Anjelo Brodhers Club' Sebut Bantuan Terdampak Covid-19 Ada Yang Tak Tepat Sasaran
Anjelo Brodhers Club Sebut Bantuan Terdampak Covid -19 Ada Yang Tak Tepat Sasaran
Beltung, Berita Indonesia Raya-Terkait dengan bantuan terdampak covid-19 menggunakan APBD Kabupaten Belitung, Theo Maulana, anggota Anjelo Brodhers Club menyebutkan ada warga yang tidak berhak menerima bantuan terdata dalam penerima bantuan.
"Data 9000 warga yang akan menerima bantuan sungguh sangat rancu dan bahkan ada warga yg sangat tidak berhak menerima bantuan itu terdata dalam penerima bantuan, dikarenakan ada masyarakat yang lebih membutuhkan bantuan ini, Pemerintah Daerah harus segera merevisi data ini, sementara dana penerima bantuan tersebut diperoleh dari data UMKM, Dinas Pariwisata danDinas Perikanan, lalu bagaimana dengan UMKM yang tidak terdaftar,nelayan yang tidak terdaftar di Dinas, atau pedagang asongan yang tidak terdaftar," beber Theo.
Theo juga mengatakan bahwa data penerima bantuan yang menggunakan dana APBD banyak yang tidak tepat sasaran, Ia mempertanyakan bagaimana cara dan sistem pendataan penerima bantuan tersebut.
"Banyak yang tidak berhak malahan mendapatkan bantuan, Kita sudah pegang data penerima bantuan dari anggaran APBD Kabupaten Belitung untuk masyarakat terdampak covid 19, saya bingung dari mana data yang didapat oleh Pemerintah, ada beberapa pengusaha yang akan mendapatkan bantuan dan terdata, ada UMKM yang sudah mapan masuk dalam data, sementara tukang jual sayur keliling, perae ikan,tukang kue keliling yang tidak terdaftar di Dinas Perindakop dan UMKM tidak ada terdata dan kemungkinan tidak akan menerima bantuan,bahkan ada yang sudah meninggal 2 tahun lalu terdata menerima bantuan,"jelas Theo.
Disisi lain Rizal Khoiru Fuad anggota Anjelo Brodhers Club lainnya dan juga pernah menjadi ketua Komisariat HMI AMB ikut mengkritisi data bantuan Pemerintah Daerah yang telah dibuatkan SK no 188.45/261 kep/dispar/2020. no 188.45/262/kep/DKPP/2020. No 188.45/263/kep/disperik/2020. No 188.45/260/kep/KUKMPTK/2020,supaya di cek kembali.
"Jika ada pelaku pariwisata yg mendapatkan bantuan,pelaku pariwisata seperti apa, jangan sampai pelaku pariwisata yang punya banyak mobil yang mendapatkan bantuan,jika KUKM, KUKM yang seperti bagaimana,jangan KUKM yg terdaftar saja yang menerima bantuan, atau KUKM yang sudah mapan, begitu juga dengan nelayan, nelayan seperti apa yang mendapatkan bantuan, jika nelayan yang tidak terdaftar di Dinas Perikanan, nelayan pemancing bebulus, nelayan kater, nelayan sulo bagaimana dengan mereka, jika memang data ini bisa diperbaiki, kita minta supaya diperbaiki dahulu sebelum dibagikan ke masyarakat, jangan sampai terjadi dampak sosial yg lebih besar, dikarenakan kecemburuan sosial, alih-alih menjadi solusi ekonomi bagi masyarakat malah terjadi dampak sosial yang lebih besar", beber Rizal.
Rizal menghimbau kepada masyarakat, agar membuka pintu hati dan mempunyai kesadaran yang tinggi, jika nantinya terdata dan diminta untuk hadir mengambil bantuan, bagi yang merasa mampu supaya tidak mengambil bantuan itu, malu jadi benalu, malu minta melulu.
"Kami menghimbau kepada yang terdata tapi merasa mampu, supaya tidak mengambil bantuan itu,kalaupun harus diambil, silahkan ambil dan serahkan kepada yang lebih berhak dan lebih pantas dari anda," ujar Rizal. (Salis)


















