Breaking News
Loading...
  • New Movies
  • Recent Games
  • Tech Review

REDAKSI

Komisaris Utama : Lisa Devianty Penasehat Hukum : Muhammad Yusuf M.H. Dewan Penasehat : Samsul Arifin P.hd Dewan Redaksi : Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Sahrus Salis Wakil Pemimpin Redaksi/Redaktur: Fendi Kuswandi Fotografer : Supardi Staf Redaksi&Periklana : Nining yuli Tata Letak/Grafis : Hadi Bidang IT : Ahmad Syaifullah Kepala Biro/Wartawan Propinsi Bangkabelitung : Ayirah, Ade, Eric Amd, Hadi, Supardi, Hadi Kamal, Nining. Hermanzah, Alexander. Propinsi Sumatera Selatan : Rouzie Agus Propinsi Kalimantan Barat : Thalud SE Propinsi Jawa Barat & DKI Jakarta : Ayu Cahyani Vawitri,Anggun Vabella Putri S.Pd,Ahmad Saifullah Propinsi Jawa Timur : Muhammad Yusuf M.H.

Recent Post

Rabu, 24 April 2019
Jual-Beli Suara Antar Caleg, Alumni Lemhannas:"Itu Money Politic, Harus Dicegah!

Jual-Beli Suara Antar Caleg, Alumni Lemhannas:"Itu Money Politic, Harus Dicegah!

Jual-Beli Suara Antar Caleg, Alumni Lemhannas: “Itu Money Politic, Harus Dicegah!

Wilson Lalengke
Jakarta,Berita Indonesia Raya – Pasca pelaksanaan pemilu serentak saat ini, perhatian publik lebih banyak fokus ke hasil perhitungan suara pasangan calon presiden. Hal itu mengakibatkan persoalan perolehan suara di kalangan calon legislatif terabaikan. Padahal, keduanya sangat penting, mengingat kedua lembaga, DPR RI dan Kepresidenan, harus dijabat oleh para petinggi negara yang jujur, kredibel dan memiliki kapasitas yang teruji untuk menjadi bagian dari pengelola negara.

Belakangan ini, misalnya, santer beredar khabar tentang deal-deal bisnis berupa jual-beli suara yang diperoleh antar calon legislatif (caleg). Bagi para kandidat yang mendapatkan jumlah suara kecil berupaya ‘menjual’ jumlah suaranya kepada caleg yang berpeluang mendapatkan kursi namun suaranya masih belum mencukupi. Kondisi ini kurang mendapat perhatian publik, termasuk oleh media massa.

“Jika ini dibiarkan terjadi, sulit dibayangkan betapa buruknya hasil demokrasi kita dalam pemilu kali ini,” ujar Wilson Lalengke, alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012, ketika dimintai pendapatnya terkait fenomena tersebut, Selasa, 23 April 2019.

Lulusan pascasarjana bidang Global Ethics dari Birmingham University, Inggris, ini mensinyalir bahwa pola jual-beli suara antar caleg itu sering terjadi di masa lalu, dan sudah mulai terdengar hari-hari belakangan ini. “Bahkan ada informasi yang masuk menyebutkan oknum caleg menyediakan dana 2 miliar untuk membeli suara dari caleg-caleg yang perolehan suaranya kecil di dapil tertentu di Sumatera,” imbuh Wilson yang juga adalah Ketua Umum PPWI itu.

Menurutnya, perilaku caleg yang melakukan deal-deal bisnis suara semacam ini merupakan salah satu bentuk money politic atau politik uang. “Pembelian suara rakyat itu bukan hanya sebatas pada serangan fajar yang dilakukan sebelum pencoblosan. Ketika seorang caleg menyerahkan perolehan suaranya kepada caleg lain dengan imbalan uang, itu merupakan money politic. Harus diwaspadai dan diproses oleh pihak terkait jika ada yang begitu,” jelas Wilson.

Bahkan, menurutnya, caleg yang melakukan jual-beli suara, baik sipenjual maupun pembeli suara, lebih buruk moralitasnya dibandingkan dengan caleg dan warga pemilih yang terlibat money politic serangan fajar. “Moralitas oknum-oknum caleg yang terlibat jual-beli suara itu jauh lebih buruk dari warga yang terlibat serangan fajar. Mengapa? Karena oknum-oknum itu nyata-nyata menghianati kepercayaan rakyat yang telah memberikan suaranya kepada mereka, dan memperlakukan sejumlah suara rakyat itu sebagai komoditi bisnis belaka,” tegas peraih gelar Masters of Art (MA) bidang Applied Ethics dari Utrecht University, Belanda, dan Linkoping University, Swedia, itu.

Akibatnya, lanjut Wilson, sebagian anggota legislatif yang dihasilkan oleh pemilu 2019 nanti merupakan pejabat bermoral rendahan, tidak amanah, dan cenderung koruptif dalam melaksanakan tugasnya sebagai anggota dewan. “Bagaimana tidak? Caleg model begini pasti beranggapan bahwa dia duduk di Senayan bukan karena kepercayaan rakyat, tapi karena investasi dana besar yang sudah dikeluarkannya. Mereka adalah anggota dewan bermoral rendahan, produk demokrasi dagang sapi,” ujar Wilson lagi.

Apa yang harus dilakukan? “Harus dicegah, jika ada caleg terindikasi melakukan jaul-beli suara antar caleg, harus diusut dan diproses. Caleg yang beli suara dari caleg atau partai lainnya harus didiskualifikasi, dicoret dari daftar calon anggota dewan terpilih. Sanksinya harus tegas seperti itu, jika kita ingin menciptakan Lembaga DPR RI, DPD RI, dan DPR Daerah yang baik, bermutu, dan produktif bagi rakyat,” tambah Wilson.

Beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan warga masyarakat dalam mengantisipasi munculnya para pelaku jual-beli suara caleg, menurut Wilson, antara lain sebagai berikut:

1. Tingkatkan dan perkuat monitoring rekapitulasi suara di semua tingkatkan, mulai dari TPS/KPPS, PPS, PPK, KPU Kota/Kabupaten, KPU Provinsi hingga ke KPU Pusat. Harus dipastikan bahwa rekap jumlah suara di tiap tingkat itu sesuai dengan Formulir C1.

2. Mengupayakan penerbitan press release (siaran pers) berita hasil rekapitulasi suara di tiap tingkatkan, minimal mulai dari tingkat PPS, baik oleh petugas pemungutan suara dan saksi, pemantau, media, maupun pihak berkepentingan lainnya.

3. Membuat laporan ke Panwaslu/Bawaslu jika terjadi hal-hal yang terindikasi curang, jual-beli suara, pengalihan suara caleg, dan lain-lain, untuk diproses sesuai koridor hukum yang berlaku.

4. Setiap caleg perlu menjaga komunikasi dengan pimpinan partai masing-masing agar perolehan suara para caleg terkait di dapil masing-masing dikontrol ketat. Dengan demikian, suara para caleg tidak mudah berpindah ke caleg lainnya, baik ke sesama caleg di internal maupun ke partai lainnya. (*/Ayirah )
Senin, 15 April 2019
Dandim Belitung Saksikan Pelepasan Logistik Pemilu 2019

Dandim Belitung Saksikan Pelepasan Logistik Pemilu 2019

Dandim Belitung Saksikan Pelepasan Logistik Pemilu 2019

Dandim Belitung Letkol Inf Indra Padang S.Sos saat menyaksikan Pelepasan Logistik Pemilu Serentak Tahun 2019 di GOR Tanjungpandan.
Tanjungpandan,Berita Indonesia Raya -Dandim 0414/Belitung Letkol Inf Indra Padang bersama sama unsur forkopimda lainnya menyaksikan pemberangkatan Logistik pemilu 2019 di GOR Tanjungpandan Kabupaten Belitung.           
Pendistribusian logistik kotak suara dan surat suara ke desa dan kelurahan di wilayah Kabupaten Belitung secara serentak oleh KPU Belitung dilaksanakan pada hari ini Senin 15 April 2019 pukul 09.00 WIB  bertempat di gedung olahraga ( GOR)  Tanjung pandan,Jalan A. Yani Kelurahan Pangkal Lalang Kecamatan Tanjung pandan Kabupaten Belitung yang selama ini di jadikan gudang penyimpanan logistik pemilu oleh KPU Kabupaten Belitung.   
            
Kegiatan Pendistribusian kotak suara dan surat suara ke 49 desa dan kelurahan di wilayah Kabupaten Belitung baik di Daratan maupun ke pulau pulau kecil yang ada di wilayah  Kabupaten Belitung.



Dalam kegiatan tersebut Ketua KPU Kabupaten Belitung Sony Kurniawan menyampaikan pendistribusian logistik sudah siap sekaligus memulai pendistribusian pada hari ini dengan pengawalan dari TNI dan Polri.

Sementara Kapolres AKBP Yudhis Wibisana SIK, M.H menyampaikan TNI-Polri selalu siap siaga dalam menjaga keamanan Pemilu 2019 ini.

"kita harus minimalisir permasalahan dan kendala yang akan terjadi,  untuk TNI Polri selalu siap siaga mengantisipasi perkembangan yang akan terjadi,  serta mengharapkan intansi lain yang terkait ikut berpartisipasi dalam menjaga keamanan pemilu 2019 ini"ungkap Kapolres

Sedangkan Bupati Belitung  Sahani Saleh Menyampaikan kita sukseskan Pesta demokrasi tahun ini,gunakan hak pilih dengan benar, cerdas,tepat dan bermartabat

"Demokrasi itu lebih banyak biayanya,jadi kita harus mensukseskan pemilu ini sebagai prioritas utama untuk Damai aman dan tentram sebagai tolak ukur suksesnya pesta demokrasi 2019 ini" paparnya.

Selanjutnya Bupati Belitung berserta unsur Forkopimda Kabupaten Belitung melepas langsung pengiriman logistik yang menggunakan angkutan truk dengan pengawalan dari Polres Belitung untuk menuju kantor desa dan kelurahan di wilayah Kabupaten Belitung yang di mulai dari kecamatan Membalong, Sijuk, Selat Nasik,  Badau dan yang terakhir Kecamatan Tanjungpandan(*/Red)
Terkait Pelepasan Logistik Pemilu,Kapolres Sebut Kendaraan Dinas TNI-Polri Dilarang mengangkut logistik

Terkait Pelepasan Logistik Pemilu,Kapolres Sebut Kendaraan Dinas TNI-Polri Dilarang mengangkut logistik

Terkait Pelepasan Logistik Pemilu, Kapolres Sebut Kendaraan Dinas TNI-Polri Dilarang mengangkut logistik

Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana SIK,M.H saat berada dalam acara Pelepasan Logistik Pemilu Serentak Tahun 2019 di GOR Tanjungpandan. 
Belitung,Berita Indonesia Raya -Pelepasan Logistik Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak Tahun 2019 telah dilaksanakan Oleh KPUD Kabupaten Belitung pada hari Senin tanggal 15 April 2019 dari Gor Tanjungpandan menggunakan puluhan truk ke 49 desa yang berada di seluruh wilayah Kabupaten Belitung.
Humas Polres Belitung Padli saat peliputan pelepasan Logistik Pemilu Serentak Tahun 2019 di GOR Tanjungpandan Kabupaten Belitung. 
Saat itu,Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana SIK,M.H dalam arahannya mengatakan untuk Netralitas,kendaraan dinas TNI-Polri dilarang mengangkut logistik Pemilu.

"jangan sampai disalahkan,TNI-Polri tidak mau menumpangkan kendaraannya untuk mengangkut logistik,karena kami di larang, untuk Netralitas TNI-Polri kami dilarang untuk menggunakan kendaraan dinas mengangkut logistik,kalau mengawal Boleh,apapun yang terjadi demi Netralitas TNI-Polri diharapkan nanti yang menjadi KPPS,KPPK harap memaklumi itu karena sudah ada perintah dari pimpinan",pungkas Kapolres Belitung.

Sementara Ketua KPUD Kabupaten Belitung Sony Kurniawan mengatakan seluruh proses persiapan untuk kelengkapan logistik Pemilu 2019 sudah siap.

"Insyaallah pagi hari ini secara keseluruhan dari KPUD yang dalam hal ini kita menggunakan Gor Tanjungpandan menuju 49 desa,yang nantinya pada esok harinya dari 49 desa termasuk wilayah Kepulauan yang ada di Kecamatan Membalong kemudian juga  wilayah Kecamatan Selat Nasik secara serentak besok juga langsung kita sampaikan ke 529 TPS",beber Sony Kurniawan.(Red)

Polres Belitung Gelar Apel Pergeseran Pasukan, Kapolres:Tidak Menuruti Perintah Operasi Sama Dengan Desersi

Polres Belitung Gelar Apel Pergeseran Pasukan, Kapolres:Tidak Menuruti Perintah Operasi Sama Dengan Desersi

Polres Belitung Gelar Apel Pergeseran Pasukan,Kapolres:Tidak Menuruti Perintah Operasi Sama Dengan Desersi

Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana SIK,M.H saat memimpin Apel Pergeseran Pasukan dihalaman Mapolres Belitung.
Belitung,Berita Indonesia Raya -Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana SIK,M.H menegaskan kepada seluruh pasukan pengamanan Pemilu 2019 apabila tidak melaksanakan Operasi atau tidak menuruti perintah Operasi sama dengan Desersi,hal ini disampaikannya saat Menggelar Apel Pergeseran Pasukan dihalaman Mapolres Belitung.Senin 15 /04/2019.

Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana SIK,M.H menyebutkan hukuman yang diberikan apabila tidak menuruti perintah Operasi Pengamanan Pemilu Tahun 2019 ini adalah dipecat dari Kesatuan Polisi Republik Indonesia.

"Jadi tidak ada lagi rekan rekan yang tidak tahu dan tidak mengerti apa yang harus dilakukan untuk melaksanakan pengamanan Pemungutan dan Penghitungan Suara,jaga solidaritas,jaga sinergitas dilapangan,tolong seluruh yang sudah diperintahkan dibawah kendali Kapolsek, rekan rekan turuti,tidak melaksanakan Operasi,tidak menuruti perintah Operasi sama dengan Desersi,hukumannya adalah dipecat."tegas Kapolres Belitung.

Kapolres Belitung juga memerintahkan semua anggota pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk melaksanakan sholat Subuh jamaah.

"Kita Harus tetap melaksanakan tugas dengan selalu berdoa,jaga kesehatan,sholat lima waktu saya perintahkan rekan rekan tidak boleh lewat,hari pelaksanaan pada hari Pemungutan dan Penghitungan Suara saya perintahkan semua anggota Pam  TPS sholat Subuh berjamaah,setelah itu sama sama melaksanakan tugas pengamanan di TPS",perintah Kapolres.

Selanjutnya,Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana memerintahkan Semua Kapolsek untuk mengendalikan dan memerintahkan seluruh anggotanya dalam Operasi Pengamanan Pemilu 2019 ini.

"Kapolsek kendalikan,perintahkan dan laporkan kepada saya bagi anggota yang tidak melaksanakan dengan baik,satu hari tidak melaksanakan Operasi ,tidak melaksanakan perintah dibawah kendali rekan rekan semuanya sama dengan Desersi ancamannya dipecat.",tandas Kapolres Belitung..(Red)

Minggu, 14 April 2019
Polres Belitung Gelar Coffe Morning dan "Ngeliwet" Bersama Para Caleg DPRD

Polres Belitung Gelar Coffe Morning dan "Ngeliwet" Bersama Para Caleg DPRD

Polres Belitung Gelar Coffe Morning dan "Ngeliwet" Bersama Para Caleg DPRD 

Suasana saat makan nasi Liwet bersama para Caleg DPRD Kabupaten Belitung,Caleg DPRD Provinsi Bangkabelitung Dapil 4 dan Calon DPD RI perwakilan Bangkabelitung di halaman Mapolres Belitung.
Belitung,Berita Indonesia Raya -Polres Belitung Polda Kepulauan Bangkabelitung menggelar Coffe Morning dan makan Nasi Liwet(ngeliwet)bersama para Caleg DPRD Kabupaten Belitung,Caleg DPRD Provinsi Babel dan Calon DPD perwakilan Bangkabelitung di halaman Mapolres Belitung.Minggu 14/04/2019.

Coffe Morning pasca kampanye dan persiapan hari pungut dan hitung suara Pemilu 2019 yang bertemakan "Dalam Rangka Persatuan dan Kesatuan Bangsa Terciptanya Pemilu 2019 Yang Aman,Damai dan Sejuk di Kabupaten Belitung" Dihadiri  Bupati Belitung H.Sahani Saleh S.Sos,Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie S.Sn,Ketua DPRD Kabupaten Belitung Taufik Rizani,Kasdim Belitung Mayor Inf Ruhin dan para Caleg DPRD Kabupaten Belitung,Caleg DPRD Provinsi Babel dapil 4,Calon DPD RI Perwakilan Babel serta para Forkopimda Kabupaten Belitung lainya.

Dalam kesempatan tersebut,Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana SIK,M.H disaat memberikan sambutannya mengatakan dengan kegiatan makan bareng dengan kebersamaan ini demi Kabupaten Belitung dan demi kesatuan dan persatuan untuk mendukung kegiatan Pemilu 2019.

"Kita dapat mewujudkan Pemilu yang aman,nyaman,tentram,damai dan sejuk di Kabupaten Belitung,perbedaan boleh kita lakukan pada saat kampanye,penyampaian visi misi yang sudah dilaksanakan pada saat kampanye juga namun tetap kami berharap seluruh masyarakat Belitung kembali bersatu untuk kegiatan Pemilu 2019."kata Kapolres Belitung.

Sementara Bupati Belitung H.Sahani Saleh S.Sos mengucapkan selamat berdemokrasi kepada para Caleg yang hadir dalam acara Coffe Morning dan Ngeliwet ini.

"kalau sudah berani tampil artinya sudah siap mengalami segala berbagai macam hal berkenaan dengan konsekwensinya."tandas Sanem.(Red)


Sabtu, 13 April 2019
Kodim Gelar Silaturahmi Dengan Wartawan, Dandim Jamin Netralitas TNI dan Jamin Keamanan Saat Pemilu

Kodim Gelar Silaturahmi Dengan Wartawan, Dandim Jamin Netralitas TNI dan Jamin Keamanan Saat Pemilu

Kodim Gelar Silaturahmi Dengan Wartawan,Dandim Jamin Netralitas TNI dan Jamin Keamanan Saat Pemilu

Suasana saat silahturahmi antara Kodim Belitung dengan para wartawan yang berada di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur 
Belitung,Berita Indonesia Raya -Dandim 0414 /Belitung Letkol Inf Indra Padang S.Sos menyatakan TNI menjamin  Netralitas nya dalam Pemilu 2019,hal ini disampaikannya saat Kodim 0414/Belitung menggelar pertemuan silahturahmi dengan para wartawan yang berada di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur di Resto Wanbie Jalan Sriwijaya Kecamatan Tanjungpandan Kabupaten Belitung Provinsi Bangkabelitung.Jum'at 12/04/2019.

Acara pertemuan silahturahmi dengan para wartawan yang bertemakan "Melalui Silahturahmi Dengan Komponen Masyarakat Kita Tingkatkan Rasa Cinta Tanah Air,Wawasan Kebangsaan dan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Dalam Rangka Membantu Kesulitan Serta Menjaga dan Mempertahankan Kedaulatan NKRI",ini di ikuti puluhan wartawan cetak dan Online.

Dandim Belitung Letkol Inf Indra Padang S.Sos disaat pertemuan silahturahmi dengan Wartawan menyebutkan pesta demokrasi rakyat atau Pemilu 2019 semangkit dekat,TNI-Polri siap mengamankan jalannya Pemilu dan berkomitmen bahwa TNI-Polri Netral.

"TNI-Polri dalam pemilu ini adalah netral dan menjamin keamanan pada saat pemilu hingga ke TPS TPS,kami sudah komitmen itu."tegasnya.

Dalam pertemuan silahturahmi  dengan puluhan awak media ini,Dandim juga mempersilahkan memberikan pertanyaan kepada nya.

Nasrully dari Poros TV dalam kesempatan itu mempertanyakan beberapa pertanyaan dan langsung di jawab Dandim Belitung Letkol Inf Indra Padang S.Sos.

Begitu juga dengan para Wartawan lainnya dalam suasana santai dan penuh keakraban mereka juga banyak menanyakan hal hal yang berhubungan dengan TNI.(Red)

Jumat, 12 April 2019
Keluarga Besar Kodim 0414 /Belitung Terima Sosialisasi HIV/AIDS

Keluarga Besar Kodim 0414 /Belitung Terima Sosialisasi HIV/AIDS

Keluarga Besar Kodim 0414 Belitung Terima Sosialisasi HIV/AIDS               

Tanjungpandan,Berita Indonesia Raya -Keluarga besar Kodim 0414/Belitung yang terdiri dari para prajurit dan Istri Prajurit (Persit) menerima Sosialisasi pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.Kamis 11/04/2019

Sosialisasi penanggulangan HIV/AIDS ini diikuti seluruh prajurit dan Persit kali ini dilaksanakan di Aula Makodim Jalan Merdeka no 1 Tanjungpandan Kabupaten Belitung.

Kegiatan ini dalam rangka upaya pencegahan terhadap penyebarluasan penyakit HIV/AIDS yang mematikan ini kepada keluarga besar Kodim 0414/Belitung.

Pada kesempatan yang baik ini  sebagai narasumber adalah Sekretaris dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kabupaten Belitung Rosmaida didampingi Staf Administrasi KPAI Kabupaten Belitung Asi Syurayani.   
                    
Saat sosialisasi,Rosmaidah menyampaikan tentang kondisi penyebaran HIV/AIDS yang terjadi di Kabupaten Belitung.
                         
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Keluarga besar TNI di Kodim ini yang sangat peduli dengan penyebaran dan pencegahan terhadap HIV dan AIDS ini dilingkungannya" ungkap Rosmaidah.

Seusai acara sosialisasi pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS kepada keluarga besar Kodim Belitung,Rosmaidah berkesempatan melakukan Foto bersama dengan seluruh para peserta sosialisasi ini.
(*/Red)
Copyright © 2014 News.Online All Right Reserved