpa izin yang berlokasi di Dusun Bange, Desa Simpang Tiga.

Kasat Reskrim Polres Belitung Timur, AKP Ryo Guntur Triatmoko, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerbitkan surat perintah penyelidikan dan mulai mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak yang berkaitan dengan perkara tersebut.

“Berkaitan dengan laporan yang dibuat oleh PT Rebinmas, kami sudah membuatkan surat perintah penyelidikan kepada penyidik dari unit pidana umum untuk melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak yang berkaitan,” ujar AKP Ryo saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pada Kamis (9/4/2026) yang lalu.

Ia menjelaskan, sejauh ini penyidik telah meminta keterangan dari pihak pelapor melalui bagian legal PT Rebinmas Jaya, serta dari pengurus koperasi yang menjadi pihak terlapor. Dalam waktu dekat, pemeriksaan juga akan dilakukan terhadap pihak desa setempat, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Belitung Timur, serta Dinas Pertanian, khususnya di bidang perkebunan.

“Langkah ini untuk memperkuat konstruksi perkara, terutama dari sisi administrasi dan legalitas lahan yang dimiliki PT Rebinmas,” jelasnya.

Berdasarkan laporan yang diterima, PT Rebinmas Jaya memiliki Hak Guna Usaha (HGU) atas lahan tersebut sejak sekitar tahun 2013 hingga 2014. Namun, lahan itu disebut belum sempat dikelola secara optimal oleh perusahaan, dan justru telah diolah secara sepihak oleh pihak koperasi bersama PT PUS hingga ditanami.

“Secara legalitas, lahan tersebut merupakan HGU milik PT Rebinmas. Namun mereka tidak dapat menikmati hasilnya, sementara kewajiban seperti pembayaran pajak tetap berjalan,” tambahnya.

AKP Ryo juga mengungkapkan bahwa berbagai upaya penyelesaian telah dilakukan, mulai dari somasi hingga mediasi yang difasilitasi Dinas Pertanian. Bahkan, sempat direncanakan mediasi lanjutan dengan melibatkan kepala daerah. Namun hingga saat ini belum tercapai kesepakatan antara para pihak.

Karena tidak adanya titik temu, PT Rebinmas Jaya akhirnya melaporkan kasus tersebut secara resmi ke pihak kepolisian dengan dugaan penyerobotan dan pengelolaan lahan tanpa izin.

Adapun luas lahan yang menjadi objek laporan diperkirakan mencapai sekitar 126 hektare.

Ke depan, Polres Belitung Timur juga berencana melakukan survei lapangan bersama para pihak terkait, termasuk BPN dan Dinas Pertanian, guna memastikan titik lokasi yang menjadi objek sengketa serta memperkuat proses pembuktian.

“Penanganan perkara ini akan kami lakukan secara profesional dan objektif sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegas AKP Ryo.


Targetkan 6.000 Suara di Tiga Kecamatan, Nadiarsyah Tekankan Jaga Kekompakan dan Soliditas Kader Golkar

Targetkan 6.000 Suara di Tiga Kecamatan, Nadiarsyah Tekankan Jaga Kekompakan dan Soliditas Kader Golkar

Bir.web.id, Belitung Timur — Ketua DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Nadiarsyah, menegaskan target perolehan 6.000 suara di wilayah Kecamatan Gantung, Simpang Pesak, dan Dendang pada Pemilu 2029. Pernyataan tersebut disampaikannya saat membuka Musyawarah Kecamatan (Muscam) Golkar di Kecamatan Gantung, Jumat (10/4/2026), yang digelar di Aula Kantor Camat Gantung.

Nadiarsyah menjelaskan, Muscam merupakan bagian dari agenda strategis partai dalam memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat kecamatan guna menghadapi kontestasi politik mendatang.

Dalam kegiatan tersebut, Andi terpilih sebagai Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Gantung DPD Partai Golkar Kabupaten Beltim, yang diharapkan mampu memperkuat konsolidasi dan kinerja partai di tingkat akar rumput.

“Partai Golkar mempunyai agenda politik yaitu pembentukan musyawarah kecamatan di setiap kecamatan yang ada di Belitung Timur. Ini adalah musyawarah kecamatan pertama yang kita gelar di Kecamatan Gantung. Jadi Kecamatan Gantung ini merupakan salah satu lumbung suara Partai Golkar,” ujar Nadiarsyah.

Ia mengungkapkan, pada pemilu sebelumnya wilayah Gantung, Simpang Pesak, dan Dendang berhasil menyumbang 3.608 suara serta mengantarkan satu wakil Golkar di legislatif, yakni Dwi Nanda Putra yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Beltim.

Menurutnya, melalui penguatan organisasi dan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, Golkar optimistis mampu meningkatkan perolehan suara secara signifikan.

“Melalui musyawarah ini, semangat kita untuk menambah perolehan suara dari 3.608 suara menjadi 6.000 suara. Tentunya kita akan bekerja keras dan bersinergi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta para sesepuh,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pembentukan dan penguatan organisasi sayap partai seperti AMPG, AMPI, KOSGORO, dan MKGR hingga ke tingkat kecamatan sebagai bagian dari strategi memperluas basis dukungan.

Tak hanya fokus pada peningkatan suara, Golkar Beltim juga menargetkan penambahan kursi legislatif di wilayah tersebut pada Pemilu 2029.

“Untuk Pemilu 2029, kita menargetkan dua kursi di wilayah Gantung, Simpang Pesak, dan Dendang,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Nadiarsyah mengajak seluruh kader untuk tetap menjaga kekompakan dan soliditas dalam menjalankan agenda politik partai.

“Marilah kita bersama-sama menjaga kekompakan dan soliditas sebagai kader partai, serta tidak lupa berdoa agar diberikan keselamatan dan kelancaran dalam menjalankan agenda nasional, yaitu pemilihan umum,” tutupnya.


Copyright © 2014 Berita Indonesia Raya All Right Reserved