Breaking News
Loading...
  • New Movies
  • Recent Games
  • Tech Review

REDAKSI

Komisaris Utama : Lisa Devianty Penasehat Hukum : Muhammad Yusuf M.H. Dewan Penasehat : Samsul Arifin P.hd Dewan Redaksi : Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Sahrus Salis Wakil Pemimpin Redaksi/Redaktur: Fendi Kuswandi Fotografer : Supardi Staf Redaksi&Periklana : Nining yuli Tata Letak/Grafis : Hadi Bidang IT : Ahmad Syaifullah Kepala Biro/Wartawan Propinsi Bangkabelitung : Ayirah, Ade, Eric Amd, Hadi, Supardi, Hadi Kamal, Nining. Hermanzah, Alexander. Propinsi Sumatera Selatan : Rouzie Agus Propinsi Kalimantan Barat : Thalud SE Propinsi Jawa Barat & DKI Jakarta : Ayu Cahyani Vawitri,Anggun Vabella Putri S.Pd,Ahmad Saifullah Propinsi Jawa Timur : Muhammad Yusuf M.H.

Recent Post

Minggu, 17 Mei 2020
Anjelo Brodhers Club' Sebut Bantuan Terdampak Covid-19 Ada Yang Tak Tepat Sasaran

Anjelo Brodhers Club' Sebut Bantuan Terdampak Covid-19 Ada Yang Tak Tepat Sasaran

Anjelo Brodhers Club Sebut  Bantuan Terdampak Covid -19 Ada Yang Tak Tepat Sasaran


Beltung, Berita Indonesia Raya-Terkait dengan bantuan terdampak covid-19 menggunakan APBD Kabupaten Belitung, Theo Maulana, anggota Anjelo Brodhers Club menyebutkan ada warga yang tidak berhak menerima bantuan terdata dalam penerima bantuan.

"Data 9000 warga yang akan menerima bantuan sungguh sangat rancu dan bahkan ada warga yg sangat tidak berhak menerima bantuan itu terdata dalam penerima bantuan, dikarenakan ada masyarakat yang lebih membutuhkan bantuan ini, Pemerintah Daerah harus segera merevisi data ini, sementara dana penerima bantuan tersebut diperoleh dari data UMKM, Dinas Pariwisata danDinas Perikanan, lalu bagaimana dengan UMKM yang tidak terdaftar,nelayan yang tidak terdaftar di Dinas, atau pedagang asongan yang tidak terdaftar," beber Theo.

 Theo juga mengatakan bahwa data penerima bantuan yang menggunakan dana APBD banyak yang tidak tepat sasaran, Ia mempertanyakan bagaimana cara dan sistem pendataan penerima bantuan tersebut.


"Banyak yang tidak berhak malahan mendapatkan bantuan, Kita sudah pegang data penerima bantuan dari anggaran APBD Kabupaten Belitung untuk masyarakat terdampak covid 19, saya bingung dari mana data yang didapat oleh Pemerintah, ada beberapa pengusaha yang akan mendapatkan bantuan dan terdata, ada UMKM yang sudah mapan masuk dalam data, sementara tukang jual sayur keliling, perae ikan,tukang kue keliling yang tidak terdaftar di Dinas Perindakop dan UMKM tidak ada terdata dan kemungkinan tidak akan menerima bantuan,bahkan ada yang sudah  meninggal 2 tahun lalu terdata menerima bantuan,"jelas Theo.

Disisi lain Rizal Khoiru Fuad anggota Anjelo Brodhers Club lainnya dan juga pernah menjadi ketua Komisariat HMI AMB ikut mengkritisi data bantuan Pemerintah Daerah yang telah dibuatkan SK no 188.45/261 kep/dispar/2020. no 188.45/262/kep/DKPP/2020. No 188.45/263/kep/disperik/2020. No 188.45/260/kep/KUKMPTK/2020,supaya di cek kembali.

"Jika ada pelaku pariwisata yg mendapatkan bantuan,pelaku pariwisata seperti apa, jangan sampai pelaku pariwisata yang punya banyak mobil yang mendapatkan bantuan,jika KUKM, KUKM yang seperti bagaimana,jangan KUKM yg terdaftar saja yang menerima bantuan, atau KUKM yang sudah mapan, begitu juga dengan nelayan, nelayan seperti apa yang mendapatkan bantuan, jika nelayan yang tidak terdaftar di Dinas Perikanan, nelayan pemancing bebulus, nelayan kater, nelayan sulo bagaimana dengan mereka, jika memang data ini bisa diperbaiki, kita minta supaya diperbaiki dahulu sebelum dibagikan ke masyarakat, jangan sampai terjadi dampak sosial yg lebih besar, dikarenakan kecemburuan sosial, alih-alih menjadi solusi ekonomi bagi masyarakat malah terjadi dampak sosial yang lebih besar", beber Rizal.

Rizal menghimbau kepada masyarakat, agar membuka pintu hati dan mempunyai kesadaran yang tinggi, jika nantinya terdata dan diminta untuk hadir mengambil bantuan, bagi yang merasa mampu supaya tidak mengambil bantuan itu, malu jadi benalu, malu minta melulu.

"Kami menghimbau kepada yang terdata tapi merasa mampu, supaya tidak mengambil bantuan itu,kalaupun harus diambil, silahkan ambil dan serahkan kepada yang lebih berhak dan lebih pantas dari anda," ujar Rizal. (Salis)
Kamis, 14 Mei 2020
Hari Kedua Pelatihan Memasak, Pasukan FCC Bagikan Kembali Hasil Masakan Peserta

Hari Kedua Pelatihan Memasak, Pasukan FCC Bagikan Kembali Hasil Masakan Peserta

Hari Kedua Pelatihan Memasak, Pasukan FCC Bagikan Kembali Hasil Masakan Peserta


Tanjungpandan,Berita Indonesia Raya- Memasuki hari kedua pelatihan memasak, Kamis (14/05/2020), relawan FCC kembali membagi bagikan Hasil masakan para peserta pelatihan.

Seperti pada hari pertama, semua hasil masakan peserta dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, dikomandoi DR Saepudin Almugniy, pasukan FCC menyebarkan nasi kotak keberbagai tempat ke rumah rumah warga Tanjungpandan.

Masyarakat yang menerima paket nasi kotak dari FCC setiap harinya tidak sama dengan hari sebelumnya, sesuai data dari berbagai Organisasi dan Komunitas yang tergabung di FCC, para relawan FCC mengantar dan membagikan nasi kotak tersebut.

Salahsatu warga Tanjungpandan, Nek Yuli saat menerima nasi kotak pemberian FCC mengatakan merasa senang karena hari ini bisa mendapatkan makanan paket nasi kotak.

"Alhamdulillah hari ini Kami makan nasi ini bersama anak kami, terimakasih kepada semua nya yang telah memberikan Kami nasi kotak ini," ucapnya.(red).

Bantuan Tanah Air Foundation Disalurkan Solidaritas Belitong Peduli Covid ke Pulau Selat Nasik

Bantuan Tanah Air Foundation Disalurkan Solidaritas Belitong Peduli Covid ke Pulau Selat Nasik


Bantuan Tanah Air Foundation  Disalurkan Solidaritas Belitong Peduli Covid  ke Pulau Selat Nasik


Tanjungpandan, Berita Indonesia Raya-Hari ini Solidaritas Belitong Peduli Covid yang menjadi bagian dari Forum Crisis Center Belitung  menyerahkan bantuan dari para donator untuk masyarakat dan tenaga medis di Pulau Selat Nasik, Belitung. Kamis (13/05/2020).

Adapun bantuan tersebut berupa Baju Hazmat, surgical mask, latex gloves, paket sembako, masker non medis, desinfektan dan hand sanitizer. Bantuan ini berasal dari para donasi individu, urunan karyawan PLN Belitung, PLN Peduli, Forum Crisis Center Belitung dan Tanah Air Foundation.

Ade Afrilian mewakili Tanah Air Foundation dalam keterangan rilisnya mengatakan, banyak cara untuk menjaga tanah air, salah satunya ikut jadi bagian dari melindungi tenaga medis yang masih terus berjuang menjadi garda depan Covid-19.

"Yang kami berikan mungkin tidak bisa langsung menyelesaikan atau bahkan menyelamatkan seluruh masyarakat di Belitung dari pandemi ini, tapi sebuah keistimewaan bisa berkolaborasi untuk tanah air kita, sembari memberi solusi bersama dengan komunitas-komunitas di Belitung dan kami harapkan masyarakat juga turun menjaga kesehatan dan kebersihan serta mengikuti protokol kesehatan dalam menghadapi pandemik covid19 ini," ujar Ade Afrilian.

Sementara Koordinator Solidaritas Belitong Peduli Covid Budi Setiawan menyebutkan, bahwa bantuan untuk tenaga medis ini buat antisipasi jika ada kejadian mendesak di pulau pulau terpencil. Karena bisa jadi banyak masyarakat yang mencoba masuk Pulau Belitung melalui pelabuhan tikus atau kapal nelayan. Begitu juga dengan bantuan sembako ini yang mana lebih dikhususkan kepada keluarga yang tidak mampu.

"Meski Belitung sudah Zona Hijau, namun potensi masuknya pengunjung dari Zona Merah masih mungkin terjadi, makanya kita tetap harus antisipasi dan jangan terlena”, ujarnya. (Red).

Rabu, 13 Mei 2020
Hasil Pertama Pelatihan Memasak, FCC Bagikan Nasi Kotak Kepada Masyarakat yang Membutuhkan

Hasil Pertama Pelatihan Memasak, FCC Bagikan Nasi Kotak Kepada Masyarakat yang Membutuhkan

Hasil Pertama Pelatihan Memasak, FCC Bagikan Nasi Kotak kepada Masyarakat yang Membutuhkan


Belitung, Berita Indonesia Raya- Forum Crisis Center (FCC) Belitung membagi bagikan paket nasi  yang dikemas dalam kotak untuk masyarakat yang membutuhkan, Rabu (13/05/2020). Ratusan nasi kotak ini disebar kebeberapa kelurahan yang berada di Kecamatan Tanjungpandan Kabupaten Belitung.

Nasi kotak ini hasil dari para peserta pelatihan memasak pada hari pertama yang diselenggarakan oleh BLK Belitung kerjasama dengan FCC, sebanyak 16 peserta yang ikut dalam pelatihan memasak ini akan terus mengikuti pelatihan hingga tanggal 23 mei 2020 dan hasil masakannya akan terus dibagi bagikan kepada masyarakat terdampak Covid-19.

Para Relawan yang tergabung dalam FCC bahu membahu melakukan penyebaran pembagian nasi kotak ini ke masyarakat yang sebelumnya telah didata untuk menerimanya pada hari pertama hasil para peserta pelatihan memasak.

Perwakilan FCC DR. Saifuddin Al mugniy, mengatakan bahwa sinergitas semua pihak adalah bentuk sense of crisis kita menghadapi sitausi pandemi covid 19.

"Karena itu peran Pemerintah dan masyarakat adalah bagian terpenting untuk membangun ghiroh masyarakat terutama yang terdampak ekonomi sosial yang ada," katanya.

Sementara Koordinator pelatihan Memasak  Istanty Safitrie menyebutkan selain mendapatkan ilmu memasak, para peserta juga dapat menaikkan bekal modal hidup nantinya.

"Alhamdulilah pelatihan hari pertama selain menghasilkan nasi kotak untuk bansos, peserta pelatihan juga dapat ilmu dari tutor yg sudah kompeten, pelatihan lancar aman dan peserta bertambah ilmunya, ilmu yang di dapat bisa di praktekkan untuk menaikkan bekal modal hidup baik dalam kondisi pandemi maupun setelah pandemi covid ini, terimakasih kepada FCC, tutor dan asisten yg di rodai oleh sebagian pengurus PCPI, persatuan chef di Belitung, kawan kawan relawan ISPB yang menjadi bagian dari Forum Crisis Center, semoga semua kolaborasi kerjasamanya semakin solid  dan menjadi berkah," ucap Istanty.
Kamis, 23 April 2020
Oman Anggari Bantah Tak Patuhi Isolasi Mandiri, Sinyal di Rumahnya Lemah 'Aplikasi Eror'

Oman Anggari Bantah Tak Patuhi Isolasi Mandiri, Sinyal di Rumahnya Lemah 'Aplikasi Eror'

Oman Anggari Bantah Tak Patuhi Isolasi Mandiri, Sinyal di Rumahnya Lemah 'Aplikasi Eror'

Oman Anggari

Belitung Timur,Berita Indonesia Raya - Ketua Fraksi Partai Nasdem di Dprd Beltim Oman Anggari angkat bicara, terkait dirinya dianggap tidak mematuhi peraturan Pemerintah untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari dirumah. Aplikasi tracking Covid-19 untuk melacak keberadaan para pendatang dari daerah zona merah di duga eror sistem, Kamis (23/4/2020)

Sebelumnya beredar luas di sosial media terkait titik GPS aplikasi Oman Anggari yang berada diluar rumah, bahkan posisi GPS tersebut berada tepat disalah satu warung kopi yang berada di kota manggar. Oman seharusnya melakukan isolasi mandiri didalam rumah selama 14 hari, Sebab Oman baru saja pulang dari daerah zona merah diluar Provinsi Bangka Belitung pada 22 April 2020.

Hal tersebut mengundang reaksi masyarakat yang berkomentar tentang tidak patuhnya salah satu Wakil Rakyat Belitung Timur terhadap aturan yang telah ditetapkan Pemerintah. Oman Anggari langsung melakukan klarifikasi dan membantah hal yang dituduhkan kepadanya.

"Isu itu Hoax atau tidak benar, titik GPS saya mungkin saja bisa di warkop ataupun dimana saja padahal posisi saya yang sebenarnya berada dirumah, inikan artinya aplikasi ini eror, saya tidak memahami erornya itu seperti apa dan karena apa" Jelas Oman saat dimintai konfirmasi dikediamannya Dusun Pancor Desa Padang.

Dirinya pun telah menghubungi pihak satgas Covid-19 Belitung terkait hal tersebut, dan mereka mengakui jika terjadinya eror sistem pada aplikasi tersebut.

"Saya sudah konfirmasi kepada petugas satuan covid-19 Belitung, bahwa memang terkadang aplikasinya eror, ya kita maklumlah kan aplikasi adalah teknologi bisa saja terjadi eror sistem. Rumah saya ini lokasi sinyalnya memang lemah, sehingga titik lokasinya tidak terupdate dengan baik atau titik lokasinya tidak pas" Kata Oman

Ia sangat menyayangkan ada oknum yang menyebar informasi yang tidak benar bahkan tanpa konfirmasi terlebih dahulu, karena ditengah pandemi Covid-19 saat ini, orang yang menyebarkan berita yang tidak benar tentang Covid-19 bisa terjerat hukum.

"Sangat disayangkan ada oknum - oknum yang menyebarkan ditambah - tambah isu dan lain sebagainya, seolah - olah saya tidak dirumah, jalan - jalanlah ya menyesatkan juga itulah yang dibilang hoax. Maklumat Polri itu jelas jangan membuat berita hoax terkait Covid-19 karena ini bisa dipidanakan jika dilaporkan" Tegas Oman.(*/Salis)
Rabu, 22 April 2020
Semarakkan Ramadhan at Home, PPWI Selenggarakan Lomba Menulis Cerpen Esai

Semarakkan Ramadhan at Home, PPWI Selenggarakan Lomba Menulis Cerpen Esai

Semarakkan Ramadhan at Home, PPWI Selenggarakan Lomba Menulis Cerpen Esai


Jakarta, Berita Indonesia Raya – Marhaban Yaa Ramadhan, Selamat Datang Bulan Suci Ramadhan 1441 Hijryah. Dalam rangka menjaga tetap semaraknya Siar Islam di Bulan Ramadhan 1441 Hijryah tahun 2020 ini, Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) menginisiasi sebuah kegiatan unik dan mengasyikkan, yakni Lomba Menulis Cerpen Esai. Tujuan dari kegiatan lomba ini adalah dalam rangka memberikan ruang bagi publik untuk menjalankan Ibadah Puasa di tengah suasana sulit akibat pandemi Virus Corona atau Covid-19.

“Kita tetap harus optimis dan bersemangat dalam menjalankan Ibadah Puasa bagi segenap warga Muslim di tanah air. Oleh karena itu, berbagai kegiatan menarik dan inovatif perlu kita lakukan, yang salah satunya adalah menulis cerita pendek atau cerpen esai. Momentum Ramadhan kali ini sangat spesial, sangat berbeda dari suasana Ramadhan tahun-tahun berlalu, dan mungkin tidak akan pernah kita jumpai lagi Ramadhan at Home, tanpa mudik, tanpa tarawih di Masjid, tanpa takbiran keliling, dan lain sebagainya di masa mendatang. Pasti banyak momentum faktual mengharukan, menyedihkan, mengangkan, bahkan menakutkan, serta berbagai rasa yang menantang nurani kemanusiaan kita. Saya kira, hal-hal seperti ini perlu diceritakan, dituturkan, dan didokumentasikan, untuk menjadi cacatan sejarah peradaban manusia selanjutnya,” ulas Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke kepada media, Selasa 21 April 2020.

Agar ceritanya terasa hidup, sambung Wilson, menyentuh kalbu kemanusiaan, dan enak dibaca, maka PPWI memilih pola penulisan Cerpen Esai sebagai kegiatan lomba kali ini (1). “Cerpen esai merupakan genre karya tulis yang unik, inspiratif, dan implementatif. Banyak novel ditulis berdasarkan fakta-fakta lapangan, semisal novel ‘Jokowi Si Tukang Kayu’ karya anggota PPWI, Gatotkoco Suroso (2). Nah, cerpen esai, saya kira sangat bagus untuk jadi pilihan jenis karya tulis masa depan,” imbuh Alumni PPRA-48 tahun 2012 itu.

Terkait berbagai hal tentang pelaksanaan lomba menulis cerpen esai ini, PPWI telah menyampaikan pengumuman lomba sebagaimana berikut ini.

*LOMBA MENULIS CERPEN ESAI*

*Pengertian: * Cerpen Esai adalah karya sastra dalam bentuk cerita fiksi yang diangkat dari kisah nyata/faktual. Dengan kata lain, cerpen esai merupakan kejadian atau fenomena atau hasil kajian yang bersifat akademis yang dituangkan dalam bentuk karangan bebas berupa cerita pendek. Cerpen Esai adalah gabungan cerpen dan esai. Ia cerpen yang bercita rasa esai, esai yang bercita rasa cerpen (3).

*Tema lomba: ‘Meniti Ramadhan Bersama Covid-19’* (4).

Judul tulisan bebas, namun tetap terkait dengan tema lomba.

Panjang tulisan cerpen esai adalah 1000 hingga 1500 kata (tidak termasuk foot-note), ditulis dengan program Microsoft Word, jenis huruf Times New Roman, ukuran huruf 12 pt.

Tulisan merupakan asli karya sendiri yang ditulis secara individu (bukan kelompok) dalam bentuk cerpen bernuansa esai, yakni tulisan sastra fiksi yang didasarkan pada fakta atau fenomena faktual dan/atau ilmiah. Cerpen Esai ditandai dengan adanya data empiris sebagai dasar penulisan cerpen dan disertakan – sebagai catatan kaki, foot-note (5) – sumber informasi/data yang digunakan di bagian akhir tulisan.

Cerpen Esai ditulis menggunakan bahasa Indonesia, namun boleh menggunakan bahasa (percakapan) dan/atau istilah berbahasa daerah maupun bahasa asing jika diperlukan.

Hasil karya Cerpen Esai dikirim dalam bentuk soft-file Microsoft Word (attachment) melalui email ke: lomba.cerpen.esai@gmail.com, dengan Subject: NamaPenulis_NomorKontak_KriteriaPeserta_JudulCerpenEsai. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu karya cerpen esai.

Pengiriman Cerpen Esai harus disertakan dengan soft-file identitas diri sesuai kriteria peserta (KTA Wartawan/Penulis, Kartu Pelajar/Mahasiswa, atau KTP untuk masyarakat umum).

Kriteria penilaian meliputi 3 unsur, yakni: isi & alur cerita, gaya & tata bahasa, dan catatan kaki (foot-note minimal 5 referensi sumber informasi/fakta).

Cerpen Esai harus diterima Panitia paling lambat pada 30 Ramadhan 1441 H (23 Mei 2020), pukul 23.59 WIB.

Team dewan juri lomba Cerpen Esai: Simon Syaefudin, Wilson Lalengke, dan Dian Sri Prabawardhani.

*Waktu Pelaksanaan Lomba*

Lomba menulis Cerpen Esai ini dimulai sejak hari pertama dimulainya Ibadah Puasa Ramadhan, tanggal 1 Ramadhan 1441 H atau bertepatan dengan tanggal 24 April 2020 Masehi dan berakhir pada 30 Ramadhan 1441 H (23 Mei 2020 M) (6).

Pengumuman hasil lomba akan dilaksanakan pada tanggal 5 Ramadhan 1441 H atau 28 Mei 2020 M.

*Kategori Peserta*

Setiap orang boleh mengikuti lomba ini, tanpa pengecualian Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA). Peserta hanya dapat memilih salah satu dari kategori berikut yang akan diikutinya, yakni:
• Wartawan & Penulis
• Pelajar & Mahasiswa
• Masyarakat Umum

*Hadiah dan Penghargaan*

Bagi masing-masing kategori, Panitia menyediakan hadiah dan penghargaan sebagai berikut:
• Juara I: Trophy, uang Rp 3 juta, dan sertifikat
• Juara II: Trophy, uang Rp 2 juta, dan sertifikat
• Juara III: Trophy, uang Rp 1 juta, dan sertifikat
• Harapan 1: Trophy, uang Rp 750 ribu, dan sertifikat
• Harapan 2: Trophy, uang Rp 500 ribu, dan sertifikat
• Hiburan bagi 5 orang: Uang Rp. 200 ribu dan sertifikat

_*Bagi semua peserta lomba tanpa kecuali, Panitia akan memberikan Piagam Penghargaan dalam bentuk e-Certificate melalui email masing-masing.*_

Untuk memahami detail tentang Cerpen Esai, peserta dapat mengikuti ulasan yang diberikan Denny JA, berikut contoh-contoh Cerpen Esai hasil karya Denny JA, di berbagai media di jaringan PPWI (7).

Demikian pengumuman ini disampaikan, dipublikasikan dan disebarluaskan kepada khalayak ramai. Ayo kita isi bulan suci, bulan penuh rahmat penuh berkah, Bulan Ramadhan Kariim, salah satunya dengan mengikuti lomba menulis Cerpen Esai bertema “Meniti Ramadhan Bersama Covid-19”.

Semoga keberuntungan Ramadhan 1441 H menyertai kita semua, Aminnn Yaa Rabal Alamin.

Jakarta, 21 April 2020

*Panitia Lomba*
*Sekretariat PPWI Nasional*
Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia
Jl. Anggrek Cenderawasih X No. 29, Kemanggisan, Palmerah
Slipi, Jakarta Barat, DKI Jakarta.
Phone: 021-53668243, FR/WA: 081371549165 (Shony)
Homepage: www.pewarta-indonesia.com
E-mail: lomba.cerpen.esai@gmail.com, ppwi.nasional@gmail.com


*Catatan (Foot-note)*

(1) PPWI telah beberapa kali melaksanakan kegiatan lomba menulis dan lomba foto, bekerjasama dengan berbagai pihak, antara lain dengan Bawaslu RI, Mabes Polri, BEM UNJ, dan Kedutaan Besar Kerajaan Maroko di Jakarta.

(2) Gatotkoco Suroso adalah Ketua DPD PPWI DKI Jakarta, seorang novelis kelahiran Boyolali, Jawa Tengah. Ia telah menulis novel berjudul ‘Sarjana Muda’, ‘Anak Negeri’, dan ‘Jokowi Si Tukang Kayu’. https://www.goodreads.com/book/show/16045919-jokowi

(3) CERPEN ESAI: Apa, Mengapa, Asal Mula https://pewarta-indonesia.com/2020/04/cerpen-esai-apa-mengapa-asal-mula/

“Kak, Aku Dikarantina di Mesjid” https://pewarta-indonesia.com/2020/04/kak-aku-dikarantina-di-mesjid/

Keris Pusaka Pedagang Keliling https://pewarta-indonesia.com/2020/04/keris-pusaka-pedagang-keliling/

Dokter Itu Mencapai Puncak Gunung https://pewarta-indonesia.com/2020/04/dokter-itu-mencapai-puncak-gunung/

Robohnya Kampung Kami https://pewarta-indonesia.com/2020/04/robohnya-kampung-kami/

Aku Pun Pergi ke Wuhan https://pewarta-indonesia.com/2020/04/aku-pun-pergi-ke-wuhan/

(4) Informasi terkait Covid-19 dapat dilihat di tautan ini: https://www.who.int/indonesia/news/novel-coronavirus/qa-for-public

(5) Catatan kaki adalah keterangan yang ditambahkan di bagian bawah halaman. Catatan kaki biasanya dicetak dengan huruf yang lebih kecil daripada huruf di teks guna menambahkan rujukan uraian di dalam naskah pokok. https://www.gurupendidikan.co.id/catatan-kaki/

(6) Hari pertama dimulainya lomba ini menyesuaikan dan mengikuti penetapan hari pertama 1 Ramadhan 1441 oelh Pemerintah Republik Indonesia.

(7) Lihat nomor (3)
Senin, 13 April 2020
Temukan BB Miras Ilegal di Warkop Kawasan Pelabuhan Batu Aer, Zikril : DM Terancam Diproses Hukum Sesuai Perda

Temukan BB Miras Ilegal di Warkop Kawasan Pelabuhan Batu Aer, Zikril : DM Terancam Diproses Hukum Sesuai Perda

Temukan BB Miras Ilegal di Warkop Kawasan Pelabuhan Batu Aer, Zikril : DM Terancam Diproses Hukum Sesuai Perda



Belitung Timur, Berita Indonesia Raya-Tim Operasi Gabungan Satpol PP,  Polres Beltim, KUPP Manggar beserta Aparat Kecamatan Simpang Pesak,  Kades Batu Itam dan Kades Tanjung Batu Itam  berhasil  menemukan Barang Bukti (BB) peredaran dan penjualan Miras ilegal berupa setengah jerigen ukuran  20 liter, bir putih 14 botol dan bir hitam sebanyak 10 botol di warkop Dm warga Desa Batu Penyu yang  membuka Warkop di lokasi kawasan Pelabuhan Batu Aer Desa Tanjung Batu Itam Kecamatan Simpang Pesak.Senin (13/04/2020).

Dm (40 tahun) tak berkutik  kepergok petugas gabungan yang langsung dipimpin Kasat Pol PP Zikril didampingi Kasat Sabhara Polres Beltim  AKP Suseno Joko Waluyo seizin Kapolres Beltim AKBP Jojo Sutarjo.S.IK.,M.H  Sekda Kabupaten Beltim Drs Ikhwan Fahrozi.Camat Simpang Pesak Shoufian S.AP dan  Agung Suryadi  petugas Faspel KUPP mewakili Pimpinan KUPP Manggar.

Atas temuan  kasus tersebut Kasat Pol PP Beltim meminta terduga diproses hukum sesuai Perda yang akan disangkakan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di Satpol PP dan meminta petugas menutup Warkop milik Dm tersebut  hingga proses hukum penegakkan Perda berlanjut.

“Kami ucapkan terima kasih kepada  warga setempat beserta aparat Desa Tanjung Batu Itam dan Camat Simpang Pesak  yang secara rutin membangun komunikasi dan koordinasi yang kondusif efektif dengan  aparat keamanan, sehingga keluhan warga tidak sampai terjadi mengambil langkah bertindak di luar prosedur terhadap keluhan masyarakat tentang aktivitas beberapa warkop di lokasi tersebut,”kata Zikril.

Selain itu Kasat Pol PP dan Kasat Sabhara Polres Beltim juga menyempatkan Sosialisasi Protokol agar membatasi waktu dan jumlah perkumpulan orang, tidak melakukan transaksi jual beli barang-barang terlarang, penampungan orang-orang/pegawai warkop yang disinyalir warga meresahkan masyarakat.

“Warkop di wilayah ini sudah beberapa kali ditertibkan Satpol PP maupun Aparat Keamanan setempat dan belum menunjukkan itikad baiknya terhadap tindakan preventif dan persuasif yang selama ini telah dilakukan oleh Aparat Pemerintah dan Keamanan setempat,"ujar Kasat Pol PP ini.

Tim Gabungan di saat Sosialisasi Protokol ini juga meminta untuk mematuhi protokol keluar rumah maupun ditempat umum kepada warga sekitar dan warkop-warkop target penertiban, seperti kewajiban memakai masker, mengatur jarak, mencuci tangan dengan handsanitizer, serta selalu memeriksakan kesehatan diri dan keluarga dan menghimbau agar melaporkan kepada Aparat Desa setempat bila ada saudara sanak family maupun pendatang yang baru masuk di wilayah desa setempat dengan cara yang baik, menjunjung tinggi asas harmonisasi dan humanisasi kehidupan bermasyarakat agar tidak terjadi konflik horizontal dalam suasana duka bersama , mengantisipasi dan melawan penyebaran virus corona-19.(*/Salis)
Copyright © 2014 News.Online All Right Reserved