Breaking News
Loading...
  • New Movies
  • Recent Games
  • Tech Review

REDAKSI

Komisaris Utama : Lisa Devianty Penasehat Hukum : Muhammad Yusuf M.H. Dewan Penasehat : Samsul Arifin P.hd Dewan Redaksi : Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Sahrus Salis Wakil Pemimpin Redaksi/Redaktur: Fendi Kuswandi Fotografer : Supardi Staf Redaksi&Periklana : Nining yuli Tata Letak/Grafis : Hadi Bidang IT : Ahmad Syaifullah Kepala Biro/Wartawan Propinsi Bangkabelitung : Ayirah, Ade, Eric Amd, Hadi, Supardi, Hadi Kamal, Nining. Hermanzah, Alexander. Propinsi Sumatera Selatan : Rouzie Agus Propinsi Kalimantan Barat : Thalud SE Propinsi Jawa Barat & DKI Jakarta : Ayu Cahyani Vawitri,Anggun Vabella Putri S.Pd,Ahmad Saifullah Propinsi Jawa Timur : Muhammad Yusuf M.H.

Recent Post

Selasa, 12 Februari 2019
PPWI Dukung Fahri Hamzah Soal Penghentian Penggunaan UU ITE untuk Bungkam Rakyat

PPWI Dukung Fahri Hamzah Soal Penghentian Penggunaan UU ITE untuk Bungkam Rakyat

PPWI Dukung Fahri Hamzah Soal Penghentian Penggunaan UU ITE untuk Bungkam Rakyat


Jakarta,Berita Indonesia Raya - Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA mengatakan sangat setuju dan mendukung pernyataan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah terkait dihapuskannya penggunaan pasal UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) dalam perkara-perkara yang berhubungan dengan delik pencemaran nama baik dan dugaan ujaran bernada sumbang atau negatif. Hal itu, menurutnya, karena UU ITE merupakan aturan yang sangat subyektif dan rentan ditumpangi kepentingan politik, oknum birokrat dan pengusaha nakal.

"Kita sangat mendukung pernyataan Pak Fahri Hamzah terkait penghentian penggunaan pasal karet UU ITE itu untuk menjerat warga yang kritis dengan tuduhan pencemaran nama baik dan ujaran bernada negatif" kata Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu.

Selain karena pasal 27 UU No. 19 tahun 2016 tentang ITE bertentangan dengan UUD, lanjut Wilson, pasal tersebut juga sangat subyektif, selalu difungsikan untuk memenuhi hawa nafsu oknum sasaran kritik yang sakit hati dan dendam terhadap pernyataan warga, termasuk wartawan. "Pasal 27 UU ITE itu, bagi manusia berakal sehat dan punya nalar yang baik, jelas-jelas bertentangan dengan UUD pasal 28 F. Pasal ITE itu selama ini selalu dijadikan senjata bagi oknum sasaran kritik dan pemberitaan untuk membalas kritikan menggunakan tangan polisi, jaksa, dan hakim. Oknum tersebut sakit hati atas pernyataan yang ditujukan kepadanya, dan ingin balas dendam. Namun, karena ketiadaan argumentasi sebab daya pikirnya yang rendah, maka oknum itu ambil jalan pintas dengan lapor polisi," urai lulusan pascasarjana bidang Applied Ethics dari Utrecht University, Belanda ini, sambil mencontohkan kasus korban pelecehan seksual Baiq Nuril yang harus jadi terpidana atas laporan oknum pelaku pelecehan baru-baru ini.

Sebagaimana disampaikan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah kepada media bahwa UU ITE tidak dimaksudkan untuk melarang orang bicara, dan  UU itu tidak berdiri sendiri sebagai UU pidana umum. UU ITE hanya untuk melengkapi KUHP,  karena unsur-unsurnya menyangkut siapa yang punya legal standing, itu ada di KUHP.

"UU ITE itu hanya bisa berdiri sendiri sebagai UU Administrasi Ekonomi," ujar Fahri Hamzah menjawab wartawan usai menyampaikan orasi kebangsaannya pada deklarasi Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) chapter Gorontalo, di Gorontalo kemarin, Minggu (10/2l).

Fahri  menegaskan UU ITE itu tidak untuk larang orang menyampaikan perasaan, aspirasi, atau pemikirannya. "Ini UU untuk administrasi ekonomi sebagai pelengkap UU Resi Gudang dan UU Penanaman Modal Asing yang kita buat dari tahun 2006-2008," tambah Fahri.

Sebelumnya, dalam paparannya di forum Indonesia Lawyer Club (ILC), Selasa (5/2/2019) lalu di sebuah stasiun televisi swasta nasional, Fahri
menyoroti adanya fenomena kebebasan berpikir dan berbicara yang dibatasi melalui pasal-pasal pemidanaan dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). "UU ITE dipakai pemerintah dan digandrungi aparat yang membuat aspirasi masyarakat dihentikan dengan dalih pencemaran nama baik," jelas Fahri.

Menurut dia, kondisi ini tidak bisa dibiarkan, yaitu orang menyampaikan kritik atas sebuah persoalan, lalu dipidana dengan pasal-pasal karet di UU ITE. "Aparat jangan gandrung menggunakan pasal tersebut apalagi digunakan untuk saling melaporkan demi kepentingan penguasa," ujar politisi PKS itu.

Fahri mencontohkan pernyataan musisi Ahmad Dhani yang menulis pendapatnya di media sosial bahwa pendukung penista agama layak diludahi mukanya, lalu ditangkap dan dijatuhi hukuman atas pernyataannya itu.

Menurut dia, pernyataan Dhani tersebut sama artinya pendukung kriminalitas layak diludahi mukanya seperti pendukung begal, pendukung teroris, dan pendukung pemerkosa.

"Seolah-olah hukum diinterpretasi sepihak untuk kepentingan penguasa, tidak boleh seperti itu," kata Fahri menambahkan.

Dia mengingatkan bahwa Indonesia mengalami zaman kebangkitan untuk menentang penjajahan kolonial karena kegelisahan pemikiran, lalu muncul gerakan perlawanan.

Oleh karena itu, kata Fahri, salah satu hal yang perlu dilakukan adalah mendorong agar Presiden Jokowi mengeluarkan Perpu yang menyatakan bahwa pasal di UU ITE yang terkait dengan pemidanaan seseorang akibat pernyataannya tidak boleh digunakan. "Saya mengusulkan agar Presiden Jokowi mengeluarkan Perpu bahwa UU ITE tidak boleh digunakan untuk kasus pencemaran nama baik," demikian Fahri Hamzah menjelaskan pandangannya di forum ILC lalu. (*/Red)
Sulitnya mendapatkan BBM,DPRD Beltim Gelar Rapat

Sulitnya mendapatkan BBM,DPRD Beltim Gelar Rapat

Sulitnya mendapatkan BBM,DPRD Beltim  Gelar Rapat

Belitung Timur,Berita Indonesia Raya -Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) diwilayah Belitung Timur(Beltim) menyebabkan keresahan bagi warga pemakai BBM di Kabupaten Belitung Timur, menyikapi hal ini DPRD Kabupaten Beltim menggelar rapat dan mengundang Jober PT Pertamina dan mitra Pertamina sebagai pendistribusian BBM PT Patra Niaga,para Pengelola SPBU se-Kabupaten Beltim serta para instansi terkait di ruang Rapat Besar DPRD Kabupaten Beltim.Senin 11/2.

Dalam rapat ini hadir Asisten II Kabupaten Beltim Ir Khaidir Lutfi,Kepala Ekbang Kabupaten Beltim Hendri,Kasat polpp Kabupaten Beltim Ronny S,perwakilan Polres Beltim Saragih,Supervisor Jober PT Pertamina Tanjungpandan Adhi ,Perwakilan PT Patra Niaga Andi Marwanto dan Diky,Perwakilan  Pengelola SPBU se-Kabupaten Beltim,Tokoh Masyarakat Kabupaten Beltim Baharan dan Para Anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur.

Ketua DPRD Kabupaten Beltim Tom Haryono saat membuka rapat mengatakan pertemuan ini sebagai tindak lanjut pertemuan yang sudah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu berkaitan dengan kondisi BBM di wilayah Kabupaten Belitung Timur ini.

"Nah jadi berkaitan dengan hal tersebutlah maka Kami dari DPRD Setelah mendengar masukan masukan dari masyarakat juga hujat hujatan lewat medsos,jadi kami melaksanakan tugas pokok dan fungsi kami dalam hal ini pengawasan,untuk itu kami kirimlah undangan kepada bapak bapak untuk menggelar rapat dengar pendapat." ujar Tom Haryono.

SelanjutnyaTom Haryono memberikan kesempatan pertama kepada Rohalba Anggota Komisi II untuk menyampaikan hal hal yang berkaitan dengan pembahasan permasalahan BBM yang terjadi di wilayah Kabupaten Belitung Timur.

Rohalba menuturkan Rapat dengar pendapat masalah BBM  ini merupakan rapat yang kedua kalinya.rapat pertama kali dilakukan pada tanggal 15 Januari 2019.

"Kenapa dilakukan pada tanggal 15 Januari 2019,karena pada saat itu betul betul dimana situasi dan kondisi untuk distribusi  minyak yang ada di Belitung Timur sangat betul betul kurang kondusif."kata Rohalba dengan suara lantangnya.

Selain Rohalba,Anggota DPRD Beltim yang lainnya juga mempertanyakan kendala apa yang menjadi Kelangkaan BBM.

Menjawab pertanyaan pertanyaan para Anggota DPRD Kabupaten Beltim terkait permasalahan BBM di Kabupaten Beltim Supervisor Jober PT Pertamina Tanjung Pandan Adhi menyebutkan patner PT Pertamina yaitu PT Patra Niaga sebagai pendistribusian pengelola mobil tangki  mengalami keterlambatan dikarenakan mobil angkutan mengalami problem tekhnis.

"memang ada problem tekhnis pada mobil angkutan kami,memang itu mengakibat kan keterlambatan,mengatasi hal itu hari libur dan hari minggu kami melakukan penyaluran."jelas Adhi

Sementara perwakilan PT Patra Niaga Diky mengungkapkan pertanggal satu Januari 2019 mendapatkan pekerjaan dari PT Pertamina untuk melakukan Penyaluran BBM dengan Kontrak 10 Mobil.

"Kita dikontrak pertamina itu hanya 10 mobil yang awalnya sebelum kita pegang itu memang sekitar 22 mobil."sebut Diky

Katanya,yang tadinya ada 22 mobil,dengan 10 mobil otomatis harus merubah lagi pola pengiriman ke SPBU supaya menghindari SPBU itu jangan ada yang kekosongan.

"Jadi kita memaksimalkan 10 mobil ini untuk mengirimkan ke semua lembaga penyalur."tandas Diky

Ketua DPRD Kabupaten Belitung Timur  Tom Haryono disaat usai rapat kepada Wartawan mengatakan DPRD Kabupaten Beltim menggelar rapat hari ini supaya jelas apa penyebabnya BBM susah.

"Tadi kan sudah ketahuan,yang pertama itu karena keterbatasan armada dari Jober ke SPBU SPBU maupun ke penyalur,kalau dulu  22 kendaraan yang dipakai,sekarang kan ada kontrak baru dengan anak perusahaan daripada Pertamina yaitu Patra Niaga itu syarat kontraknya hanya boleh 10 kendaraan yang boleh dioperasionalkan,jelaslah kan tersendat ini kan"kata Tom Haryono.

"Berdasarkan pertemuan hari ini mereka juga akan melaporkan bahwasannya pokok permasalahan adalah transportasi atau armada dan kami juga akan datang melakukan koordinasi dengan pihak Pertamina yang ada di Palembang." pungkas Ketua DPRD Kabupaten Beltim.(Red)
Minggu, 10 Februari 2019
PPWI dan Kodam XVII /Cenderawasih Jalin Kerjasama Bidang Jurnalistik

PPWI dan Kodam XVII /Cenderawasih Jalin Kerjasama Bidang Jurnalistik

PPWI dan Kodam XVII/Cenderawasih Jalin Kerjasama Bidang Jurnalistik


Jakarta,Berita Indonesia Raya - Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPN PPWI) bakal menggelar kegiatan bersama dengan Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih dalam waktu dekat. Bentuk kegiatan bersama itu difokuskan dalam bidang jurnalistik, pengembangan media massa, dan publikasi.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, kepada pewarta media ini melalui saluran WhatsApp-nya, usai temu silahturahmi dengan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Sabtu, 9 Februari 2019. Hadir dalam pertemuan informal sambil "ngopi-bareng" bertempat di Taman Anggrek, Jakarta Barat, itu, Kapendam Cenderawasih Kolonel Inf. Muhammad Aidi, Fachruddin dari Republika dan Daeng Amran dari Portalindo.

"Sebenarnya sudah lama kami diskusikan tentang kemungkinan kerjasama PPWI dengan Kodam XVII/Cenderawasih ini melalui komunikasi telepon, namun baru tadi sore kita bicarakan serius dalam pertemuan tatap muka langsung antar kita," ujar Wilson Lalengke yang sudah melatih ribuan anggota TNI, Polri, PNS, guru, dosen, mahasiswa, wartawan dan masyarakat umum di bidang jurnalistik warga itu.

Bentuk kerjasamanya, lanjut Wilson, antara lain penataran (pelatihan - red) jurnalistik warga bagi anggota TNI pemangku fungsi penerangan dan kehumasan di lingkungan Kodam Cenderawasih, di wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat. "Sebagaimana kerjasama yang pernah kita lakukan dengan Kodam Jaya/Jayakarta beberapa waktu lalu, kerjasama PPWI dengan Kodam XVII/Cenderawasih nanti antara lain dalam bentuk penataran atau pelatihan jurnalistik warga bagi anggota TNI di lingkungan Kodam Cenderawasih," imbuh lulusan PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini.

Selain itu, PPWI juga akan membantu Kodam XVII Cenderawasih dalam hal publikasi dan penyebar-luasan informasi dari wilayah Papua dan Papua Barat, baik yang langsung terkait dengan kegiatan Kodam maupun situasi dan kondisi lingkungan masyarakat di wilayah teritorial Kodam Cenderawasih. "PPWI juga akan beri dukungan dan bantuan penuh dalam hal pengembangan media dan publikasi," ungkap Wilson yang sangat konsern dengan peningkatan melek media bagi seluruh elemen masyarakat ini.

Ketika ditanyakan tentang kapan kegiatan kerjasama PPWI dengan Kodam XVII Cenderawasih akan dimulai, pria lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau, Pekanbaru, itu mengatakan bahwa pihaknya menunggu penjadwalan kegiatan dari Kodam Cenderawasih. "Sesuai hasil pembicaraan dengan Pak Kapendam Cenderawasih tadi, Kodam akan segera menjadwalkan pelaksanaan penataran di Jayapura dengan mengundang para anggota TNI dan PNS dari Korem maupun Kodim seluruh Papua dan Papua Barat. Nanti trainer PPWI akan ke Jayapura memberikan pelatihan tersebut," kata Wilson mengutip penyampaian Kapendam Cenderawasih, Kolonel Inf. Muhammad Aidi dalam pertemuan tersebut.

Walaupun demikian, menurut dia, kerjasama PPWI dengan Kodam XVII Cenderawasih sebenarnya sudah berjalan selama ini, terutama dalam hal publikasi berita dari unit penerangan Kodam di media-media yang tergabung dalam PPWI Media Group. (*/Ayirah)
Minggu, 03 Februari 2019
Anggota DPRD Beltim Bersama Warga Mempaya Tangkap Kayu Ilegal Loging

Anggota DPRD Beltim Bersama Warga Mempaya Tangkap Kayu Ilegal Loging

Anggota DPRD Beltim Bersama Warga Mempaya Tangkap Kayu Ilegal Loging

`

Damar,Berita Indonesia Raya --Pembalakan kayu kembali terjadi di hutan kawasan gunong sepang,  Belitung Timur. Aktivitas pembalakan liar tersebut ditemukan oleh warga Desa Mempaya Kecamatan Damar Kabupaten Belitung Timur pada sore hingga malam hari.Sabtu 2/2
Koko Haryanto saat menandatangani berita acara di Polres Beltim 

Pada saat ditemukan, sekitar pukul 19.00, kayu tersebut dibawa menggunakan mobil truck,tidak tanggung tanggung ada 4 mobil truck yang membawa hasil pembalakan tersebut.

Di dalam mobil tersebut tampak ada ratusan keping kayu olahan jenis papan,rencananya kayu tersebut akan diangkut ke wilayah Kecamatan Tanjung Pandan Kabupaten Belitung.Namun setelah ditangkap basah,  masyarakat langsung menggiring mobil tersebut ke halaman kantor Desa Mempaya.

Anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur Koko Haryanto yang juga ikut bersama masyarakat menyampaikan,pembalakan kayu tersebut sudah berkali kali dilakukan,  namun kali ini dalam jumlah kayu olahan yang cukup besar.

"Dari hasil interogasi kita kepada sopir yang tertangkap,  mereka melakukan ini atas suruhan pemilik kayu,Kami meminta para sopir yang membawa kayu tersebut berbicara jujur,  apa adanya,  jangan sampai kasus ini hanya sampai ke mereka saja,  kita mau tau siapa dalangnya, "tegas Koko.

Setelah dibuatkan berita acara dari desa,  mereka ber empat langsung diserahkan ke polres untuk diproses lebih lanjut.  Beberapa saksi kata koko juga dihadirkan di polres semalam,  karena mereka ingin proses hukum ditegakkan dengan se adil adilnya.

Pemeriksaan saat di Kantor
Kepala Desa Mempaya 
"saya apresiasi kepada semua warga Desa Mempaya yang dengan sigap menindak kegiatan ilegal loging ini,walalupun tidak bisa semua tertangkap,oleh karena banyak yang kabur ke dalam hutan, "ungkap koko.

Untuk itu menurut koko,kasus ini harus terus dikawal,  sebagai pelajaran bagi pihak pihak yang berkepentingan siapapun dia,  maka harus ditindak bila menjarah hutan dalam kawasan.

"Hutan kita ini masih sedikit yang tersisa,  maka mari kita manfaatkan dengan arif dan bijaksana melalui program program pemberdayaan.Keseimbangan Hutan,  lahan dan sungai sangat tergantung pada manusia yang mengelolahnya,  jangan sampai nantinya menimbulkan bencana yang semakin besar.  Cukuplah banjir tahun lalu sebagai pelajaran bagi kita untuk hati hati dalam memanfaatkan alam ini,  karena alam juga bisa marah."  Tandas nya (Red)
Dipantai Romodong,Gubernur dan Istri Tampil Mesra

Dipantai Romodong,Gubernur dan Istri Tampil Mesra

Dipantai Romodong,Gubernur Dan Istri Tampil Mesra

Belinyu,Berita Indonesia Raya – Suasana ceria dan “Romantis”. Itulah yang menampilkan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman dan Istri, Melati Erzaldi, ketika mengikuti Tour Scooter dalam rangka Vespapora 17th Belinyu Owner Scooter di Pantai Romodong, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka.
Ceria dan “Romantis” orang nomor satu di Negeri Bumi Serumpun Sebalai itu, ketika menyumbangkan sebuah lagu tembang “Menunggumu” yang dipopulerkan oleh Anji.
Bak pasangan muda, Gubernur Erzaldi bersama istri, Melati, diiringi salah satu group musik muda kala itu, mulai dari bait pertama hingga akhir baik lagu, terus memperlihatkan “Kemesraannya”. Terlebih lagu yang dinyanyikan di depan Mahasiswa AIESEC dari 17 negara Asia dan Eropa, Anggota Belinyu Owner Scooter, masyarakat, Pelajar dan Pengunjung Pantai Romodong itu, merupakan salah satu lagu idola kaum muda (milenial) dan kaum hawa.
Tidak hanya lagu “Menunggumu” Gubernur dan istri yang selalu tampil romantis pada setiap kegiatan baik formal maupun non formal itu, juga menyainyakan lagu “Terajana” ciptaan Roma Irama.
Menariknya, saat tembang Raja Dangdut itu dinyanyikan, Gubernur Erzaldi membawa serta anak-anak muda yang tergabung dalam AIESEC, Anggota Belinyu Owner Scooter  ikut bergoyang, sembari menikmati sejuknya hembusan angin laut Pantai Romodong.
Gubernur Erzaldi beserta istri, selain menyumbang dua buah lagu, dengan tampilan “Romantis”, juga mengajak para generasi muda dari 17 negera Asia dan Eropa, untuk bersama-sama turut menari dalam tarian khas Bangka Belitung, yaitu Tari Campak.
Tak sebatas itu, Gubernur bersama Melati Erzaldi, dalam kesempatan sama, juga memperkenalkan salah satu buah khas Bangka Belitung, yakni Manggis, sembari mencoba untuk mencicipinya.  
Diakhir kegiatannya, Gubernur Erzaldi didampingi istri, memberikan santunan sejumlah uang kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa desa setempat.
Gubernur Erzaldi mengatakan, tour scooter dalam rangka Vespapora 17th BOS, pimpinan Oggy Escobar ini, merupakan percobaan bagaimana mengemas suatu acara yang dikaitkan dengan promosi wisata, yang insya Allah, group scooter akan ada acara nasional di Kota Pangkalpinang.
“Kita sudah berkoordinasi bagaimana kita mengundang group scooter-scooter dari luar untuk berkunjung ke Bangka, dan mereka melakukan perjalanan antar daerah wisata. Mungkin insya Allah salah satunya Pantai Penyusuk, dan Muntok,” kata Gubernur.
Disebutkan Gubernur Erzaldi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan ASDP bagaimana menyambut kegiatan ini, sehingga kehadiran para scooter, akan lebih banyak. Karena perjalanan kapal ASDP akan ditambah pada saat event tersebut.
Sementara itu, Ketua Belinyu Owner Scooter, Oggy Escobar mengatakan, BOS ini, sudah berdiri selama 17 tahun. “Saya memimpin BOS ini, sudah dua periode. Group Vespa ini, tidak hanya untuk berkumpul sesama pecinta Vespa, tapi saya berharap bisa memberikan kontribusi untuk Belinyu,” ungkap Oggy.
“Sekarang di Belinyu terdata kurang lebih 50 pecinta vespa. Terima kasih sekali dengan Pak Gubernur yang memberikan apresiasi kepada kami. Dan kami merasa bangga Pak Gubernur Peduli kepada kami. Mudah-mudahan kami juga memberikan manfaat untuk mengembangkan wisata Belinyu dengan cara kami, karena anak motor,” kata Oggy.
Ketua BOS ini juga, berharap, kehadiran Mahasiswa AIESEC dari 17 Negara di Penyusuk dan Romodong di kegiatan kali ini, bisa membawa pesan dan mengenalkan Bangka ke dunia internasional.
Ikut mendampingi Gubernur dalam kegiatan itu, Kepala Dinas Kehutanan Babel, Marwan, Perwakilan Pemkab Bangka, Ketua KONI Babel, Ketua dan Anggota Belinyu Owner Scooter.(*/Ayirah)
Bhabinkamtibmas Kacang Butor Sambangi warga

Bhabinkamtibmas Kacang Butor Sambangi warga

Bhabinkamtibmas Kacang Butor Sambangi Warga

Badau,Berita Indonesia Raya -Sebagai seorang Babinkamtibmas Desa Kacang Butor Brigadir Febriansa selalu siap sedia hadir ditengah-tengah warga desa binaanya termasuk disetiap Kegiatan di wilayah desa binaannya tidak perduli cuaca panas maupun hujan siang ataupun malam hari.

Kali ini Babinkamtibmas Polsek Badau Polres Belitung Brigadir Febriansa melaksanakan Sambang ke warga desa binaanya pada malam hari dalam rangka menjalin komunikasi dengan warga desanya tersebut.Sabtu 2/2.

Kata Brigadir Febriansa maksud dari kegiatan sambang Bhabin Desa Kacang Butor guna memastikan Semua lingkungan di desanya berjalan dengan aman dan lancar tanpa Ada hambatan yang berarti.

"Dalam menjaga stabilitas keamanan agar tetap kondusif di wilayah hukum Polsek Badau salah satunya dapat di lakukan dengan melaksanakan sambang oleh Anggota Bhabinkamtibmas,” Ungkap Kapolsek Badau Iptu Sugraito, SH melalui Brigadir Febriansa

Hal yang sama juga di ungkapkan Kapolsek Badau Iptu Sugraito. SH kegiatan yang dilakukan guna menjaga stabilitas keamanan wilayah Kecamatan Badau serta pastikan kegiatan Warga Binaan berjalan aman dan terciptanya  situasi wilayah yang kondusif.(*/Red)

.

Jumat, 01 Februari 2019
Hudarni Rani Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan

Hudarni Rani Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan

Hudarni Rani Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan 


Manggar,Berita Indonesia Raya - Senator Perwakilan Provinsi Bangkabelitung(Babel) Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Drs HA Hudarni Rani S.H melakukan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada masyarakat Belitung Timur di  Aula rumah makan Fega Desa Baru Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Provinsi Bangkabelitung. Jumat 1/2.
 
Tampak hadir Wakil Bupati(Wabup) Kabupaten Belitung Timur Drs Burhanuddin,Ketua KPU Beltim Rizal ST,Staf Ahli PHP Sarjono,Anggota Bawaslu Beltim Ihsan Jaya,Camat Simpang Renggiang Marwi,Camat Damar Rusman,perwakilan Pos TNI Angkatan Laut Serma Susatyo,Perwakilan Polres Beltim Brigadir Rizki N,Tokoh Paguyuban,Tokoh Pemuda,Tokoh Masyarakat,Tokoh Agama,Tokoh Adat,Siswa siswi serta Masyarakat Beltim lainnya.

Dalam acara ini Wabup Beltim memberikan sambutan serta sekaligus membuka acara sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yakni Sosialisasi Pancasila,UUD 1945,NKRI Bhinneka Tunggal Ika oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI).


Wakil Bupati Belitung Timur Drs Burhanuddin dalam sambutannya mengatakan Empat Pilar Kebangsaan perlu disosialisasikan karena merupakan pondasi bangsa Negara Kesatuan Republik Indonesia,kalau pondasi lemah maka akan hancur Negara kita.

Wabup juga menyebutkan Negara kita  terbentuk dengan suku bangsa yang banyak dari Sabang sampai Merauke,Negara terbentuk dengan berbagai macam agama,Negara terbentuk berbagai paham dan ideologi,sehingga pondasi Empat Pilar Kebangsaan dijaman Era digitaliasi ini harus diperkuat.

Sementara Drs HA Hudarni Rani S.H seusai acara mengatakan sosialisasi ini adalah kerja rutin yang harus dilakukan untuk memberikan peningkatan kualitas pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan.

"Proses nya panjang dan hasilnya panjang mudahan mudahan semuanya memahami."harap sang Senator mantan Gubernur Babel yang pertamakali ini.(Red)

Copyright © 2014 News.Online All Right Reserved