Breaking News
Loading...
  • New Movies
  • Recent Games
  • Tech Review

REDAKSI

Komisaris Utama : Lisa Devianty Penasehat Hukum : Muhammad Yusuf M.H. Dewan Penasehat : Samsul Arifin P.hd Dewan Redaksi : Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Sahrus Salis Wakil Pemimpin Redaksi/Redaktur: Fendi Kuswandi Fotografer : Supardi Staf Redaksi&Periklana : Nining yuli Tata Letak/Grafis : Hadi Bidang IT : Ahmad Syaifullah Kepala Biro/Wartawan Propinsi Bangkabelitung : Ayirah, Ade, Eric Amd, Hadi, Supardi, Hadi Kamal, Nining. Hermanzah, Alexander. Propinsi Sumatera Selatan : Rouzie Agus Propinsi Kalimantan Barat : Thalud SE Propinsi Jawa Barat & DKI Jakarta : Ayu Cahyani Vawitri,Anggun Vabella Putri S.Pd,Ahmad Saifullah Propinsi Jawa Timur : Muhammad Yusuf M.H.

Recent Post

Sabtu, 23 Maret 2019
Dalam Rangka Pengamanan Pemilu,Polsek Selat Nasik laksanakan Apel Gelar Pasukan

Dalam Rangka Pengamanan Pemilu,Polsek Selat Nasik laksanakan Apel Gelar Pasukan

Dalam Rangka Pengamanan Pemilu,Polsek Selat Nasik laksanakan Apel Gelar Pasukan

Kapolsek Selat Nasik Iptu Hardi Kunarso beserta unsur Forpimcam Selat Nasik saat Foto bareng usai Apel Gelar Pasukan di Mapolsek Selat Nasik.
Selat Nasik,Berita Indonesia Raya -Polsek Selat Nasik melaksanakan Apel Gelar Pasukan dalam rangka pengamanan menghadapi Pemilu Pileg dan Pilpres Tahun 2019  wilayah Kecamatan Selat Nasik di halaman Mapolsek SelatNasik Polres Belitung.Sabtu 23/03/2019.

Kegiatan Apel Gelar Pasukan ini dipimpin Kapolsek Selat Nasik Iptu Hardi Kunarso di dampingi Pjs Danramil Pelda Hermanto dan Sekdes Selat Nasik Roni.

Apel Gelar Pasukan dalam rangka pengamanan menghadapi Pemilu 2019  diwilayah Hukum Polsek Selat Nasik dengan Tema "Kita Tingkatkan Sinergitas TNI - Polri Dengan Komponen Bangsa Lainnya Guna Mewujudkan Kamdagri Yang Kondusif" ini  dihadiri juga oleh anggota PPK Kecamatan Selat Nasik,anggota Panwascam Selat Nasik,anggota Polsek Selat Nasik dan anggota Koramil Selat Nasik.

Kapolsek Selat Nasik Iptu Hardi Kunarso dalam membacakan amanat Menkopolhukam mengatakan meminta untuk memahami  bahwa, tugas pengamanan serentak tahun 2019 ini adalah kehormatan dan kebanggaan yang tidak dapat dinilai dengan apapun, sekaligus sebagai awal ibadah yang akan mendapatkan balasaan pahala dari Tuhan Yang Maha Esa, jika dilaksanakan  dengan tulus dan ikhlas.

Lanjutnya,Jalin sinergitas antar unsur pemerintah, TNI-Polri dan seluruh komponen masyarakat  guna mewujudkan keamanan dan kelancaran pelaksanaan tugas dan segera kenali, cari, temukan dan atasi serta netralisir potensi kerawanan agar tidak berubah dan menggangu penyelengaaran pemilu serentak tahun 2019,selanjutnya, tindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku terhadap pihak-pihak yang mencoba mengganggu kelancaran pemilu serantak tahun 2019.

"Meminta Babinsa dan Babinkamtibmas harus mampu ikut serta menenangkan masyarakat agar tidak resah dengan menyebarnya berita-berita hoaks serta menguatnya politik identitas yang dapat menggerus intregasi bangsa."ucapnya

Lanjut Kapolsek lagi,Inventarisir dan berkoordinasi dengan tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat serta  tokoh masyarakat untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat merasa aman memberikan hak pilihnya.(Red)

Polsek Tanjung Pandan Laksanakan Apel Gelar Pasukan

Polsek Tanjung Pandan Laksanakan Apel Gelar Pasukan

Polsek Tanjung Pandan Laksanakan Apel Gelar Pasukan 

Kapolsek Tanjung Pandan AKP Agus Handoko S.H,Danramil Tanjungpandan Mayor Inf Trijoyo,Camat Tanjungpandan Marzuki saat melaksanakan Apel Gelar Pasukan di Mapolsek Tanjung Pandan.
Tanjung Pandan,Berita Indonesia Raya -Polsek Tanjung Pandan melaksanakan giat Apel Gelar Pasukan dalam rangka pengamanan menghadapi Pemilu Pileg dan Pilpres 2019 di halaman Mapolsek Tanjung Pandan Polres Belitung.Sabtu 23/03/2019.

Kegiatan Apel Gelar Pasukan ini dipimpin oleh Camat Tanjung Pandan  Marzuki di dampingi Kapolsek Tanjung Pandan AKP Agus Handoko S.H dan Danramil Tanjungpandan   Mayor Inf Trijoyo.

Peserta Apel Gelar Pasukan terdiri dari anggota Polsek Tanjungpandan,Anggota Koramil Tanjungpandan,para Kades dan Lurah Se-Kecamatan Tanjungpandan serta Linmas se-Kecamatan Tanjungpandan.

Kapolsek Tanjung Pandan AKP Agus Handoko S.H seusai acara tersebut kepada wartawan mengatakan Apel Gelar Pasukan  merupakan tindak lanjut dari perintah pimpinan,Apel Gelar Pasukan adalah menyatakan kesiapan  pengamanan menghadapi Pemilu Pileg dan Pilpres Tahun 2019.

"Kita bersinergi dengan Koramil,Camat Tanjungpandan para kades/Lurah dan Linmas yang dilibatkan dalam pengamanan,intinya Apel Gelar Pasukan adalah  untuk menyampaikan atau menyatakan kesiapan kita terhadap  pengamanan jalannya kegiatan Pemilu 2019."beber Kapolsek.

Kapolsek juga menyebutkan Forum Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) mendukung dan memotivasi seluruh Kepala Desa dan Lurah untuk bagaimana  menggiatkan masyarakat pada saat Pemungutan Suara nanti menggunakan Hak pilihnya dengan sebaik baiknya sehingga dengan harapan dapat meningkatkan animo pemilih.(Red)

Polsek Badau Laksanakan Apel Gelar Pasukan Dalam Rangka Kesiapan Pengamanan Menghadapi Pemilu 2019

Kapolsek Badau dan Muspika Kecamatan Badau saat Apel Gelar Pasukan di Mapolsek Badau.
Badau,Berita Indonesia Raya -Polsek Badau melaksanakan Apel Gelar Pasukan Dalam Rangka Kesiapan Pengamanan Menghadapi Pemilu 2019  di wilayah Kecamatan Badau Kabupaten Belitung dengan Tema "Kita Tingkatkan Sinergitas TNI - Polri Dengan Komponen Bangsa Lainnya Guna Mewujudkan Kamdagri Yang Kondusif"di halaman Mapolsek Badau Polres Belitung.Sabtu 23/03/2019.
Para peserta Apel Gelar Pasukan di Mapolsek Badau 
Badau,Berita Indonesia Raya -Kegiatan Apel Gelar Pasukan dipimpin oleh Sekcam Badau Syeh Mustari di dampingi Kapolsek Badau Iptu Sugraito, SH,dan Babinsa Badau Serma Otong,

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh para Kades Se Kecamatan Badau, perangkat Kecamatan Badau, para Babinsa jajaran Kecamatan Badau dan anggota Polsek Badau, Perwakilan PPS se Kecamatan Badau, Ketua BPD se-Kecamatan Badau, Perwakilan Linmas Desa Wilayah Kecamatan Badau.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Badau dalam amanatnya mengatakan tahun ini adalah Pemilu yang paling Rawan dikarenakan pemilu Pileg dilaksanakan secara serentak dengan Pilpres ,untuk itu mari kita sama-sama bersinegritas untuk mewujudkan Pileg dan Pilpres 2019 dengan aman, tertib, lancar dan terkendali.

Selanjutnya Sekcam menyebutkan diharapkan unsur-unsur pemerintah berperan aktif mensosialisasikan  serta mengajak masyarakat untuk mengikuti pesta demokrasi ini, agar masyarakat yang ikut dalam pesta demokrasi diwilayah Kecamatan Badau  bisa mencapai minimal 80 %.

Kata Sekcam,kepada TNI-POLRI dan Unsur-unsur terkait agar Tetap semangat dan jaga slalu kesehatan agar kita bisa melaksanakan tugas berat nan mulia ini, sehingga Pileg dan Pilpres serentak 2019 dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Adapun kegiatan Apel Gelar Pasukan Dalam Rangka Kesiapan Pengamanan Menghadapi Pemilu 2019 berakhir pada pukul 08.30 Wib dan dilanjutkan dengan kegiatan foto bersama, Selama berlangsungnya kegiatan tersebut berjalan lancar, aman dan tertib.(*/Red)
Polsek Membalong laksanakan Apel Gelar Pasukan Dalam Rangka Pengamanan Pemilu

Polsek Membalong laksanakan Apel Gelar Pasukan Dalam Rangka Pengamanan Pemilu

Polsek Membalong laksanakan Apel Gelar Pasukan Dalam Rangka Pengamanan Pemilu 

Kapolsek Membalong beserta jajarannya dan Muspika Kecamatan Membalong saat melaksanakan Apel Gelar Pasukan di halaman Mapolsek Membalong. 

Membalong,Berita Indonesia Raya -Polsek Membalong melaksanakan Apel Gelar Pasukan dalam rangka pengamanan menghadapi Pemilu Pileg dan Pilpres Tahun 2019  wilayah Kecamatan Membalong di halaman Mapolsek Membalong Polres Belitung.Sabtu 23/03/2019.

Kegiatan Apel Gelar Pasukan ini dipimpin oleh Camat Membalong  Salman Alfarizi, S.STP di dampingi Kapolsek Membalong AKP Ghalih Widyo Nugroho , S.H., S.I.K dan Danramil Membalong Kapt. Inf. Azhiri.

Apel Gelar Pasukan Dalam Rangka Pengamanan Menghadapi Pemilu 2019  Diwilayah Hukum Polsek Membalong dengan Tema "Kita Tingkatkan Sinergitas TNI - Polri Dengan Komponen Bangsa Lainnya Guna Mewujudkan Kamdagri Yang Kondusif" ini  dihadiri juga oleh Ketua PPK Kecamatan Membalong Ardiaz, Ketua Bawascam Sukardi,seluruh Kades se-Kecamatan Membalong Serta Perwakilan Linmas Desa Wilayah Kecamatan Membalong,1 Pleton TNI (Koramil Membalong),1 Pleton Polri (Personel Polsek Membalong),1 Pleton Linmas Desa.

Camat Membalong Salman Alfarizi dalam Amanatnya mengatakan tahun ini adalah Pemilu yang paling rawan dikarenakan pemilu Pileg dilaksanakan secara serentak dengan Pilpres, untuk itu mari kita sama-sama bersinegritas untuk mewujudkan Pileg dan Pilpres 2019 dengan aman, tertib, lancar dan terkendali.

"Saya harapkan unsur-unsur pemerintah berperan aktif mensosialisasikan  serta mengajak masyarakat untuk mengikuti pesta demokrasi ini, agar masyarakat yang ikut dalam pesta demokrasi diwilayah Kecamatan Membalong  bisa mencapai minimal 75 %."ucapnya.

Kata Camat Membalong,Kepada TNI-POLRI dan Unsur-unsur terkait agar Tetap semangat dan jaga slalu kesehatan agar kita bisa melaksanakan tugas berat nan mulia ini, sehingga Pileg dan Pilpres serentak 2019 dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Lanjutnya,Kegiatan gelar pasukan ini bertujuan untuk melihat kesiapan TNI-Polri dan seluruh Elemen masyarakat dalam menghadapi Pesta Demokrasi secara serentak untuk pertama kalinya serta diharapkan berdampak positif dalam hal kesiapan pengamanan Pemilu 2019 khususnya peran dari TNI-Polri dalam meminimalisir permasalahan yang akan terjadi.

Adapun kegiatan Apel Gelar Pasukan Dalam Rangka Pengamanan Menghadapi Pemilu 2019 ini berakhir pada pukul 09.00 Wib dan di akhiri dengan kegiatan foto bersama, Selama berlangsungnya kegiatan tersebur berjalan lancar, aman, tertib dan terkendali.(Red)
Ini Yang Dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Badau

Ini Yang Dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Badau

Ini Yang Dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Badau 

Bhabinkamtibmas Desa Kacang Butor saat membantu panen padi warga binaanya. 
Badau,Berita Indonesia Raya -Polisi sebagai pelindung, pelayan dan pengayom masyarakat nampaknya benar-benar diwujudkan oleh para aparat Kepolisian di Polres Belitung Polda Kepulauan Bangka Belitung. Mereka berusaha hadir di tengah-tengah masyarakat tidak hanya dalam pengamanan saja, namun juga pelayan dan langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Babinkamtibmas Polsek Badau Polres Belitung, Brigadir Febriansa di Desa binaanya yaitu Desa Kacang Butor, Kecamatan Badau Kabupaten Belitung saat itu Ia tengah melakukan Kegiatan  sambang di Desa binaanya,Brigadir Febriansa melihat warganya sedang panen padi, Ia pun langsung turun ke lapangan, untuk membantu para petani yang sedang memanen hasil padi.Sabtu 23/03/2019.

Sebagai anggota Polri yang memiliki jiwa sosial tinggi, sang Bhabinkamtibmas tidak canggung dan segan untuk ikut membantu warga binaanya memanen padi dengan mengunakan Arit secara manual.

Hal ini dilakukan Brigadir Febriansa untuk menunjukkan kedekatan polisi dengan masyarakat dimanapun tempatnya dan kepada siapapun, terangnya.

“Tadi itu, saya tidak sengaja melihat warga binaan saya sedang panen, lalu saya langsung membantu mereka sekaligus mendengarkan keluh kesah warga binaan saya, hal ini akan terjalin hubungan yang baik antara petugas dengan masyarakat,” Ujar Brigadir Febriansa

“Saya sebagai Babinkamtibmas harus selalu siap sedia membantu warga desa, apalagi dalam kegiatan panen seperti ini, dan saya menyadari bahwa tugas Polisi adalah memberi pelayanan kepada masyarakat, untuk itu kami sebagai petugas Bhabinkamtibmas yang masing-masing memiliki desa binaan wajib mengetahui perkembangan di desanya, sembari mendekatkan diri kepada warga desa agar terciptanya hubungan yang harmonis,” ucap Brigadir Febriansa

Sementara itu para petani mengaku sangat senang dengan adanya aparat Kepolisian yang terjun langsung membantu para petani serta memberikan penyuluhan dan bimbingan dalam bertani.(*/Red)
Dalam Rangka Pengamanan Pemilu, Polsek Sijuk laksanakan Apel Gelar Pasukan

Dalam Rangka Pengamanan Pemilu, Polsek Sijuk laksanakan Apel Gelar Pasukan

Dalam Rangka Pengamanan Pemilu,Polsek Sijuk laksanakan Apel Gelar Pasukan

Kapolsek Sijuk AKP Dwi Purwaningsih beserta muspika Kecamatan Sijuk saat menggelar Apel Gelar Pasukan di Mapolsek Sijiuk. 
Sijuk,Berita Indonesia Raya -Kepolisian Sektor Sijuk melaksanakan Apel Gelar Pasukan dalam rangka pengamanam  menghadapi Pemilu tahun 2019 diwilayah Hukum Polsek Sijuk Polres Belitung di Mapolsek Sijiuk Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung Provinsi Bangkabelitung.Sabtu 23/03/2019.

Kegiatan Apel Gelar Pasukan ini dipimpin oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sijuk Mastari,S.AP di dampingi Kapolsek Sijuk AKP Dwi Purwaningsih,SH, SIK dan Danramil Tanjungpandan diwakili Serka Purwoko.

Apel Gelar Pasukan yang bertemakan "Kita Tingkatkan Sinergitas TNI - Polri Dengan Komponen Bangsa Lainnya Guna Mewujudkan Kamdagri Yang Kondusif"
Dihadiri oleh Ketua PPK Sijuk Sanusi, Perwakilan Panwascam, Seluruh Kades Se-Kecamatan Sijuk serta perwakilan linmas Desa di wilayah Kecamatan Sijuk, dengan Pleton/ peserta upacara yaitu 1 Pleton TNI (Koramil Tanjungpandan),1 Pleton Polri (Personel Polsek Sijuk),1 Pleton Linmas Desa 1 Pleton Pegawai di lingkungan Kantor Camat Sijuk.

Sekcam Sijuk Mastari S.AP dalam membacakan amanat Menkopolhukam RI mengatakan pahami bahwa tugas pengamanan pemilu tahun 2019 adalah kehormatan dan kebanggaan yang tidak dapat di nilai dengan apapun sekaligus menjadi amal ibadah yang akan mendapatkan pahala dari Tuhan Yang Maha Esa,Jalin senergitas pemerintah, TNI-Polri, dan seluruh komponen masyarakat guna mewujudkan keamanan dan kelancaran pelaksanaan tugas.

lanjut Sekcam,Segera kenali, cari, temukan dan atasi serta netralisir potensi kerawanan agar tidak berkembang dan mengganggu penyelenggaraan pemilu tahun 2019,tindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku terhadap pihak yang mencoba mengganggu kelancaran pemilu tahun 2019.

"Babinsa dan bhabinkamtibmas harus mampu ikut serta menenangkan masyarakat agar tidak resah dengan menyebarnya berita hox serta menguatnya politik identitas yang dapat menggerus disintegrasi Bangsa,inventarisir dan koordinasi dengan tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan toko masarakat untuk memberikan rasa tenang kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan aman."lanjutnya lagi.

Kegiatan Apel Gelar Pasukan Dalam Rangka Pengamanan Menghadapi Pemilu 2019 berakhir pada pukul 08.30 Wib dan dilanjutkan dengan kegiatan foto bersama, Selama berlangsungnya kegiatan tersebut berjalan lancar, aman dan tertib.(Red)

Wilson Lalengke: Legenda Pupu Wo’o dan Dilema Hoax Menjelang Pemilu


Wilson Lalengke
Jakarta,Berita Indonesia Raya - *Pupu Wo’o* adalah sebuah frasa menakutkan di kampung saya, di pedalaman terasing Morowali Utara, di era 1970-an hingga pertengahan 90-an. Pupu Wo’o merupakan bahasa lokal yang artinya petik kepala, atau lebih tepat-nya potong kepala. Konon, saat itu banyak ditemukan orang, terutama anak-anak yang mati tanpa kepala alias dimutilasi, dipenggal kepalanya. Sipembunuh membawa kepala dan membiarkan tubuh korban tergeletak di jalanan, di lapangan, di hutan, di pinggir sungai, atau di mana saja.

Katanya, wo’o (kepala) anak-anak yang di-pupu (dipotong) itu akan digunakan untuk dimasukan ke dalam tiang utama bangunan, seperti jembatan, gedong besar, gudang besar, dan sejenisnya. Untuk keperluan pembangunan di suatu wilayah, harus turut ditanam (dicor) kepala manusia yang masih usia muda, lebih muda lebih bagus. Fungsinya sebagai mahluk halus penjaga bangunan.

Tidak sembarang kepala bisa digunakan, harus kepala manusia dari daerah yang jauh, menyeberang lautan. Mitos yang berkembang, jika suatu saat seorang sanak-saudara dari orang yang kepalanya ditanam di bangunan itu menginjak bangunannya, maka segera bangunan akan retak dan roboh. Oleh karena itu, wo’o yang digunakan harus kepala orang dari daerah yang jauh sekali dari bangunan yang sedang dibuat.

Setiap kali isu Pupu Wo’o menyebar, kontan masyarakat seluruh negeri akan menjaga anak-anaknya dengan ketat. Mereka dilarang keras bepergian sendiri, walau hanya sekedar keluar rumah. Anak-anak harus selalu dalam pengawasan dan penjagaan orang dewasa dan/atau orang tuanya.

Tidak hanya itu, penjagaan kampung, dusun, dan desa-desa diperketat, lebih dari biasanya. Ronda malam digalakkan, para pemuda digerakkan menjaga seluruh sudut jalan masuk dan keluar pedesaan. Semua orang luar kampung dicurigai, termasuk saat masuk kampung pada siang hari. Mereka diinterogasi, digeledah. Jika para penjaga merasa tidak puas atas jawabannya, sang tamu akan dipaksa balik kanan.

Dapat dibayangkan kondisi perkampungan saat isu Pupu Wo’o muncul. Ketegangan dan saling curiga antar warga desa, terutama dengan pendatang, menjadi pemandangan sehari-hari. Anak-anak diliputi rasa takut, tidak ingin ditinggal sendiri-an di rumah, di sekolah, apalagi di ladang. Mata dan telinga setiap orang terpasang dengan ketat, menelisik semua gerak-gerik dan suara-suara mahluk apapun yang ada, terlihat dan terdengar di sekitar. Sungguh masa-masa yang menegangkan.

Kenyataannya? Apakah Pupu Wo’o benar-benar ada? Walahu’alam. Tapi, berdasarkan penelusuran di laman pencarian google, yahoo, dan lainnya, tidak dijumpai berita tentang anak terpotong kepala yang ditemukan di jalanan, atau tempat lainnya di era tersebut.

Frasa Pupu Wo’o ini selalu muncul menjelang pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) di masa itu. Tujuan utamanya adalah sebagai strategi ‘cipta kondisi’ di kalangan rakyat agar mudah dikendalikan ke arah yang diinginkan sipembuat atau penebar isu Pupu Wo’o. Menjelang pelaksanaan Pemilu 1977, 1982, dan 1987, seingat saya, merupakan puncak kejayaan penggunaan isu Pupu Wo’o yang disebarkan ke seluruh lapisan masyarakat di desa-desa. Setidaknya, di wilayah Kabupaten Morowali Utara yang saat itu masih bergabung dengan Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, isu menakutkan ini santer menjadi buah bibir dimana-mana.

Tidak jelas pihak mana yang memunculkan dan mengedarkan berita tentang berbagai kejadian Pupu Wo’o. Orang-orang terlihat tidak peduli tentang sumber berita, benar-tidaknya berita itu. Minimnya akses infromasi melalui media massa menjadikan rakyat sulit mencari kebenaran faktual atas cerita-cerita horror Pupu Wo’o. Yang bisa dilakukan, semuanya hanya fokus pada program mengamankan anak-anaknya, mengamankan sanak-saudaranya, mengamankan tetangganya, mengamankan kampung dan desanya. Para anggota Hansip-Kamra (Pertahanan Sipil, Keamanan Rakyat) versi zaman itu (Orde Baru), terlihat sibuk siang-malam.

Satu-satunya fakta sejarah yang bisa dilihat dari fenomena Pupu Wo’o adalah berlangsungnya pemilu-pemilu di masa itu dengan baik, lancar, tertib, dan berhasil mengamankan suara Golkar (Golongan Karya) versi Orde Baru. Keberhasilan itu juga tercermin dari langgengnya kepemimpinan puncak Mbah Harto hingga 32 tahun memerintah negeri ini. Bagi saya pribadi, mengenang masa-masa 70-an hingga 90-an itu, menyimpulkan bahwa Legenda Pupu Wo’o menjadi salah satu kunci keberhasilan rezim Orde Baru dalam merebut dan/atau mempertahankan kekuasaan.

Melompat ke hari-hari saat ini, pas menjelang pelaksanaan pemilihan umum, fenomena serupa namun tak sama juga muncul. Terminologi menakutkan Pupu Wo’o, yang dijadikan isu strategis dalam mengelola kondusivitas publik dan mengamankan suara pemilih, telah bermutasi menjadi sosok *Hoax*. Jika dahulunya masyarakat ditakut-takuti dengan isu potong kepala, maka belakang ini publik ditakut-takuti dengan isu berita bohong.

Hakekatnya, Pupu Wo’o adalah cerita bohong, sama halnya dengan Hoax sebagai berita bohong. Akan tetapi, Pupu Wo’o dan Hoax, tidaklah harus menjadi masalah. Malahan, hal itu perlu dianggap biasa saja, tidak perlu dipersoalkan atau dihindari. Toh, kelahiran setiap manusia selalu diawali oleh adanya cerita berbumbu kebohongan antara kedua orang tuanya dalam bentuk rayuan dan tipuan terhadap lawan jenis yang diincarnya. Mengapa Hoax harus diperangi, dilawan, dihancurkan, hingga kita menghabiskan pikiran, energi, waktu, dan sumber daya lainnya untuk hal tidak penting ini?

Persoalan Pupu Wo’o dan Hoax itu sesungguhnya berada pada keluguan (atau kedunguan?) publik yang percaya mentah-mentah terhadap segala informasi yang diterimanya. Keluguan masyarakat desa jaman dulu, yang percaya terhadap adanya Pupu Wo’o, telah memberi peran yang signifikan terhadap langgengnya kejayaan Golkar dan kekuasaan Pak Harto. Hal serupa juga akan terjadi jika publik tetap dalam kedunguan, percaya terhadap isu Hoax yang disebarkan pihak tertentu.

Persoalan berikutnya, siapa yang produksi Hoax menjelang Pemilu 17 April 2019 ini? Bagi mereka yang berakal sehat, tidak penting siapa yang memproduksi dan menyebarkan Hoax. Tidak penting juga apa isi Hoax itu. Yang teramat penting adalah apakah rasionalitas setiap warga telah bekerja dengan baik atau tidak? Jika pilihan sikap dan tindakan Anda semata dipicu oleh informasi sesat yang diterima, itu artinya Anda masih hidup di era Pupu Wo’o.

_Penulis: Alumni Pascasarjana Global Ethics dari Birmingham University, Inggris, dan Pascasarjana Applied Ethics dari Utrecht University, Belanda, dan Linkoping University, Swedia(*/Red)
Copyright © 2014 News.Online All Right Reserved