Breaking News
Loading...
  • New Movies
  • Recent Games
  • Tech Review

REDAKSI

Komisaris Utama : Lisa Devianty Penasehat Hukum : Muhammad Yusuf M.H. Dewan Penasehat : Samsul Arifin P.hd Dewan Redaksi : Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Sahrus Salis Wakil Pemimpin Redaksi/Redaktur: Fendi Kuswandi Fotografer : Supardi Staf Redaksi&Periklana : Nining yuli Tata Letak/Grafis : Hadi Bidang IT : Ahmad Syaifullah Kepala Biro/Wartawan Propinsi Bangkabelitung : Ayirah, Ade, Eric Amd, Hadi, Supardi, Hadi Kamal, Nining. Hermanzah, Alexander. Propinsi Sumatera Selatan : Rouzie Agus Propinsi Kalimantan Barat : Thalud SE Propinsi Jawa Barat & DKI Jakarta : Ayu Cahyani Vawitri,Anggun Vabella Putri S.Pd,Ahmad Saifullah Propinsi Jawa Timur : Muhammad Yusuf M.H.

Recent Post

Senin, 01 April 2019
Fordas Beltim Lakukan Sidak Ke Daerah Aliran Sungai Manggar

Fordas Beltim Lakukan Sidak Ke Daerah Aliran Sungai Manggar

Fordas Beltim Lakukan Sidak Ke Daerah Aliran Sungai Manggar 

Koko Haryanto Ketua Fordas Beltim saat melakukan sidak di Daerah Aliran Sungai Manggar.
Manggar,Berita Indonesia Raya -Aktivitas penimbunan dan pengrusakan Mangrove terjadi di area Sungai Manggar,hal ini diketahui melalui tinjauan dan sidak yang dilakukan oleh Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (Fordas) Beltim,  Koko Haryanto.Senin 01/04/2019.

Laporan masyarakat yang diterima langsung  direspon oleh Fordas dan langsung disikapi dengan beberapa anggota fordas dan pihak Kecamatan Damar dengan turun ke lapangan,pada saat sidak,ditemukan alat berat yang sedang parkir di area mangrove. 

Koko Haryanto ditemui di Lokasi mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang dilarang oleh beberapa Undang Undang (UU). 

Koko menjelaskan,bahwa ada tiga UU yang dilanggar,  pertama adalah UU Kehutan,  UU Lingkungan Hidup serta UU Pesisir dan Pulau Pulau Kecil,diimana di dalam UU Kehutanan Jelas sekali sanksi yang diberikan apabila mangrove dirusak atau ditebangi.

Menurut Koko pembabatan mangrove dengan berbagai alasan jelas melanggar ketentuan perundangan. Pada Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan,di antaranya diatur larangan penebangan pohon di wilayah 130 kali jarak pasang laut terendah dan pasang laut tertinggi.

”Pembabatan mangrove oleh masyarakat seperti terjadi di area Sungai Manggar ini harus dihentikan dan ditindak".tegasnya 


Kata Koko,Larangan pembabatan pohon di pinggir laut atau mangrove di pinggir sungai sebagai satu ekosistem itu tertuang dalam pasal 50 Undang-Undang (UU) Kehutanan, dan diatur masalah pidananya pada pasal 78 dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar.

Selain itu menurut Koko Haryanto,Hutan Bakau (mangrove) merupakan salah satu penghasil oksigen. Karenanya tindakan perambahan hutan bakau merupakan tindak pidana.

"Para pelaku bisa diancam pidana pasal 82 sampai 109 UU RI No 18 th 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan hutan yg ancaman hukumannya bisa sampai seumur hidup."ujarnya.

Selain UU RI No 18 th 2013 kata Koko Haryanto,pelaku juga bisa dijerat dengan UU RI No 32 th 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Misalnya pasal 109 yg bunyinya setiap orang yg melakukan usaha dan atau kegiatan tanpa memiliki ijin lingkungan sebagaimana dimaksud dlm psl 36 ayat (1) dipidana antara 1 sd 3 tahun dan denda antara Rp 1 sampai dengan Rp 3 M.

"Jadi,kami akan panggil pihak yang bertanggungjawab atas aktivitas ini,kami minta pertanggungjawabannya,jangan main main ini area sungai manggar,punya fungsi serapan air yang cukup besar perannya,Mangrove ini penopang untuk menjaga agar air tidak langsung meluber ke Jalan pada saat musim hujan dan dulu kita sudah mengalami pada saat banjir.tandasnya

Faktor Sosial Penyebab Utama Siswa Putus Sekolah

Faktor Sosial Penyebab Utama Siswa Putus Sekolah

Faktor Sosial Penyebab Utama Siswa Putus Sekolah 

Partono Kabid pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur. 
Belitung Timur,Berita Indonesia Raya – Angka putus sekolah atau drop out (DO) siswa SMP sederajat di Kabupaten Belitung Timur terbilang cukup tinggi. Dibanding dengan tahun 2017 lalu, angka putus sekolah di tahun 2018 meningkat meski jumlahnya tidak terlalu signifikan.

       
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim, Partono menyatakan angka siswa DO tahun 2018 lalu mencapai 153 orang siswa. Angka itu meningkat 4 persen, jika dibanding tahun 2017 lalu yang hanya mencapai 147 orang.

       
“Data itu per Oktober 2018. Untuk tahun 2019 ini baru akan kita ambil setelah bulan Juli, kalau semua siswa sudah tetap bersekolah,” kata Partono saat ditemui Diskominfo Beltim, di ruang kerjanya Jum’at (29/3/19).

       
Mayoritas penyebab siswa SMP putus sekolah adalah karena faktor sosial, yakni akibat pergaulan lingkungan dan kenakalan remaja. Namun menurut Partono yang mendasari semua itu lebih karena kurangnya perhatian keluarga akibat rumah tangga yang sudah berantakan.

       
“Kalau bahasa kita umumnya karena keluarganya broken home atau permasalahan rumah tangga orangtuanya. Kenakalan itukan sumbernya dari keluarga, ini terjadi hampir di seluruh satuan pendidikan, meski faktor lainnya tetap ada,” ungkap Partono.

       
Untuk penyebab dari faktor ekonomi, Partono menyebut sangat kecil sekali, bahkan hampir tidak ada. Hal ini lantaran biaya sekolah di Kabupaten Beltim sangat terjangkau.

       
“Kalau masalah ekonomi sangat sedikit. Sepanjang siswa mau bersekolah, masalah tidak mampu bayar uang sekolah bisa diatasi lewat berbagai program bantuan khusus untuk keluarga kurang mampu,” jelas Partono. 

       
Salah satu cara menekan tingginya angka putus sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim menghimbau agar Guru Bimbingan Konseling (BK) dan Wali Kelas siswa yang terindikasi akan DO untuk lebih intens melakukan pendampingan.

       
“Di sinilah peran utama guru BK, melakukan pendampingan bukan hanya terhenti di sekolah saja namun dapat juga ke lingkungan keluarganya. Wali Kelas dan Guru BP seharusnya sudah punya deteksi dini mengenai siswa yang teridikasi akan DO,” ujar Partono.

       
Selain itu, Dinas Pendidikan juga akan membentuk tim khusus untuk menanggulangi angka putus sekolah di Kabupaten Beltim. Tim tersebut nantinya beranggotakan dari lintas sektor serta pemerintah desa.

       
“Nanti kita libatkan dinas lain juga. Kita berharap dengan adanya tim ini akan menekan angka putus sekolah untuk siswa SMP ataupun SD di Kabupaten Beltim,” tukasnya.

       
Saat ini di Kabupaten Beltim dari 25 SMP/MTS sederajat yang ada, jumlah siswa mencapai 5.743 orang.(*/Red)       

Sabtu, 30 Maret 2019
Ratusan ASN Tenaga Fungsional Kesehatan Seruduk Gedung DPRD Kabupaten Belitung, Minta Kesetaraan Tunjangan

Ratusan ASN Tenaga Fungsional Kesehatan Seruduk Gedung DPRD Kabupaten Belitung, Minta Kesetaraan Tunjangan

Ratusan ASN Tenaga Fungsional Kesehatan Seruduk Gedung DPRD Kabupaten Belitung,Minta Kesetaraan Tunjangan

Para perwakilan pendemo saat melakukan dialog dengan Eksekutif dan legislatif di ruang Rapat DPRD Kabupaten Belitung.
Belitung,Berita Indonesia Raya -Ratusan Demonstran yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN)Tenaga Fungsional kesehatan Kabupaten Belitung melakukan Aksi Damai ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Belitung Provinsi Kepulauan Bangkabelitung.Jum'at sore 29/03/2019.

Para Demonstran yang berasal dari Sepuluh Organisasi yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Belitung ini meminta keadilan terkait penghitungan dan pembagian hak Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) demi tegaknya Pancasila sila ke Lima.

Massa aksi damai ini juga menuntut Hak bahwa resiko kerja tidak sama dengan tunjangan penghasilan yang diputuskan berdasarkan Keputusan Bupati Belitung Nomor :188.45/054/KEP/DINKES/2019 Tentang Pemberian Tambahan Penghasilan Bagi Pegawai Negeri Sipil di Puskesmas dan Jajarannya Pada Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung.

Aksi damai para Tenaga Fungsional Kesehatan ini di terima langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Belitung Taufik Rizani dan sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Belitung.

Saat itu,Duapuluh orang perwakilan pendemo diminta untuk berdialog diruang Rapat,sementara massa yang lain diminta menunggu diruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Belitung menunggu hasil dialog.

Meskipun dialog sempat tertunda lantaran Ketua DPRD Kabupaten Belitung Taufik Rizani meminta pihak Eksekutif wajib hadir,setelah menunggu akhirnya pihak eksekutif yang diwakili oleh Wakil Bupati Kabupaten Belitung Isyak Meirobie S.Sn berserta Jajaran nya hadir untuk melakukan dialog dengan Duapuluh perwakilan massa pendemo.

Setelah melakukan dialog antara perwakilan Massa ASN Tenaga Fungsional Kesehatan dengan Pihak Eksekutif serta Pihak Legislatif tercapailah kesepakatan yang dibacakan oleh Ketua DPRD Kabupaten Belitung.

Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie S.Sn saat usai dialog dengan perwakilan Massa pendemo kepada wartawan ini mengatakan walaupun capain hasil kesepakatan dialog tidak memuaskan namun ia percaya para pendemo bisa memaklumi karena mereka berhati mulia dan  mereka memilih profesi ini karena mereka ingin membantu dan melayani masyarakat.

"apa yang dicapai hari ini memang tentunya tidak memuaskan tapi kami percaya kawan-kawan(para pendemo) bisa memaklumi karena hati mereka yang mulia tadi dan tidak akan mengurangi sedikitpun pelayanan publik mereka kepada masyarakat,saya percaya juga pada kawan kawan yang senantiasa profesional dan proporsional dalm melakukan tugasnya "kata Isyak Meirobie.

"Pemerintah Daerah mengajak kepada kawan kawan PPNI dan Jajarannya untuk senantiasa berkoordinasi  dan berkomunikasi lebih terbuka dan transparan,sehingga kedepan ketika kami memformulasikan sesuatu,bisa menghasilkan sesuatu yang bisa diterima semua pihak dan ini sesuatu terobosan dalam pemerintahan yang baru ini."tutup nya.

Sementara Ketua PPNI Kabupaten Belitung Ade Sukarna saat ditanya oleh wartawan tentang kepuasan hasil dari kesepakatan itu,ia menjawab masalah puas tidak ada puas nya namun sudah ada kesepakatan dalam nilai nominal.

"Beliau(Wabup) berjanji dalam APBD 2020 akan mereviu(merevisi) sesuai keinginan dari kawan kawan."beber Ade Sukarna."(Red)




Jumat, 29 Maret 2019
Rapat Kerja Sinergitas Pembangunan, Pelayanan,Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia

Rapat Kerja Sinergitas Pembangunan, Pelayanan,Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia

Rapat Kerja Sinergitas Pembangunan,Pelayanan,Penegakan Hukum dan Ham

Suasana saat Rapat Kerja Sinergitas Pembangunan,Pelayanan, Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia di Gedung Serba Guna Pemkab Belitung. 
Belitung,Berita Indonesia Raya - Pemerintah Daerah dan Pengadilan Kemenkumham Kejaksaan dan Kepolisian (Dilkumjakpol) menggelar Rapat Kerja Tahun 2019 dengan agenda Sinergitas Pembangunan,Pelayanan,
Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia di Gedung Serba Guna Pemerintah Kabupaten Belitung Provinsi Bangkabelitung.Kamis 28/03/2019.

Rapat Kerja yang digelar di Gedung Serba Guna Pemkab Belitung ini merupakan upaya mewujudkan  Keamanan dan Ketertiban serta Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kedepan.

Rapat Kerja ini dihadiri Kepala Kanwil Kemenkumham Babel Sulistiarso M.M,Msi,Kapolda Kepulauan Babel Brigjen Pol Istiono M.H,Danlanal Babel Letkol (P) Mohammad Taufik MMDS,Ketua Pengadilan Tinggi Babel Kornel Sianturi S.H,M.Hum,Ketua Pengadilan Tinggi Agama H.Empud Mahpudin S.H,M.H,Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah,Bupati Belitung H Sahani Saleh S.Sos,Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana SIK M.H,Kapolres Belitung Timur AKBP Erwin Siboro,Dandim 0414 /Belitung Letkol Inf Indra Padang S.Sos,Danlanud H.A.S Hananjoedin Letkol Pnb Akal Juang,Kepala Kejaksaan Negeri Belitung Sekti Anggraini S.H M.H,Jajaran pimpinan kepala Divisi dan para Kepala UPT jajaran Kanwil Kemenkumham Provinsi Kepulauan Bangkabelitung serta para peserta  Rapat lainnya dari Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur.

Dalam acara tersebut beberapa sambutan disampaikan oleh Kepala Kanwil Kemenkumham Provinsi Kepulauan Babel dan Wakil Gubernur Bangkabelitung yang sekaligus membuka Kegiatan Rapat gabungan ini,serta penyampaian materi oleh Kapolda Kepulauan Bangkabelitung.

Kapolda Kepulauan Bangkabelitung Brigjen Pol Istiono M.H dalam acara pembukaan Rapat Kerja ini juga memberikan materi nya dengan diselingi lagu yang dikemas untuk menyampaikan pesan pesan nya yang dipandu oleh moderator.

Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan Pengukuhan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) oleh Kepala Kanwil Kemenkumham Provinsi Kepulauan Bangkabelitung serta pencanangan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan  Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di Jajaran Kanwil Kemenkumham Provinsi Kepulauan Bangkabelitung.

Seusai acara pembukaan,Kepala Kanwil Kemenkumham Provinsi Kepulauan Bangkabelitung Sulistiarso M.M,M.si kepada wartawan ini mengatakan dari mulai sekarang Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) itu dibentuk sampai ketingkat Kecamatan supaya semua bisa mengawasi orang asing.

"Sebagai aparat penegak hukum dibidang orang asing yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal ini agak kewalahan,maka dari mulai sekarang Timpora itu kita bentuk sampai ketingkat Kecamatan agar semua lapisan,semua bagian daripada unsur masyarakat,Pemerintah,itu bersama sama melakukan upaya pengawasan terhadap orang asing."kata Sulistiarso.

Kepala Kanwil Kemenkumham Babel ini juga menyebutkan berkenaan dengan Pengawasan Orang Asing,apabila orang asing itu melakukan pelanggaran harus dilakukan penegakkan hukum karena Negara yang berdaulat itu salah satunya adalah melaksanakan ketegasan terhadap pelaksanaan hukum.

"Apabila orang asing melakukan pelanggaran,penegakan hukum harus dilakukan,Gakum harus dilakukan,ini Negara Berdaulat,maka judul judulnya teman teman bisa lihat,untuk menjaga Kedaulatan,karena Negara Berdaulat antara lain adanya ketegasan terhadap implementasi hukum itu sendiri,pelaksanaan hukum harus ditegakkan,Negara yang tidak Berdaulat Negara yang tidak bisa menegakkan hukum."tandasnya. (Red)

Kodim Belitung Gelar Silaturahmi Dengan Keluarga Besar TNI

Kodim Belitung Gelar Silaturahmi Dengan Keluarga Besar TNI

Kodim Belitung Gelar Silaturahmi Dengan Keluarga Besar TNI

Para Keluarga Besar TNI saat Berfoto Bersama dalam acara silahturahmi di Makodim 0414 /Belitung.
Tanjungpandan,Berita Indonesia Raya -
Pembinaan Teritorial di wilayah merupakan suatu kewajiban bagi Kodim 0414/Belitung termasuk Silahturahmi dan Komunikasi Sosial dengan Keluarga Besar (KB) TNI.                   

Kegiatan Silaturahmi bersama KB-TNI ini di laksanakan di Aula Makodim 0414 /Belitung.Kamis 28/03/2019.

Silahturahmi dan berkumpul saling melepas rindu ini dikarenakan dengan berbagai kesibukan masing - masing para purnawirawan setelah beberapa tahun Pensiun dan berpisah dengan Institusi TNI-AD.             

Tujuan dari acara Komunikasi Sosial KB-TNI  ini untuk mengingatkan kembali tentang komitmen berbangsa dan bernegara dengan 4 (empat) Konsensus Kebangsaan  yaitu Pancasila,UUD 1945,  Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI harga mati.

Dalam kesempatan itu Dandim 0414/Belitung memberikan sambutan yang disampaikan oleh Kasdim 0414/Belitung Mayor Inf Ruhin menyampaikan dengan adanya kegiatan silaturahmi ini merupakan kesempatan yang baik untuk menjaga dan memelihara hubungan kekeluargaan diantara KB TNI.               

"Kodim dalam hal ini  terus merangkul dan memelihara rasa senasib seperjuangan diantara KB-TNI ini,Keluarga Besar TNI dengan tetap di bina  dalam berbagai organisasi yang ada Baik PEPABRI, LVRI. FKPPI, WARAKAWURI maupun PERIT sehingga KB TNI tidak bingung harus kemana untuk mengadu bila ada kesulitan".kata Dandim.

Dandim juga menyebutkan,kedepan akan didata kembali KB TNI yang ada di wilayah binaan Kodim 0414/Belitung  untuk mendukung tercapainya tugas pokok TNI AD.

Sementara Perwakilan KB TNI yang bernaung dalam organisaai purnawirawan  memberikan sambutan yang diwakili oleh Kapten Purn Bachroni mengucapakan Terima kasih atas undangan Dandim 0414/Belitung Letkol Inf Indra Padang, harapannya kegiatan seperti ini berjalan rutin dan sebagai ajang silahturahmi sekaligus sebagai wadah bagi Purnawirawan untuk berkumpul dan membantu Kodim 0414/Belitung dalam melakukan pembinaan Teritorial sebagai Mitra Babinsa, sebagai sumber informasi.

Sedangkan wiyono selaku Ketua veteran mengungkapkan mengapresiasi inisiatif Kodim memggelar silaturrahmi ini,sebagai obat rindu kepada para pejuang pejuang masa lalu untuk membesarkan TNI bangsa dan negara.

Adapun yang hadir dalam acara ini Kakanminvetcad , Ketua Veteran, Ketua Piveri, Ka Warakawuri, Purnawirawan TNI , serta anggota FKPPI. (*/Red)
Rabu, 27 Maret 2019
Imam Wahyudi Sebut Kegiatan Operasi Katarak Gratis Atas Kerjasamanya Dengan PDI Perjuangan

Imam Wahyudi Sebut Kegiatan Operasi Katarak Gratis Atas Kerjasamanya Dengan PDI Perjuangan

Imam Wahyudi Sebut Kegiatan Operasi Katarak Gratis Atas Kerjasamanya Dengan PDI Perjuangan 

Direktur Yayasan Rudi Center Imam Wahyudi saat foto bareng dengan pendiri Rudi Center Ir Rudianto Tjen berserta Panitia dan para peserta operasi Katarak Gratis. 
Belitung,Berita Indonesia Raya -Operasi Katarak Gratis yang dilaksanakan oleh Yayasan Rudi Center tidak terlepas dari kerjasama dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bangkabelitung (Babel)dalam rangka HUT PDI Perjuangan yang ke 45,hal ini di ungkap Direktur Yayasan Rudi Center Imam Wahyudi disaat acara Operasi Katarak gratis di RSUD dr.H Marsidi Judono Kabupaten Belitung.Rabu 27/03/2019.

"Kegiatan kita ini tentunya sudah berlangsung lama dan sudah rutin setiap tahun bahwa kegiatan Rudi Center ini tidak lepas dari kerjasama kita dengan PDI Perjuangan Bangkabelitung,karena itu dalam momentum HUT PDI Perjuangan yang ke 45 tentunya kita memberi kesan yang positif bagi masyarakat dan kita memberi bakti sosial kepada masyarakat karena masih kita lihat dilapangan masyarakat Bangkabelitung masih banyaknya terkena penyakit Katarak."ungkap Imam Wahyudi.

Imam Wahyudi kepada wartawan ini juga mengatakan Kegiatan Operasi Katarak Gratis oleh Yayasan Rudi Center di RSUD dr.H Marsidi Judono Kabupaten Belitung yang dilaksanakan pada tanggal 26 Maret hingga 28 Maret 2019 dari 315 peserta yang mendaftar hanya 120 orang yang memenuhi syarat untuk dilakukan Operasi Katarak.

"sampai hari ini yang layak di operasi 120 orang,kita targetkan hari ini selesai,besok tahap berikutnya para dokter dan tim medis kita sama sama membuka perban yang menutup mata pasien,"kata Imam Wahyudi

Kata Imam Wahyudi,seperti biasa kita mulai dari awal pendaftaran gratis,kemudian waktu penjemputan,akomodasi,transportasi,makan mereka dan penginapan mereka kita tanggung termasuk setelah operasi sampai total sembuh.

"Alhamdulillah selama berjalan sudah lebih tujuh kali mengadakan operasi Katarak, alhamdulillah tidak ada yang komplain."pungkasnya.(Red)

Fezzi Uktolseja Dampingi Warga Beltim Operasi Katarak Gratis

Fezzi Uktolseja Dampingi Warga Beltim Operasi Katarak Gratis

Fezzi Uktolseja Dampingi  Warga Beltim Operasi Katarak Gratis 

Fezzi Uktolseja (baju merah paling kanan) saat mengontrol pasien Operasi Katarak Gratis bersama pendiri Yayasan Rudi Center Ir Rudianto Tjen (baju merah paling kiri) diruang tunggu pasien.
Belitung,Berita Indonesia Raya -Fezzi Uktolseja merupakan kader Partai PDI Perjuangan asal Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur(Beltim) yang ikut mendampingi warga Beltim mengikuti Operasi Katarak Gratis yang dilaksanakan oleh Yayasan Rudi Center di RSUD dr.H Marsidi Judono Kabupaten Belitung yang dimulai dari tanggal 26 Maret hingga 28 Maret 2019.

Fezzi Uktolseja saat mendampingi warga Beltim terlihat sangat sibuk mengurusi dan membantu warga yang belum maupun yang telah selesai di operasi Katarak oleh tim dokter operasi Katarak gratis yang diselenggarakan oleh Yayasan Rudi Center di RSUD dr.H Marsidi Judono Kabupaten Belitung.Rabu 27/03/2019.

Fezzi Uktolseja disaat kesibukannya membantu warga Beltim  kepada wartawan ini mengatakan adanya operasi Katarak Gratis yang dilaksanakan oleh Yayasan Rudi Center sangat membantu warga Beltim walaupun jauh harus ke Tanjung Pandan.

"ini sangat bagus sekali walaupun kami ini harus ke Tanjung Pandan,perjalanan cukup jauh tapi walau begitu karena memang diurus dari mulai transportasi,makan penginapan semua diurus dan bisa operasi gratis sangat membantu warga Beltim."ucapnya.

Menurut Fezzi Uktolseja,peserta awal pendaftaran operasi Katarak Gratis dari Warga Beltim sebanyak 130 orang namun yang memenuhi syarat untuk di operasi Katarak pada hari Rabu ini tersisa 57 orang.

"dari 130 peserta dari Beltim,yang bisa mengikuti operasi katarak hanya 57 orang,sisanya itu tidak bisa karena ada penyakit gula darah tinggi,tensi tinggi ataupun memang mereka bukan kena katarak"ungkapnya.

"Bagi masyarakat yang belum bisa di operasi Katarak tahun ini,seperti Katarak nya belum masak,belum siap,tahun depan bisa atau yang terkena gula darah tinggi di tahun depannya stabil maka mudah-mudahan tahun depan bisa di operasi, karena ini memang program tahunan,setiap tahun ada,"tambahnya lagi.

Sementara itu,Daeng Usta salah satu warga dari Manggar Kabupaten Beltim yang memenuhi syarat untuk di operasi Katarak pada saat menunggu giliran untuk di operasi mengatakan sebagai masyarakat biasa sangat terbantu dan merasa bahagia karena adanya operasi katarak gratis dari Yayasan Rudi Center ini.

"Kami bersyukur dengan adanya operasi katarak gratis ini,sebagai masyarakat biasa ada kesenangan kebahagiaan tersendiri,dengan adanya operasi gratis katarak ini,kami yang tadinya tidak bisa melihat jadi bisa melihat,"kata Daeng Usta didampingi Rohana istri tercinta nya.

"Kami ucapkan terimakasih kepada Yayasan Rudi Center dan Partai PDI Perjuangan serta Wakil kami pak Fezzi Uktolseja yang telah membantu kami dalam operasi Katarak Gratis ini,"ucap Daeng Usta sambil menuju ruang operasi katarak.(Red)

Copyright © 2014 Berita Indonesia Raya All Right Reserved