Breaking News
Loading...
  • New Movies
  • Recent Games
  • Tech Review

REDAKSI

Komisaris Utama : Lisa Devianty Penasehat Hukum : Muhammad Yusuf M.H. Dewan Penasehat : Samsul Arifin P.hd Dewan Redaksi : Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Sahrus Salis Wakil Pemimpin Redaksi/Redaktur: Fendi Kuswandi Fotografer : Supardi Staf Redaksi&Periklana : Nining yuli Tata Letak/Grafis : Hadi Bidang IT : Ahmad Syaifullah Kepala Biro/Wartawan Propinsi Bangkabelitung : Ayirah, Ade, Eric Amd, Hadi, Supardi, Hadi Kamal, Nining. Hermanzah, Alexander. Propinsi Sumatera Selatan : Rouzie Agus Propinsi Kalimantan Barat : Thalud SE Propinsi Jawa Barat & DKI Jakarta : Ayu Cahyani Vawitri,Anggun Vabella Putri S.Pd,Ahmad Saifullah Propinsi Jawa Timur : Muhammad Yusuf M.H.

Recent Post

Sabtu, 23 Maret 2019
Dalam Rangka Pengamanan Pemilu, Polsek Sijuk laksanakan Apel Gelar Pasukan

Dalam Rangka Pengamanan Pemilu, Polsek Sijuk laksanakan Apel Gelar Pasukan

Dalam Rangka Pengamanan Pemilu,Polsek Sijuk laksanakan Apel Gelar Pasukan

Kapolsek Sijuk AKP Dwi Purwaningsih beserta muspika Kecamatan Sijuk saat menggelar Apel Gelar Pasukan di Mapolsek Sijiuk. 
Sijuk,Berita Indonesia Raya -Kepolisian Sektor Sijuk melaksanakan Apel Gelar Pasukan dalam rangka pengamanam  menghadapi Pemilu tahun 2019 diwilayah Hukum Polsek Sijuk Polres Belitung di Mapolsek Sijiuk Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung Provinsi Bangkabelitung.Sabtu 23/03/2019.

Kegiatan Apel Gelar Pasukan ini dipimpin oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sijuk Mastari,S.AP di dampingi Kapolsek Sijuk AKP Dwi Purwaningsih,SH, SIK dan Danramil Tanjungpandan diwakili Serka Purwoko.

Apel Gelar Pasukan yang bertemakan "Kita Tingkatkan Sinergitas TNI - Polri Dengan Komponen Bangsa Lainnya Guna Mewujudkan Kamdagri Yang Kondusif"
Dihadiri oleh Ketua PPK Sijuk Sanusi, Perwakilan Panwascam, Seluruh Kades Se-Kecamatan Sijuk serta perwakilan linmas Desa di wilayah Kecamatan Sijuk, dengan Pleton/ peserta upacara yaitu 1 Pleton TNI (Koramil Tanjungpandan),1 Pleton Polri (Personel Polsek Sijuk),1 Pleton Linmas Desa 1 Pleton Pegawai di lingkungan Kantor Camat Sijuk.

Sekcam Sijuk Mastari S.AP dalam membacakan amanat Menkopolhukam RI mengatakan pahami bahwa tugas pengamanan pemilu tahun 2019 adalah kehormatan dan kebanggaan yang tidak dapat di nilai dengan apapun sekaligus menjadi amal ibadah yang akan mendapatkan pahala dari Tuhan Yang Maha Esa,Jalin senergitas pemerintah, TNI-Polri, dan seluruh komponen masyarakat guna mewujudkan keamanan dan kelancaran pelaksanaan tugas.

lanjut Sekcam,Segera kenali, cari, temukan dan atasi serta netralisir potensi kerawanan agar tidak berkembang dan mengganggu penyelenggaraan pemilu tahun 2019,tindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku terhadap pihak yang mencoba mengganggu kelancaran pemilu tahun 2019.

"Babinsa dan bhabinkamtibmas harus mampu ikut serta menenangkan masyarakat agar tidak resah dengan menyebarnya berita hox serta menguatnya politik identitas yang dapat menggerus disintegrasi Bangsa,inventarisir dan koordinasi dengan tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan toko masarakat untuk memberikan rasa tenang kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan aman."lanjutnya lagi.

Kegiatan Apel Gelar Pasukan Dalam Rangka Pengamanan Menghadapi Pemilu 2019 berakhir pada pukul 08.30 Wib dan dilanjutkan dengan kegiatan foto bersama, Selama berlangsungnya kegiatan tersebut berjalan lancar, aman dan tertib.(Red)

Wilson Lalengke: Legenda Pupu Wo’o dan Dilema Hoax Menjelang Pemilu


Wilson Lalengke
Jakarta,Berita Indonesia Raya - *Pupu Wo’o* adalah sebuah frasa menakutkan di kampung saya, di pedalaman terasing Morowali Utara, di era 1970-an hingga pertengahan 90-an. Pupu Wo’o merupakan bahasa lokal yang artinya petik kepala, atau lebih tepat-nya potong kepala. Konon, saat itu banyak ditemukan orang, terutama anak-anak yang mati tanpa kepala alias dimutilasi, dipenggal kepalanya. Sipembunuh membawa kepala dan membiarkan tubuh korban tergeletak di jalanan, di lapangan, di hutan, di pinggir sungai, atau di mana saja.

Katanya, wo’o (kepala) anak-anak yang di-pupu (dipotong) itu akan digunakan untuk dimasukan ke dalam tiang utama bangunan, seperti jembatan, gedong besar, gudang besar, dan sejenisnya. Untuk keperluan pembangunan di suatu wilayah, harus turut ditanam (dicor) kepala manusia yang masih usia muda, lebih muda lebih bagus. Fungsinya sebagai mahluk halus penjaga bangunan.

Tidak sembarang kepala bisa digunakan, harus kepala manusia dari daerah yang jauh, menyeberang lautan. Mitos yang berkembang, jika suatu saat seorang sanak-saudara dari orang yang kepalanya ditanam di bangunan itu menginjak bangunannya, maka segera bangunan akan retak dan roboh. Oleh karena itu, wo’o yang digunakan harus kepala orang dari daerah yang jauh sekali dari bangunan yang sedang dibuat.

Setiap kali isu Pupu Wo’o menyebar, kontan masyarakat seluruh negeri akan menjaga anak-anaknya dengan ketat. Mereka dilarang keras bepergian sendiri, walau hanya sekedar keluar rumah. Anak-anak harus selalu dalam pengawasan dan penjagaan orang dewasa dan/atau orang tuanya.

Tidak hanya itu, penjagaan kampung, dusun, dan desa-desa diperketat, lebih dari biasanya. Ronda malam digalakkan, para pemuda digerakkan menjaga seluruh sudut jalan masuk dan keluar pedesaan. Semua orang luar kampung dicurigai, termasuk saat masuk kampung pada siang hari. Mereka diinterogasi, digeledah. Jika para penjaga merasa tidak puas atas jawabannya, sang tamu akan dipaksa balik kanan.

Dapat dibayangkan kondisi perkampungan saat isu Pupu Wo’o muncul. Ketegangan dan saling curiga antar warga desa, terutama dengan pendatang, menjadi pemandangan sehari-hari. Anak-anak diliputi rasa takut, tidak ingin ditinggal sendiri-an di rumah, di sekolah, apalagi di ladang. Mata dan telinga setiap orang terpasang dengan ketat, menelisik semua gerak-gerik dan suara-suara mahluk apapun yang ada, terlihat dan terdengar di sekitar. Sungguh masa-masa yang menegangkan.

Kenyataannya? Apakah Pupu Wo’o benar-benar ada? Walahu’alam. Tapi, berdasarkan penelusuran di laman pencarian google, yahoo, dan lainnya, tidak dijumpai berita tentang anak terpotong kepala yang ditemukan di jalanan, atau tempat lainnya di era tersebut.

Frasa Pupu Wo’o ini selalu muncul menjelang pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) di masa itu. Tujuan utamanya adalah sebagai strategi ‘cipta kondisi’ di kalangan rakyat agar mudah dikendalikan ke arah yang diinginkan sipembuat atau penebar isu Pupu Wo’o. Menjelang pelaksanaan Pemilu 1977, 1982, dan 1987, seingat saya, merupakan puncak kejayaan penggunaan isu Pupu Wo’o yang disebarkan ke seluruh lapisan masyarakat di desa-desa. Setidaknya, di wilayah Kabupaten Morowali Utara yang saat itu masih bergabung dengan Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, isu menakutkan ini santer menjadi buah bibir dimana-mana.

Tidak jelas pihak mana yang memunculkan dan mengedarkan berita tentang berbagai kejadian Pupu Wo’o. Orang-orang terlihat tidak peduli tentang sumber berita, benar-tidaknya berita itu. Minimnya akses infromasi melalui media massa menjadikan rakyat sulit mencari kebenaran faktual atas cerita-cerita horror Pupu Wo’o. Yang bisa dilakukan, semuanya hanya fokus pada program mengamankan anak-anaknya, mengamankan sanak-saudaranya, mengamankan tetangganya, mengamankan kampung dan desanya. Para anggota Hansip-Kamra (Pertahanan Sipil, Keamanan Rakyat) versi zaman itu (Orde Baru), terlihat sibuk siang-malam.

Satu-satunya fakta sejarah yang bisa dilihat dari fenomena Pupu Wo’o adalah berlangsungnya pemilu-pemilu di masa itu dengan baik, lancar, tertib, dan berhasil mengamankan suara Golkar (Golongan Karya) versi Orde Baru. Keberhasilan itu juga tercermin dari langgengnya kepemimpinan puncak Mbah Harto hingga 32 tahun memerintah negeri ini. Bagi saya pribadi, mengenang masa-masa 70-an hingga 90-an itu, menyimpulkan bahwa Legenda Pupu Wo’o menjadi salah satu kunci keberhasilan rezim Orde Baru dalam merebut dan/atau mempertahankan kekuasaan.

Melompat ke hari-hari saat ini, pas menjelang pelaksanaan pemilihan umum, fenomena serupa namun tak sama juga muncul. Terminologi menakutkan Pupu Wo’o, yang dijadikan isu strategis dalam mengelola kondusivitas publik dan mengamankan suara pemilih, telah bermutasi menjadi sosok *Hoax*. Jika dahulunya masyarakat ditakut-takuti dengan isu potong kepala, maka belakang ini publik ditakut-takuti dengan isu berita bohong.

Hakekatnya, Pupu Wo’o adalah cerita bohong, sama halnya dengan Hoax sebagai berita bohong. Akan tetapi, Pupu Wo’o dan Hoax, tidaklah harus menjadi masalah. Malahan, hal itu perlu dianggap biasa saja, tidak perlu dipersoalkan atau dihindari. Toh, kelahiran setiap manusia selalu diawali oleh adanya cerita berbumbu kebohongan antara kedua orang tuanya dalam bentuk rayuan dan tipuan terhadap lawan jenis yang diincarnya. Mengapa Hoax harus diperangi, dilawan, dihancurkan, hingga kita menghabiskan pikiran, energi, waktu, dan sumber daya lainnya untuk hal tidak penting ini?

Persoalan Pupu Wo’o dan Hoax itu sesungguhnya berada pada keluguan (atau kedunguan?) publik yang percaya mentah-mentah terhadap segala informasi yang diterimanya. Keluguan masyarakat desa jaman dulu, yang percaya terhadap adanya Pupu Wo’o, telah memberi peran yang signifikan terhadap langgengnya kejayaan Golkar dan kekuasaan Pak Harto. Hal serupa juga akan terjadi jika publik tetap dalam kedunguan, percaya terhadap isu Hoax yang disebarkan pihak tertentu.

Persoalan berikutnya, siapa yang produksi Hoax menjelang Pemilu 17 April 2019 ini? Bagi mereka yang berakal sehat, tidak penting siapa yang memproduksi dan menyebarkan Hoax. Tidak penting juga apa isi Hoax itu. Yang teramat penting adalah apakah rasionalitas setiap warga telah bekerja dengan baik atau tidak? Jika pilihan sikap dan tindakan Anda semata dipicu oleh informasi sesat yang diterima, itu artinya Anda masih hidup di era Pupu Wo’o.

_Penulis: Alumni Pascasarjana Global Ethics dari Birmingham University, Inggris, dan Pascasarjana Applied Ethics dari Utrecht University, Belanda, dan Linkoping University, Swedia(*/Red)
Laksanakan Komsos,Serda Pariyanto Bantu Kesulitan Masyarakat

Laksanakan Komsos,Serda Pariyanto Bantu Kesulitan Masyarakat

BABINSA SERDA PARIYANTO BANTU KESULITAN MASYARAKAT


Serda Pariyanto saat melaksanakan Komsos di kantor Desa Kembiri Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung.Jum'at 22/03/2019.
Membalong,Berita Indonesia Raya -Babinsa  Sersan dua (Serda) Pariyanto selaku Babinsa Desa Kembiri yang mewakili Danramil 414-04 Membalong melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial(Komsos), mengenai dampak dari produksi sawit terutama limbah pabrik pada 21 Maret 2019 yang lalu,bertempat di Kantor Desa Kembiri kecamatan Membalong Kabupaten Belitung.Jum'at 22/03/2010

Dalam acara KomSos kali ini membahas mengenai produksi dan limbah sawit tersebut yang dihadiri juga, perwakilan dari PT.Poresta Asisten Kepala(AsKep) Triadi Santoso, Ketua Karang Taruna. Martoni. Anggota BPD, Kepala Desa Kembiri. Mingguk berserta Staf jajaran Pemerintahan Desa dan masyarakat Desa Kembiri

Mengenai permasalahan produksi sawit,Perwakilan PT.Poresta Asisten Kepala Triadi Santoso menyampaikan,akan memperhatikan keluhan - keluhan masyarakat dan juga dalam hal ini meminta tolong untuk kerja samanya pada masyarakat bila ada masalah dari pihak perusahannya.

"Mengenai limbah segera diberitahukan kepihak perusahaan kami, agar kami tahu dengan cepat mengambil langka untuk mengatasi dan memperbaiki penampungan limbah dengan cara menyedot limbah dibuang keperkebunan." kata Askep Triadi Santoso.

Sementara Babinsa dari Koramil 04/ Membalong Sersan dua(Serda) Pariyanto seizin Komandan Koramil  Kapten Inf Aziri, mengatakan kegiatan Komunikasi Sosial ini mencari jalan keluar  mengenai masalah produksi sawit serta penanganan dari limbah sisa produksi, supaya tidak berdampak terhadap kegiatan masyarakat,

"Dengan adanya Komunikasi Sosial ini dihimbau agar masyarakat untuk tidak berbuat atau mengambil  tindakan yang melanggar hukum,contohnya merusak semua peralatan yang menyangkut produksi minyak tersebut." kata Serda Pariyanto.
   
Serda Pariyanto mengharapkan dengan adanya kegiatan Komsos ini semua permasalahan yang timbul di tengah tengah masyarakat dapat di selesaikan secara musyawarah dan mencapai suatu yang bermanfaat(*/Red)
Jumat, 22 Maret 2019
Kapolsek Tanjung Pandan Lakukan Safari Jum'at Masuk Masjid Ke 40

Kapolsek Tanjung Pandan Lakukan Safari Jum'at Masuk Masjid Ke 40

Kapolsek Tanjung Pandan Lakukan Safari Jum'at Masuk Masjid Ke 40

Kapolsek Tanjung Pandan dan jajarannya saat melakukan Safari Jum'at di Masjid Jamiek Hidayatullah Kelurahan Parit Kecamatan Tanjung Pandan Kabupaten Belitung. 
Tanjung Pandan,Berita Indonesia Raya -Kapolsek Tanjung Pandan AKP Agus Handoko S.H bersama jajarannya melakukan Safari Jum'at di Masjid Jamiek Hidayatullah Jalan Suryo Kelurahan Parit Kecamatan Tanjung Pandan Kabupaten Belitung.Jum'at 22/03/2019.

Kegiatan Safari Jumat Kamtibmas Polsek Tanjungpandan di Masjid Jamiek Hidayatullah di hadiri oleh Kapolsek beserta anggota Polsek Tanjungpandan dan para jamaah masjid yang berjumlah 180 orang.

Usai melaksanakan sholat jum'at,Kapolsek Tanjung Pandan menyampaikan informasi kepada Jamaah bahwa selama menjabat Kapolsek Tanjung Pandan telah melaksanakan Safari Jum'at Kamtibmas masuk Masjid ini sudah yang ke 40 kalinya dalam rangka mempererat tali silahturahmi antara ulama dan Polri Polsek Tanjung Pandan Polres Belitung Polda Kepulauan Bangkabelitung.

Kapolsek juga menjelaskan tentang Situasi Kamtibmas di wilayah Tanjung Pandan yang saat sekarang ini dengan meningkatkan patroli ataupun kegiatan pre emtif dan kepada Jamaah masjid.

Selain menjelaskan Situasi Kamtibmas Kapolsek juga menerangkan adanya Bhabinkamtibmas guna mempercepat pelayanan Kepolisian kepada masyarakat melalui Bhabinkamtibmas setempat dengan menghubungi contac person nya sehingga mudah dan cepat untuk dihubungi.

"Safari Jumat ini adalah merupakan program kerja Kapolsek dan Bhabinkamtibmas di masing masing Desa binaanya yang berjumlah 16 Desa /Kelurahan yang terdiri dari 7 kelurahan dan 9 desa diwilayah kecamatan Tanjung Pandan Kabupaten Belitung."bebernya

Selain itu Kapolsek menghimbau kepada Jemaah dan masyarakat sekitar agar Tempat-tempat ibadah yang ada di Kelurahan Parit jangan dijadikan tempat untuk sarana Politik karena Rumah ibadah atau masjid adalah tempat untuk beribadah.


AKP Agus Handoko S.H juga meminta bantuan kepada jamaah dan  Masyarakat agar ikut aktif menyukseskan Pemilu serentak Tahun 2019 dengan cara pada tanggal 17 April 2019 beramai ramai mendatangi ke TPS untuk menggunakan Hak pilihnya/nyoblos Pilpres & Pileg 2019.(Red)
Safari Jumat Tingkat Kecamatan Badau Jaga Persatuan Kesatuan dan Ukhuwah Netralitas ASN

Safari Jumat Tingkat Kecamatan Badau Jaga Persatuan Kesatuan dan Ukhuwah Netralitas ASN

Safari Jumat Tingkat Kecamatan Badau Jaga Persatuan Kesatuan dan Ukhuwah Netralitas ASN

Badau,Berita Indonesia Raya -Dua tim safari Jum'at tingkat Kecamatan Badau dan jajaran Polsek Badau Polres Belitung bergabung dengan jamaah dan masyarakat untuk Melaksanakan Sholat Jum'at bersama masing-masing di Masjid An Ni'mah di Desa Sungai Samak, dipimpin oleh Sekcam Badau Thamrin. SE dan di Masjid Darussalam Bukit Indah Desa Kacang Butor, tim dipimpin oleh Aipda Heriyadi selaku Kanit Binmas Polsek Badau Polres Belitung. Jum'at 22/03/2019.

Di Masjid An Ni'mah di Desa Sungai Samak selaku Imam dan Khotib Kepala KUA Badau Guntur dan sai salat Jumat diacarakan silaturahmi dengan jamaah dengan acara inti sambutan takmir masjid dan Kades Sungai Samak Alex serta sambutan tim Safari Jum'at Kecamatan.

Acara dilanjutkan dengan pemberian tali asih dari tim Kepada Takmir Masjid untuk digunakan memenuhi kebutuhan kegiatan masjid, yang mana di sejumlah ambal / sejadah diserahkan oleh Sekcam Badau Thamrin. SE dan satu paket Musaf Al Qur'an dan Yasin diserahkan langsung oleh Kapolsek Badau Iptu Sugraito. SH. Untuk di Masjid Darussalam Aipda Heriyadi sebelum di mulai Sholat Jum'at memberikan himbauan Kamtibmas kepada para Jamaah masjid untuk menjaga persatuan dan kesatuan menjelang Pemilu 2019.

Dalam kesempatan itu Sekcam Badau Thamrin. SE Di Masjid An Ni'mah Desa Sungai Samak menyampaikan ucapan banyak terima kasih atas partisipasinya sehingga pelaksanaan safari sholat Jum'at tingkat Kecamatan Badau dan Jajaran Polsek Badau ini bisa berjalan dengan baik. Kegiatan safari sholat jumat ini bertujuan untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT sehingga dalam menjalankan perintah-NYA dan menjauhi larangan-NYA sebagai insan. Selain itu dapat mempererat jalinan silaturrahmi dan kebersamaan antara Pemerintah dengan masyarakat.

Kapolsek Badau Iptu Sugraito. SH dalam sambutanya mengatakan bahwa Memasuki tahun politik tahun 2019 diprediksi akan terjadi polarisasi dukungan kepada calon Presiden dan Wakil Presiden serta partai politik peserta pemilu, jangan sampai perbedaan politik menjadikan kita saling berkelahi dan terpecah belah. Mari kita jaga betul ukhuwah, persatuan dan kesatuan kita agar jalannya pesta demokrasi berlagsung aman, tertib, dan damai. Pilihan boleh berbeda, kita harus saling menghormati perbedaan itu dan tidak harus saling mendokrin apalagi sampai menghina, memaki dan memfitnah sebagai sesama warga bangsa Indonesia.

"Kami menghimbau agar kepada ASN dan Perangkat agar tidak terlibat politik praktis atau Netralitas ASN dan perangkat Desa menjelang Pemilu. Mari kita harus waspada dengan kampanye yang tidak baik," tambah Kapolsek Badau Iptu Sugraito. SH

Acara Safari Sholat Jum'at Tingkat Kecamatan Badau dan Jajaran Polsek Badau di Masjid An Ni'mah di Desa Sungai Samak dan di Masjid Darussalam Bukit Indah Desa Kacang Butor berjalan dengan lancar dan aman.(*/Red)
Makmurkan Tempat Ibadah, Anggota Polsek Badau Laksanakan Sholat Subuh Berjamaah

Makmurkan Tempat Ibadah, Anggota Polsek Badau Laksanakan Sholat Subuh Berjamaah

Makmurkan Tempat Ibadah,Anggota Polsek Badau Laksanakan Sholat Subuh Berjamaah 

Anggota Polsek Badau saat melaksanakan sholat subuh di masjid Ar Rahman Desa Badau. 
Badau,Berita Indonesia Raya -Aipda Heriyadi selaku Kanit Binmas Polsek Badau Polres Belitung beserta anggota melaksanakan giat ‘Memakmurkan Tempat Ibadah’ melalui Sholat Subuh berjamaah di Masjid Ar Rahman yang terletak di Desa Badau Kecamatan Badau Kabupaten Belitung. Jum'at 22/03/2019.

Kapolsek Badau Iptu Sugraito S.H mengatakan kegiatan rutin shalat Berjamaah yang dilakukan oleh Personil Polsek Badau untuk memakmurkan tempat ibadah.

"Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin oleh anggota Polsek Badau Polres Belitung dengan melaksanakan sholat 5 (lima) waktu secara Berjamaah untuk memakmurkan masjid di wilayah Kecamatan Badau Kabupaten Belitung, Salah satunya dengan melaksanakan Sholat Subuh Berjamaah yang dilakukan oleh Personil Polsek Badau". Ungkap Kapolsek Badau Iptu Sugraito. SH.

"Tujuan melaksanakan Sholat 5 (lima) waktu selain sudah merupakan kewajiban sebagai umat muslim adalah untuk menjalin silaturahmi dengan masyarakat dan dapat saling bertukar informasi, karena banyak kejadian terungkap berkat kerjasama Polri dengan masyarakat, berharap agar pengurus Masjid senantiasa mewaspadai adanya kelompok tertentu yang memanfaatkan Masjid untuk kegiatan yang mengarah pada kepentingan politik menjelang pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019 yang Aman Damai dan Sejuk",beber Kapolsek Badau Iptu Sugraito. SH

Salah satu Takmir Masjid Ar Rahman H. Harun dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pihaknya akan selalu melaksanakan koordinasi dengan Polsek Badau setiap menerima permohonan dari pihak luar untuk menyelenggarakan kegiatan keagamaan di Masjid, sebagai wujud antisipasi upaya kelompok tertentu dalam memanfaatkan kegiatan keagamaan sebagai sarana politik menjelang Pileg dan Pilpres 2019 yang Aman Damai dan Sejuk di wilayah Kec. Badau.(*/Red)
Kamis, 21 Maret 2019
Ditbinmas Polda Babel Gelar Kegiatan Pembinaan Peningkatan Kemampuan Bhabinkamtibmas

Ditbinmas Polda Babel Gelar Kegiatan Pembinaan Peningkatan Kemampuan Bhabinkamtibmas

Ditbinmas Polda Babel Gelar Kegiatan Pembinaan Peningkatan Kemampuan Bhabinkamtibmas 

Belitung,Berita Indonesia Raya -Direktorat Binmas Polda Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan Pembinaan Peningkatan Kemampuan Bhabinkamtibmas jajaran Polres Belitung
Dalam mengoperasikan aplikasi Binmas Aparat di Aula Endra Dharmalaksana Polres Belitung. Kamis  21/03/2019.

Kegiatan Pembinaan Peningkatan Kemampuan Bhabinkamtibmas ini dibuka oleh Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana. S.IK, MH,

 Dalam acara tersebut,Kapolres Belitung mengatakan bahwa Polisi yang bertugas di Binmas adalah mitra dan menjadi keluarga di tengah masyarakat, karena setiap unsur Binmas Bhabinkamtibmas selalu hadir dalam situasi apapun dan menjadi curahan dari setiap permasalahan baik tingkat RW, Desa, dan Kelurahan masyarakat menjadi tentram ketika ada pendampingan, pencegahan serta arahan jadi masyarakat, apabila tindakan yang mengarah ke anarkis atau main hakim sendiri bisa di deteksi dan di gagalkan sehingga suasana menjadi kondusif  masyarakat merasa tentram dan aman.

Kapolres Belitung menyampaikan beberapa  penekanan
1. Mengemban tugas sebagai Bhabinkamtibmas merupakan kehormatan dan sekaligus kepercayaan pimpinan oleh karena itu laksanakan dengan sebaik – baiknya .
2. Kuasai Intel dasar di Desa / Kelurahan mana bertugas.
3. Bangun komunikasi dengan masyarakat setempat dan melakukan kegiatan positif seperti mengunjungi warga (door to door) tampung aspirasi masyarakat untuk kemudian mencari solusi.
4. Apabila solusi sudah di temukan (Problem Solving ) segera wujudkan inovasi / kreasi dalam rangka problem solving tersebut, berkoordinasi / bekerjasama dengan pihak – pihak terkait.
5. Walapun banyak anggota Bhabinkamtibmas yang merangkap tugas namun tetap Bhabinkamtibmas patroli ke desa binaanya dan dapat menyambangi aparat desa serta masyarakat untuk melakukan sentuhan – sentuhan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda
6. Bhabinkamtibmas agar bersinergi kepada kepala desa, babinsa, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda serta harus selalu melekat dengan babinsa dalam kegiatan apapun di desa supaya masyarakat bisa tahu kalau Polri dengan TNI bersinergi.

Adapun Kegiatan ini dilaksanakan Guna pemantapan kepada jajaran Bhabinkamtibmas untuk menghadapi segala bentuk rintangan dan tuntutan tugas sebagai simbol pengabdian kepada Bangsa dan Negara atas keihklasan dalam bertugas dalam menjaga Kamtibmas .(*/Red)
Copyright © 2014 Berita Indonesia Raya All Right Reserved