Breaking News
Loading...
  • New Movies
  • Recent Games
  • Tech Review

REDAKSI

Komisaris Utama : Lisa Devianty Penasehat Hukum : Muhammad Yusuf M.H. Dewan Penasehat : Samsul Arifin P.hd Dewan Redaksi : Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Sahrus Salis Wakil Pemimpin Redaksi/Redaktur: Fendi Kuswandi Fotografer : Supardi Staf Redaksi&Periklana : Nining yuli Tata Letak/Grafis : Hadi Bidang IT : Ahmad Syaifullah Kepala Biro/Wartawan Propinsi Bangkabelitung : Ayirah, Ade, Eric Amd, Hadi, Supardi, Hadi Kamal, Nining. Hermanzah, Alexander. Propinsi Sumatera Selatan : Rouzie Agus Propinsi Kalimantan Barat : Thalud SE Propinsi Jawa Barat & DKI Jakarta : Ayu Cahyani Vawitri,Anggun Vabella Putri S.Pd,Ahmad Saifullah Propinsi Jawa Timur : Muhammad Yusuf M.H.

Recent Post

Sabtu, 23 Mei 2020
Hanya Kata Maaf

Hanya Kata Maaf

Hanya Kata Maaf


oleh : saifuddin al mughniy
Belitung, Berita Indonesia Raya-
Nelson Mandela menyiratkan dalam pidato setelah pembebasan dirinya dari masa kurungan yang menyiksa selama 27 tahun akibat politik apartheid mengenai *the power of forgiveness* di hadapan lebih dari 100.000 rakyat Afrika Selatan yang memenuhi stadion kriket di Durban, terkait perang dan politik pecah belah di Afrika Selatan. Setiap orang yang membaca sejarah pasti mengetahui seberapa menderita seorang Nelson Mandela, namun ia menekankan bahwa rasa dendam dan saling membenci sudah sepatutnya tidak punyai tempat berkembang karena tanpa kemampuan *memaafkan*, setiap cita-cita mungkin tidak akan pernah terwujud. & Nelson Mandela berhasil membangun Afrika hanya dengan kata maaf.

Dari sejarah kita belajar untuk hidup.
Dari mereka yang hebat kita belajar untuk rendah hati.
Dari mereka yang kuat kita belajar untuk saling memaafkan.
Kemampuan memaafkan harus dimiliki setiap kalangan manusia karena hakikatnya manusia tak pernah memiliki kuasa untuk membalas dendam.

Penelitian dari Universitas Missouri berjudul "Unforgiveness, Depression, and Health in Later Life: The Protective Factor Forgivingness" pada 2015 mendapati semakin tua usia seseorang semakin mudah dia memaafkan beriringan dengan pendewasaan sikap.

Disisi lain Penelitian dari Universitas Erasmus Rotterdam mendapati memaafkan memang punya manfaat terhadap mental dan kebugaran fisik.

Jadi... sebelum hari kemenangan tiba perkenankan saya untuk meminta maaf atas kesalahan yang saya perbuat.

"Dikala rangkaian dosa membentuk aritmatika, ketika kekhilafan menyamai X mendekati tak hingga, trigonometri yang tak lagi mampu mengukur sudut buruknya prasangka. Hanya Integral maaf dan fungsi bisa memecahkannya."

Alam mengajarkan kita untuk tetap menjadi positif dari sebuah objek kecil, dan ialah sebuah proton.

"Orang lemah tidak pernah mengampuni, pengampunan adalah tanda dari sebuah kekuatan."
*Mahatma Gandhi*
.
Mohon maaf lahir dan batin.

*saifuddin al mughniy*
Jumat, 22 Mei 2020
Terkait Sisa Dana Sumbangan Banjir 2017, Muhammad Noor Masese Angkat Bicara

Terkait Sisa Dana Sumbangan Banjir 2017, Muhammad Noor Masese Angkat Bicara

Terkait Sisa Dana Sumbangan Banjir 2017, Muhammad Noor Masese Angkat Bicara 

Belitung Timur, Berita Indonesia Raya-Menyikapi Persoalan masih tersisanya dana sumbangan dari masyarakat terkait Banjir di tahun 2017, Muhammad Noor Masese angkat bicara. 

"Jika dari sudut pandang saya itu adalah hal yang gak perlu di hebohkan ataupun di politisasi,  sumbangan itu kan sifatnya gak sekaligus dan itupun kemungkinannya dihimpun dari masyarkat gak satu hari kan, misalnya pada saat banjir itu banyak yang nyumbang dan berapapun yang terkumpul terus di salurkan, kemudian banjir selesai, sedangkan masih banyak masyarkat yang menyalurkan bantuannya, nah ini kan bisa digunankan kalau kalau terjadi lagi bencana di kemudian hari atau bisa saja buat menolong masyarakat Beltim yang terkena bencana,"ujar Muhammad Noor Masese yang akrab dipanggil M.Nur kepada Wartawan. Jum'at (22/05/2020).

Kemudian lanjut M.Nur, terkait Ada beberpa dana yang di sumbangkan ke Donggala itu juga bukan hal yang luar biasa dan apa lagi mekanisme juga jelas.

 "Kepedulian terhadap sesama tolong menolong  patut kita apresiasi  dan itupun gak di habiskan dananya kan, jika ada pejabat yang menyatakan dananya sudah habis saya kira mereka itu kurang komunikasi saja atau kemungkinan kurang tidur, dana tersebut tidak di pergunakan untuk kepentingan pribadi itu sudah benar,  jika ada yg mengatakan dana itu di salahgunakan buktikan, kalau tidak bisa membuktikan kan akan menjadi fitnah dan ini bisa mencermarkan nama baik orang lain," katanya

Muhammad Noor Masese yang juga sebagai Ketua DKW Komnaspan Babel juga mengatakan terkait pemberitaan yang pernah ditayangkan oleh media juga tidak ada bahasa menyudutkan, hanya menerangkan dan juga persoalan rekaman baru indikasi.

"Terkait pemberitaan itu juga hal yang biasa dan tidak ada bahasa yang menyudutkan hanya menerangkan saja, dan itulah salah satu tugas wartawan memberikan informasi kepada masyarakat dalam media berita dan gak perlu terlalu diartikan negatif, begitu juga kehebohan terkait rekaman, itupun gak jelas dan itu baru indikasi itupun harus dibuktikan kebenarnya dan motivasinya, janganlah sepotong sepotong dalam menilai sebuah persoalan apalagi belum terjadi ini juga bisa menimbulkan fitnah jika tidak bisa di buktikan, dan ingat semua itu harus di buktikan dengan minimal 2 alat bukti janganlah kita asal cuap cuap bikin gaduh sebelum menelusuri kebenarannya,"tandasnya

Akibat dari kehebohan ini menurutnya, bisa saja membuat orang yang di sangkakan tertekan bathin dan psikisnya begitu juga keluarga dan anak anak mereka,  

"lantas jika terjadi begini siapa yg bertanggung jawab, kalau mau nih yang harus kita perjuangkan adalah sitmulus ekonomi untuk masyarakat Beltim termasuk UMKM akibat dampak pademi Covid 19,"tambahnya

Muhammad Noor Masese meminta cukuplah jangan dibesar besarkan lagi, karena dananya itu masih ada.

"Sekali lagi saya kira cukuplah, sampe disini apalagi dana itu masih ada, dan tidak dipergunakan untuk kepentingan pribadi itu sudah benar  dan pengunaanya pun  bukan berdasarkan keinginan pribadi tapi sebuah proses telah di lalui, lantas dimana unsur pidananya.? justru kita bersyukur ada dana yang bisa di pergunakan jika sewaktu waktu terjadi bencana," katanya. (Salis)
Rabu, 20 Mei 2020
Salurkan Tali Asih Peduli Covid-19, Kapolres Beltim Silahturrahmi Dengan Tokoh Agama

Salurkan Tali Asih Peduli Covid-19, Kapolres Beltim Silahturrahmi Dengan Tokoh Agama


Salurkan Tali Asih Peduli Covid-19, Kapolres Beltim Silahturrahmi ke Tokoh Agama


Belitung Timur, Berita Indonesia Raya-AKBP Jojo Sutarjo, SIK, M.H selaku Kapolres Belitung Timur (Belitung Timur), terus bergerak untuk memperhatikan dan peduli kepada seluruh lapisan masyarakat. Perhatian tersebut dalam bentuk pemberian bantuan sosial atau pun tali asih kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Dalam pemberian bantuan sosial tersebut tentu sesuai dengan kondisi dan tepat sasaran, misalkan kepada masyarakat menengah kebawah. Polres Beltim sendiri dalam pelaksanaan pemberian bantuan sosial kepada warga yang terdampak pandemi Covid-19, dilakukan terlebih dahulu melalui pendataan oleh Bhabinkamtibmas yang betul-betul mengetahui kondisi dan situasi warga binaannya.

Untuk kali ini, Kapolres Beltim silahturahmi sekaligus memberikan bantuan sosial sebagai wujud perhatian kepada tokoh agama.  Sekira pukul 16.00 Wib, bertempat di Desa Lalang Kecamatan Manggar Kabupaten Beltim.

Kegiatan pemberian sembako oleh Kapolres Beltim ini didampingi Wakapolres Beltim dan Kasat Binmas Polres Beltim serta beberapa orang Personel melaksanakan silaturahmi sekaligus memberikan tali asih kepada tokoh agama H.Mukhtar Lutfi Ketua DMI Beltim, H.Toharjo Ketua Muhammadiyah Beltim, H.Ahmad Halip Ketua DKM Al-Azhar Desa Padang, Ustadz Alfaizin .LC. Ketua NU Beltim, H.Talafudin Ketua DKM Darussalam Manggar dan H.Arsyad Ketua DKM Assalam 1 Manggar.Selasa (19/05/2020). 

Seperti yang di katakan Kapolres Beltim, para tokoh agama tersebut memang belum tentu membutuhkan bantuan sosial, namun hal ini adalah wujud penghargaan kita kepada para tokoh agama.

"Mereka selama ini bergerak untuk terus menyampaikan ilmu dan pengetahuan agama, mengurus tempat ibadah yang terkadang kita juga melaksanakan ibadah ditempat Masjid tersebut. Tentu hal seperti ini kita juga harus perhatikan, mereka selama ini bekerja untuk agama dengan ikhlas," ungkap Kapolres.(*/Salis)

Minggu, 17 Mei 2020
Anjelo Brodhers Club' Sebut Bantuan Terdampak Covid-19 Ada Yang Tak Tepat Sasaran

Anjelo Brodhers Club' Sebut Bantuan Terdampak Covid-19 Ada Yang Tak Tepat Sasaran

Anjelo Brodhers Club Sebut  Bantuan Terdampak Covid -19 Ada Yang Tak Tepat Sasaran


Beltung, Berita Indonesia Raya-Terkait dengan bantuan terdampak covid-19 menggunakan APBD Kabupaten Belitung, Theo Maulana, anggota Anjelo Brodhers Club menyebutkan ada warga yang tidak berhak menerima bantuan terdata dalam penerima bantuan.

"Data 9000 warga yang akan menerima bantuan sungguh sangat rancu dan bahkan ada warga yg sangat tidak berhak menerima bantuan itu terdata dalam penerima bantuan, dikarenakan ada masyarakat yang lebih membutuhkan bantuan ini, Pemerintah Daerah harus segera merevisi data ini, sementara dana penerima bantuan tersebut diperoleh dari data UMKM, Dinas Pariwisata danDinas Perikanan, lalu bagaimana dengan UMKM yang tidak terdaftar,nelayan yang tidak terdaftar di Dinas, atau pedagang asongan yang tidak terdaftar," beber Theo.

 Theo juga mengatakan bahwa data penerima bantuan yang menggunakan dana APBD banyak yang tidak tepat sasaran, Ia mempertanyakan bagaimana cara dan sistem pendataan penerima bantuan tersebut.


"Banyak yang tidak berhak malahan mendapatkan bantuan, Kita sudah pegang data penerima bantuan dari anggaran APBD Kabupaten Belitung untuk masyarakat terdampak covid 19, saya bingung dari mana data yang didapat oleh Pemerintah, ada beberapa pengusaha yang akan mendapatkan bantuan dan terdata, ada UMKM yang sudah mapan masuk dalam data, sementara tukang jual sayur keliling, perae ikan,tukang kue keliling yang tidak terdaftar di Dinas Perindakop dan UMKM tidak ada terdata dan kemungkinan tidak akan menerima bantuan,bahkan ada yang sudah  meninggal 2 tahun lalu terdata menerima bantuan,"jelas Theo.

Disisi lain Rizal Khoiru Fuad anggota Anjelo Brodhers Club lainnya dan juga pernah menjadi ketua Komisariat HMI AMB ikut mengkritisi data bantuan Pemerintah Daerah yang telah dibuatkan SK no 188.45/261 kep/dispar/2020. no 188.45/262/kep/DKPP/2020. No 188.45/263/kep/disperik/2020. No 188.45/260/kep/KUKMPTK/2020,supaya di cek kembali.

"Jika ada pelaku pariwisata yg mendapatkan bantuan,pelaku pariwisata seperti apa, jangan sampai pelaku pariwisata yang punya banyak mobil yang mendapatkan bantuan,jika KUKM, KUKM yang seperti bagaimana,jangan KUKM yg terdaftar saja yang menerima bantuan, atau KUKM yang sudah mapan, begitu juga dengan nelayan, nelayan seperti apa yang mendapatkan bantuan, jika nelayan yang tidak terdaftar di Dinas Perikanan, nelayan pemancing bebulus, nelayan kater, nelayan sulo bagaimana dengan mereka, jika memang data ini bisa diperbaiki, kita minta supaya diperbaiki dahulu sebelum dibagikan ke masyarakat, jangan sampai terjadi dampak sosial yg lebih besar, dikarenakan kecemburuan sosial, alih-alih menjadi solusi ekonomi bagi masyarakat malah terjadi dampak sosial yang lebih besar", beber Rizal.

Rizal menghimbau kepada masyarakat, agar membuka pintu hati dan mempunyai kesadaran yang tinggi, jika nantinya terdata dan diminta untuk hadir mengambil bantuan, bagi yang merasa mampu supaya tidak mengambil bantuan itu, malu jadi benalu, malu minta melulu.

"Kami menghimbau kepada yang terdata tapi merasa mampu, supaya tidak mengambil bantuan itu,kalaupun harus diambil, silahkan ambil dan serahkan kepada yang lebih berhak dan lebih pantas dari anda," ujar Rizal. (Salis)
Kamis, 14 Mei 2020
Hari Kedua Pelatihan Memasak, Pasukan FCC Bagikan Kembali Hasil Masakan Peserta

Hari Kedua Pelatihan Memasak, Pasukan FCC Bagikan Kembali Hasil Masakan Peserta

Hari Kedua Pelatihan Memasak, Pasukan FCC Bagikan Kembali Hasil Masakan Peserta


Tanjungpandan,Berita Indonesia Raya- Memasuki hari kedua pelatihan memasak, Kamis (14/05/2020), relawan FCC kembali membagi bagikan Hasil masakan para peserta pelatihan.

Seperti pada hari pertama, semua hasil masakan peserta dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, dikomandoi DR Saepudin Almugniy, pasukan FCC menyebarkan nasi kotak keberbagai tempat ke rumah rumah warga Tanjungpandan.

Masyarakat yang menerima paket nasi kotak dari FCC setiap harinya tidak sama dengan hari sebelumnya, sesuai data dari berbagai Organisasi dan Komunitas yang tergabung di FCC, para relawan FCC mengantar dan membagikan nasi kotak tersebut.

Salahsatu warga Tanjungpandan, Nek Yuli saat menerima nasi kotak pemberian FCC mengatakan merasa senang karena hari ini bisa mendapatkan makanan paket nasi kotak.

"Alhamdulillah hari ini Kami makan nasi ini bersama anak kami, terimakasih kepada semua nya yang telah memberikan Kami nasi kotak ini," ucapnya.(red).

Bantuan Tanah Air Foundation Disalurkan Solidaritas Belitong Peduli Covid ke Pulau Selat Nasik

Bantuan Tanah Air Foundation Disalurkan Solidaritas Belitong Peduli Covid ke Pulau Selat Nasik


Bantuan Tanah Air Foundation  Disalurkan Solidaritas Belitong Peduli Covid  ke Pulau Selat Nasik


Tanjungpandan, Berita Indonesia Raya-Hari ini Solidaritas Belitong Peduli Covid yang menjadi bagian dari Forum Crisis Center Belitung  menyerahkan bantuan dari para donator untuk masyarakat dan tenaga medis di Pulau Selat Nasik, Belitung. Kamis (13/05/2020).

Adapun bantuan tersebut berupa Baju Hazmat, surgical mask, latex gloves, paket sembako, masker non medis, desinfektan dan hand sanitizer. Bantuan ini berasal dari para donasi individu, urunan karyawan PLN Belitung, PLN Peduli, Forum Crisis Center Belitung dan Tanah Air Foundation.

Ade Afrilian mewakili Tanah Air Foundation dalam keterangan rilisnya mengatakan, banyak cara untuk menjaga tanah air, salah satunya ikut jadi bagian dari melindungi tenaga medis yang masih terus berjuang menjadi garda depan Covid-19.

"Yang kami berikan mungkin tidak bisa langsung menyelesaikan atau bahkan menyelamatkan seluruh masyarakat di Belitung dari pandemi ini, tapi sebuah keistimewaan bisa berkolaborasi untuk tanah air kita, sembari memberi solusi bersama dengan komunitas-komunitas di Belitung dan kami harapkan masyarakat juga turun menjaga kesehatan dan kebersihan serta mengikuti protokol kesehatan dalam menghadapi pandemik covid19 ini," ujar Ade Afrilian.

Sementara Koordinator Solidaritas Belitong Peduli Covid Budi Setiawan menyebutkan, bahwa bantuan untuk tenaga medis ini buat antisipasi jika ada kejadian mendesak di pulau pulau terpencil. Karena bisa jadi banyak masyarakat yang mencoba masuk Pulau Belitung melalui pelabuhan tikus atau kapal nelayan. Begitu juga dengan bantuan sembako ini yang mana lebih dikhususkan kepada keluarga yang tidak mampu.

"Meski Belitung sudah Zona Hijau, namun potensi masuknya pengunjung dari Zona Merah masih mungkin terjadi, makanya kita tetap harus antisipasi dan jangan terlena”, ujarnya. (Red).

Rabu, 13 Mei 2020
Hasil Pertama Pelatihan Memasak, FCC Bagikan Nasi Kotak Kepada Masyarakat yang Membutuhkan

Hasil Pertama Pelatihan Memasak, FCC Bagikan Nasi Kotak Kepada Masyarakat yang Membutuhkan

Hasil Pertama Pelatihan Memasak, FCC Bagikan Nasi Kotak kepada Masyarakat yang Membutuhkan


Belitung, Berita Indonesia Raya- Forum Crisis Center (FCC) Belitung membagi bagikan paket nasi  yang dikemas dalam kotak untuk masyarakat yang membutuhkan, Rabu (13/05/2020). Ratusan nasi kotak ini disebar kebeberapa kelurahan yang berada di Kecamatan Tanjungpandan Kabupaten Belitung.

Nasi kotak ini hasil dari para peserta pelatihan memasak pada hari pertama yang diselenggarakan oleh BLK Belitung kerjasama dengan FCC, sebanyak 16 peserta yang ikut dalam pelatihan memasak ini akan terus mengikuti pelatihan hingga tanggal 23 mei 2020 dan hasil masakannya akan terus dibagi bagikan kepada masyarakat terdampak Covid-19.

Para Relawan yang tergabung dalam FCC bahu membahu melakukan penyebaran pembagian nasi kotak ini ke masyarakat yang sebelumnya telah didata untuk menerimanya pada hari pertama hasil para peserta pelatihan memasak.

Perwakilan FCC DR. Saifuddin Al mugniy, mengatakan bahwa sinergitas semua pihak adalah bentuk sense of crisis kita menghadapi sitausi pandemi covid 19.

"Karena itu peran Pemerintah dan masyarakat adalah bagian terpenting untuk membangun ghiroh masyarakat terutama yang terdampak ekonomi sosial yang ada," katanya.

Sementara Koordinator pelatihan Memasak  Istanty Safitrie menyebutkan selain mendapatkan ilmu memasak, para peserta juga dapat menaikkan bekal modal hidup nantinya.

"Alhamdulilah pelatihan hari pertama selain menghasilkan nasi kotak untuk bansos, peserta pelatihan juga dapat ilmu dari tutor yg sudah kompeten, pelatihan lancar aman dan peserta bertambah ilmunya, ilmu yang di dapat bisa di praktekkan untuk menaikkan bekal modal hidup baik dalam kondisi pandemi maupun setelah pandemi covid ini, terimakasih kepada FCC, tutor dan asisten yg di rodai oleh sebagian pengurus PCPI, persatuan chef di Belitung, kawan kawan relawan ISPB yang menjadi bagian dari Forum Crisis Center, semoga semua kolaborasi kerjasamanya semakin solid  dan menjadi berkah," ucap Istanty.
Copyright © 2014 News.Online All Right Reserved