Breaking News
Loading...
Kamis, 27 Agustus 2026

Dosen Pulang Kampung IPB Hadir di Desa Lassar, Dorong UMKM Naik Kelas lewat Inovasi Ikan Pouch


Berita Indonesia Raya
, Belitung — Inovasi pengolahan hasil perikanan diperkenalkan kepada masyarakat Desa Lassar, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, melalui Program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB University 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Lassar, Rabu (26/8/2026), itu diikuti 30 peserta yang terdiri atas ibu-ibu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta masyarakat setempat.

Program tersebut diketuai Dr. Ir. Bustami Ibrahim, M.Sc., dosen IPB University yang merupakan putra asli Belitung. Melalui kegiatan itu, Bustami membawa pengetahuan dan inovasi dari perguruan tinggi untuk diterapkan dalam pengembangan potensi hasil perikanan masyarakat desa.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah pengolahan gangan tumis berbahan ikan ke dalam kemasan pouch tahan panas.

Gangan merupakan salah satu kuliner yang lekat dengan masyarakat Belitung. Dalam pelatihan tersebut, cita rasa makanan lokal itu tidak diubah, tetapi dikembangkan melalui teknologi pengolahan dan pengemasan agar lebih praktis dan memiliki peluang pasar yang lebih luas.



Gangan Tumis Dikemas Lebih Modern

Peserta mengikuti secara langsung proses pengolahan produk, mulai dari persiapan bahan baku, pengolahan bumbu, proses pemasakan, pengisian ke dalam pouch, penyegelan menggunakan vacuum sealer, hingga proses pemanasan bertekanan.

Melalui praktik tersebut, peserta diperkenalkan pada sejumlah aspek yang menentukan kualitas produk, seperti kebersihan, mutu bahan baku, konsistensi proses produksi, ketepatan pengemasan, dan tampilan produk.

Bustami mengatakan inovasi pengolahan pangan tidak selalu harus menghasilkan makanan yang sepenuhnya baru. Produk tradisional juga dapat dikembangkan dengan teknologi sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Inovasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Lassar untuk mengembangkan produk olahan ikan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” kata Bustami.

Kemasan pouch menjadi salah satu pilihan karena memiliki bentuk yang praktis dan ringan. Teknologi tersebut juga membuka peluang bagi makanan khas Belitung untuk dipasarkan dalam bentuk yang lebih mudah dibawa dan didistribusikan.

Namun, pengembangan produk pangan dalam kemasan tahan panas tetap membutuhkan pengujian dan validasi lebih lanjut, terutama terkait keamanan pangan dan umur simpan sebelum diproduksi secara komersial.


Peserta Antusias Mengikuti Praktik

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka tidak hanya mendengarkan pemaparan materi, tetapi juga terlibat dalam proses pembuatan produk.

Gangan tumis yang selama ini lebih dikenal sebagai makanan rumahan diperlihatkan dalam bentuk produk dengan kemasan yang lebih rapi dan modern.

Bagi pelaku UMKM, pengenalan teknologi tersebut memberikan gambaran mengenai peluang mengembangkan ikan lokal menjadi produk bernilai tambah.

Kuliner tradisional pun tidak harus kehilangan identitasnya ketika masuk ke dalam bentuk usaha yang lebih modern. Justru, teknologi pengolahan dan pengemasan dapat menjadi sarana untuk mempertahankan karakter makanan sekaligus memperluas pasarnya.

Program tersebut juga memberikan pemahaman bahwa peningkatan daya saing UMKM tidak hanya berkaitan dengan rasa. Kebersihan proses, kualitas bahan baku, konsistensi produksi, kemasan, serta tampilan produk menjadi bagian yang tidak terpisahkan.


Dorong Produk Unggulan Desa

Desa Lassar memiliki potensi sumber daya perikanan yang dapat dikembangkan menjadi basis usaha masyarakat. Kondisi tersebut membuka peluang bagi pengembangan produk olahan ikan yang tidak hanya dikonsumsi secara langsung, tetapi juga memiliki nilai jual sebagai produk UMKM.

Dengan inovasi ikan pouch, gangan tumis berpeluang dikembangkan sebagai produk khas desa, oleh-oleh, maupun produk olahan yang dapat dipasarkan ke wilayah yang lebih luas.

Program Dospulkam IPB University menjadi salah satu upaya menghubungkan pengetahuan perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat. Dosen didorong membawa ilmu pengetahuan, teknologi, dan hasil riset untuk diterapkan di daerah yang memiliki kedekatan historis maupun sosial.

Pelaksanaan kegiatan di Desa Lassar mendapat dukungan Dinas Perikanan Kabupaten Belitung dan Pemerintah Desa Lassar.

Kegiatan dibuka Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung yang diwakili Kepala Bidang Usaha Perikanan, Susanto, S.Pi., M.Si.

Kepala Desa Lassar, Triska Arafad, S.Ag., turut mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus mengembangkan potensi ekonomi desa berbasis sumber daya lokal.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan.

Bustami berharap masyarakat dapat melanjutkan pengembangan produk dengan memperbaiki mutu dan proses produksi sehingga inovasi yang diperkenalkan dapat memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.

“Ilmu pengetahuan akan lebih berarti ketika dapat kembali memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dari Desa Lassar, pengolahan ikan lokal dipertemukan dengan teknologi pengemasan. Gangan tumis tetap mempertahankan cita rasa Belitung, tetapi hadir dalam bentuk yang lebih praktis dan membuka peluang baru bagi pengembangan UMKM masyarakat setempat.

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2014 Berita Indonesia Raya All Right Reserved