DPRD Beltim Dorong Penyelesaian Kasus Pemutusan Listrik, Husaini Rasyid Tekankan Solusi dan Evaluasi Layanan
Berita Indonesia Raya, Belitung Timur — DPRD Kabupaten Belitung Timur mengupayakan penyelesaian yang adil dan solutif atas kasus pemutusan aliran listrik yang menimpa warga Desa Lalang Jaya. Komitmen tersebut disampaikan Husaini Rasyid saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak PLN ULP Manggar, Camat Manggar, serta pelanggan yang mengadukan persoalan tersebut, Senin (13/4/2026).
“Jadi, intinya dalam rapat dengar pendapat ini, kami memintakan kepada pihak PLN memberikan sebuah solusi. Mungkin dalam kesempatan ini sebuah kebijakan kepada pelanggan, karena memang persoalan ini cukup rumit,” ujar Husaini Rasyid.
RDP tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan Aspuria, pelanggan PLN yang mengalami pemutusan listrik di kediamannya. Pertemuan itu turut dihadiri jajaran Komisi I dan II DPRD Beltim, pihak PLN ULP Manggar, Camat Manggar, serta Aspuria bersama pendamping.
Dalam arahannya, Husaini menegaskan pentingnya dialog konstruktif antara kedua pihak dengan melibatkan pemerintah kecamatan sebagai pendamping guna mencari titik temu penyelesaian.
“Jadi kami memintakan kedua belah pihak ini bagaimana melakukan dwi partit, bahkan tripartit. Kami juga akan mendisposisikan kepada pihak kecamatan untuk mendampingi pelanggan, mendampingi Bu Aspuria ini,” lanjutnya.
Ia juga menilai persoalan ini harus dijadikan bahan evaluasi bagi PLN, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pembenahan administrasi pelanggan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Dan kami berharap mungkin dalam kesempatan ini menjadi sebuah pembelajaran dari pihak PLN agar pos pelayanan-pos pelayanan, kemudian merapikan administrasi pelanggan-pelanggan ini sehingga tidak terjadi lagi. Sesungguhnya sebenarnya masih banyak persoalan-persoalan terpendam yang belum muncul ke permukaan terkait dengan persoalan pelanggan-pelanggan PLN. Semoga ini menjadi titik tolak bagaimana melakukan pembenahan-pembenahan terhadap pelanggan,” tegasnya.
Sementara itu, Aspuria menjelaskan bahwa langkahnya mengadu ke DPRD dilatarbelakangi keberatan atas kebijakan yang diterimanya setelah listrik di rumahnya diputus.
“Alasan ini dibawa ke DPR karena dari pihak PLN sudah memutuskan listrik, terus kita numpang sama tetangga dipermasalahkan lagi. Mereka ingin rumah kita itu diputus dengan harus membayar administrasi 36 juta baru bisa terpasang kembali. Dengan keberatan kayak gitu akhirnya aku minta tolong dengan DPR supaya rakyatnya bisa terbantulah,” kata Aspuria.
Ia berharap pemasangan listrik dapat kembali dilakukan dengan biaya sesuai ketentuan resmi tanpa adanya beban denda yang tinggi.
“Solusinya aku minta rumah aku dipasang listriknya dengan biaya tertera di PLN. Jangan sampai diminta denda sampai Rp36 juta, itu kan keberatan. Nah itulah solusinya,” ujarnya.
Namun demikian, Aspuria mengaku hasil RDP belum memenuhi harapannya karena belum menghasilkan keputusan final.
“Dengan hasil yang tadi itu, kurang puas. Belum ada keputusan. Jadi masih tindak lanjut. Dikirain akan selesai hari ini. Tapi kita ngikutin prosedur yang ada,” tambahnya.
Di sisi lain, Kepala ULP Manggar, Budiman, menyampaikan bahwa jalannya RDP berlangsung kondusif dan menghasilkan kesepakatan untuk melanjutkan proses mediasi.
“Saya dari PLN ULP Manggar menyampaikan dari kesimpulan hasil rapat RDP di DPR Kabupaten Belitung Timur, yang mana hasil pada siang hari ini cukup baik berjalan lancar. Dari sisi kesimpulan, baik dari DPRD, pihak pelanggan, Camat Manggar dan PLN, secara mediasinya cukup baik dan untuk akhirnya akan dilanjutkan dengan mediasi serta kemungkinan keringanan di sisi pelanggan,” kata Budiman.
Terkait dugaan pelanggaran, ia menegaskan bahwa tindakan PLN telah sesuai dengan standar operasional yang berlaku.
“Intinya kalau di sisi PLN terkait dengan temuan itu sesuai dengan SOP saja. Sesuai dengan SOP standarnya, itu berjalan dengan baik. Dari sisi pelanggan mendampingi dan dari hasil lapangan pun cukup baik dan tidak ada apa-apa, dan itu pelanggan kooperatif juga,” jelasnya.



.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)





